URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
BMKG Semarang mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem di Jawa Tengah pada awal November 2025. Meski hujan sempat menurun, curah hujan diprediksi meningkat kembali. BPBD Kabupaten Semarang telah menyiagakan personel dan peralatan di wilayah rawan longsor, banjir, dan puting beliung.

Mbak Google

KABAR RASIKA

BMKG Imbau Waspada, Curah Hujan di Kabupaten Semarang Masih Berpotensi Tinggi dan Bisa Picu Cuaca Ekstrem

BMKG Imbau Waspada, Curah Hujan di Kabupaten Semarang Masih Berpotensi Tinggi dan Bisa Picu Cuaca Ekstrem

BMKG Imbau Waspada, Curah Hujan di Kabupaten Semarang Masih Berpotensi Tinggi dan Bisa Picu Cuaca Ekstrem

Hujan dengan intensitas tinggi kembali mengguyur kawasan Ungaran, Kabupaten Semarang setelah sebelumnya terjadi penurunan curah hujan, Selasa (4/11/2025). Foto: win
Hujan dengan intensitas tinggi kembali mengguyur kawasan Ungaran, Kabupaten Semarang setelah sebelumnya terjadi penurunan curah hujan, Selasa (4/11/2025). Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Meski dalam beberapa hari terakhir intensitas hujan di wilayah Kabupaten Semarang dan Kota Semarang tampak menurun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada. Pasalnya, pada awal November ini curah hujan di wilayah Jawa Tengah, termasuk Semarang, masih berpotensi tinggi dan dapat kembali disertai cuaca ekstrem.

Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Semarang, Giyarto, menjelaskan bahwa saat ini wilayah Jawa Tengah tengah memasuki fase penurunan curah hujan atau subsidensi. Namun kondisi tersebut bersifat sementara.

“Pada awal November ini memang terjadi penurunan curah hujan di beberapa wilayah Jawa Tengah, tetapi intensitasnya diperkirakan akan meningkat kembali dalam waktu dekat,” ujar Giyarto, Selasa (4/11/2025).

Ia menyebut, secara klimatologis periode Oktober hingga Desember merupakan masa dengan sifat hujan di atas normal di sebagian besar wilayah Jawa Tengah. Beberapa faktor atmosfer seperti konvergensi angin dan gangguan di wilayah ekuator masih berpotensi memicu pembentukan awan hujan dalam skala besar.

“Setelah periode subsidensi ini, potensi terbentuknya awan konvektif besar akan meningkat. Awan-awan ini bisa menimbulkan hujan lebat, petir, bahkan angin kencang dalam durasi singkat,” tambahnya.

BMKG mencatat, perlambatan konvektivitas di lapisan atmosfer dapat memicu munculnya awan kumulonimbus, yang kerap menjadi pemicu cuaca ekstrem. Karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan hujan deras, banjir, maupun tanah longsor di wilayah rawan.

“Kami mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan, terutama di daerah dengan topografi perbukitan dan sistem drainase yang kurang baik,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan, menjelaskan berkaitan dengan cuaca ekstrem ini Kabupaten Semarang memiliki sejumlah wilayah yang rawan bencana hidrometeorologi.

Wilayah lereng gunung seperti Banyubiru, Getasan, Sumowono, dan Jambu berpotensi mengalami longsor. Sedangkan Suruh, Bringin, Bancak, dan Kaliwungu rawan puting beliung, sedangkan banjir kerap melanda Ungaran, Ambarawa, Tuntang, Getasan, dan Susukan.

“Kami sudah menyiagakan personel dan peralatan bersama unsur TNI, Polri, serta relawan kebencanaan. Sistem peringatan dini manual juga telah dibangun untuk memperkuat sinergi komunikasi dan penanganan,” tuturnya. (win)

BACA JUGA :

