KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Desa Banyukuning Digagas Jadi Sekolah Alam Berbasis Keberagaman

Desa Banyukuning Digagas Jadi Sekolah Alam Berbasis Keberagaman

Desa Banyukuning Digagas Jadi Sekolah Alam Berbasis Keberagaman

Lead:

UNGARAN – Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Banyukuning, Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang menyelenggarakan acara Soft Launching Desa Wisata Desa Banyukuning belum lama ini. Acara itu dikemas melalui tema Festival Ekonomi Kreatif mulai dari kuliner, seni dan pertunjukan yang dikemas dengan event sekolah alam dan kebencanaan.

Menurut Ketua Pokdarwis Desa Banyukuning Triyanto, saat ini Desa Wisata sebagai wisata utama di Bandungan bisa sejajar dengan obyek wisata yang dikelola oleh investor.

“Salah satu potensi wisata alam ada di Dusun Kedungwangan yang saat ini memiliki Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mendukung aktivitas outbound, camping, sekolah sungai, sekolah kebencanaan dan wisata desa,” kata dia.

Tak hanya itu, bahkan menurut Triyanto yang menarik adalah Kedungwangan diklaim sebagai Desa Pancasila, dimana di lingkup wilayah yang kecil ternyata dihuni warga dengan beragam adat, agama dan seni budaya.

“Dengan kemajemukan tersebut ternyata masyarakat bisa hidup berdampingan dengan rukun dan damai,” terangnya.

Camat Bandungan Anang Sukoco menyampaikan bahwa Pemkab Semarang sangat mendukung inisiasi Desa Wisata Kedungwangan yang berlokasi di pinggir sungai.

“Hal itu sekaligus sebagai stimulan warga untuk menjaga sungai dari sampah dan limbah demi mendukung proses penyelamatan Danau Rawapening. Bahkan, pemerintah siap untuk memasarkan Desa Wisata Banyukuning,” ujarnya.

Dukungan serupa juga diungkapkan Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kabupaten Semarang Heru Subroto.

“Dukungan dari kami sebagai punggawa kebencanaan yakni dengan memberikan pelatihan kebencanaan secara kontinyu serta melakukan pendampingan assesment lokasi wisata dari aspek kebencanaan dan kedaruratan,” jelasnya. (win)

Kabar Terkini

POPULER

Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Trans Banyumas Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Trans Banyumas: Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
BMKG memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Sabtu, 26 September 2026, didominasi cerah hingga berawan. Hasil observasi di Semarang pukul 05.30 WIB mencatat suhu 26,9°C dan kelembapan 72 persen, dengan angin tenggara 9 km/jam. Hujan ringan berpotensi terjadi di wilayah pegunungan, dataran tinggi, dan sekitarnya.
26 September 2026: Cuaca Semarang Cerah Berawan, Jateng Berpotensi Hujan di Pegunungan
Pemkab Semarang memanfaatkan ganti kerugian aset daerah terdampak Tol Jogja-Bawen senilai sekitar Rp112 miliar untuk membangun fasilitas publik di Bawen. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menjelaskan pembangunan dilakukan dalam bentuk tanah dan bangunan pengganti, meliputi kantor kelurahan, RTH, balai RW, serta gedung TK dan SD yang terdampak proyek tol.
Rp40 Miliar Ganti Rugi Tol Jogja-Bawen Disulap Jadi Fasilitas Publik di Bawen, Ditarget Rampung Februari 2027
[pekok2]