Seorang pengendara sepeda motor Honda Scoopy berinisial AF (21) meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, tepatnya di kawasan Kumpulrejo, Argomulyo, Sabtu pagi (20/6/2026). Kecelakaan diduga terjadi karena korban kurang konsentrasi saat berkendara hingga motornya oleng ke kiri dan masuk ke parit. Korban sempat dirawat di RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo sebelum dinyatakan meninggal dunia.
Alami Laka Tunggal di JLS, Pengendara Scoopy Meninggal Dunia
Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum dari berbagai daerah di Indonesia yang tergabung dalam DEMFASNA menyoroti pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) saat Silaturahmi Nasional di UIN Salatiga, Kamis (18/6/2026). Mereka meminta pemerintah mengevaluasi program prioritas agar tepat sasaran, transparan, akuntabel, serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat menuju Indonesia Emas 2045.
Gelar Silaturahmi Nasional di Salatiga, Mahasiswa Soroti Berbagai Program
Pemerintah Kabupaten Semarang akan menata kawasan Gembol di Bawen dan Tegal Panas di Bergas melalui rapat koordinasi lintas sektoral yang melibatkan Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan organisasi kemasyarakatan. Penataan dilakukan untuk mengubah kawasan agar lebih bermanfaat bagi masyarakat, termasuk rencana pembangunan masjid di Gembol serta penyusunan konsep pemanfaatan lahan Tegal Panas dengan memperhatikan mekanisme ganti rugi bagi warga terdampak.
Dok! Gembol dan Tegal Panas Bakal Ditutup, Pemkab Semarang Siapkan Penataan
Komisi B DPRD Kabupaten Semarang mempertanyakan keabsahan izin penjualan minuman beralkohol yang dimiliki Over O Bar and Kitchen di Ungaran setelah hasil konfirmasi ke DPMPTSP dan Dinas Perdagangan menyatakan tidak pernah menerbitkan izin tersebut. Dewan meminta penjualan minuman beralkohol dihentikan sementara hingga status perizinan dan kepatuhan terhadap ketentuan jarak lokasi usaha serta kewajiban pajak dapat dipastikan sesuai aturan yang berlaku.
DPRD Kabupaten Semarang Soroti Izin Miras Over O, Penjualan Alkohol Diminta Dihentikan Sementara

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

TERKINI

Hadir saat Wisuda PPG di UIN Salatiga, Menteri Wihaji Tekankan Peran Guru sebagai Penanam Nilai
Hadir saat Wisuda PPG di UIN Salatiga, Menteri Wihaji Tekankan Peran Guru sebagai Penanam Nilai
Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga mengukuhkan 3.167 Guru Profesional PPG Dalam Jabatan Batch 4 Tahun 2025 di Auditorium Kampus 3, Sabtu (20/6/2026). Pengukuhan dilakukan setelah para peserta lulus...
Seorang pengendara sepeda motor Honda Scoopy berinisial AF (21) meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, tepatnya di kawasan Kumpulrejo, Argomulyo, Sabtu pagi (20/6/2026). Kecelakaan diduga terjadi karena korban kurang konsentrasi saat berkendara hingga motornya oleng ke kiri dan masuk ke parit. Korban sempat dirawat di RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo sebelum dinyatakan meninggal dunia.
Alami Laka Tunggal di JLS, Pengendara Scoopy Meninggal Dunia
Seorang pengendara sepeda motor Honda Scoopy berinisial AF (21) meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, tepatnya di kawasan Kumpulrejo, Argomulyo,...
20 Juni 2026 Pasang Laut Semarang Puncak Pukul 11.00–14
20 Juni 2026: Pasang Laut Semarang Puncak Pukul 11.00–14.00 WIB, Tinggi Air Capai 1 Meter
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang memprakirakan pasang laut maksimum di pesisir Semarang dan sekitarnya terjadi pada Sabtu, 20 Juni 2026, pukul 11.00–14.00 WIB dengan tinggi muka air...
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani Semarang memprakirakan cuaca di Kota Semarang dan sebagian wilayah Jawa Tengah pada Sabtu, 20 Juni 2026, didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan. Hujan ringan berpotensi terjadi pada sore hingga awal malam, terutama di kawasan pegunungan, dataran tinggi, dan wilayah sekitarnya.
20 Juni 2026: Cuaca Semarang Cerah Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi Sore Hari di Sejumlah Wilayah Jawa Tengah
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani Semarang memprakirakan cuaca di Kota Semarang dan sebagian wilayah Jawa Tengah pada Sabtu, 20 Juni 2026, didominasi...
Tingkatkan Kemampuan Personel, Damkar Salatiga Gelar Bimtek Kebakaran dan Evakuasi Korban
Tingkatkan Kemampuan Personel, Damkar Salatiga Gelar Bimtek Kebakaran dan Evakuasi Korban
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Salatiga menggelar bimbingan teknis manajemen kebakaran gedung dan evakuasi korban di bangunan bertingkat selama empat hari di PT SCI dan Pasar Raya 2 Salatiga. Kegiatan ini...
Muat Lebih

POPULER

Ribuan Jamaah Hadiri Silaturrahmi Nasional Perdana Annitho Aswaja di Semarang
Ribuan Jamaah Hadiri Silaturrahmi Nasional Perdana Annitho Aswaja di Semarang
Seorang pengendara sepeda motor Honda Scoopy berinisial AF (21) meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, tepatnya di kawasan Kumpulrejo, Argomulyo, Sabtu pagi (20/6/2026). Kecelakaan diduga terjadi karena korban kurang konsentrasi saat berkendara hingga motornya oleng ke kiri dan masuk ke parit. Korban sempat dirawat di RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo sebelum dinyatakan meninggal dunia.
Alami Laka Tunggal di JLS, Pengendara Scoopy Meninggal Dunia