URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Talud dengan ketinggian 3,5 meter di Dusun Sepakung Wetan Banyubiru Kabupaten Semarang longsor akibat diguyur hujan lebat dan menimpa salah satu rumah warga setempat pada Kamis (4/11/2021) petang.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Diguyur Hujan Deras, Talud Longsor dan Timpa Rumah di Sepakung

Diguyur Hujan Deras, Talud Longsor dan Timpa Rumah di Sepakung

Diguyur Hujan Deras, Talud Longsor dan Timpa Rumah di Sepakung

featured-img

UNGARAN – Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan Desa Sepakung Banyubiru Kabupaten Semarang, Kamis (4/11/2021) sore. Hal itu mengakibatkan talud sepanjang 20 meter dengan ketinggian 3,5 meter milik Jumeri warga Dusun Sepakung Wetan longsor.

Longsoran talud tersebut menimpa bangunan rumah yang berada di bawahnya sehingga menimbulkan kerusakan cukup parah pada bagian atap dan tembok rumah.

Kepala Desa Sepakung Ahmat Nuri mengatakan kronologi jebolnya talud tersebut diakibatkan luapan aliran hujan dari saluran air.

“Kemarin (Kamis) sore hujannya deras dari jam 14.30. Aliran air hujan dari wilayah atas tidak tertampung seluruhnya di saluran air hingga melimpas ke talud dan mengakibatkan talud ambrol sekira jam 17.00,” terangnya saat dikonfirmasi pada Jumat (5/11/2021).

Dijelaskan Nuri, jebolnya talud milik Jumeri itu menimpa rumah Mulyani. Akibatnya bagian atap dan dinding teras rumah Mulyani rusak.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Hanya saja atap dan tembok teras rusak lumayan parah,” kata dia.

Atas kejadian tersebut Pemerintah Desa Sepakung segera berkoordinasi dengan Satgas Tanggap Bencana Kecamatan Banyubiru, Polsek, Koramil setempat dan BPBD Kabupaten Semarang untuk melaksanakan upaya evakuasi dan pembersihan lokasi longsor.

“BPBD sudah mengirimkan bantuan logistik. Sementara upaya pembersihan kami laksanakan tadi pagi hingga selesai,” ujarnya.

Nuri mengimbau agar masyarakat berwaspada terhadap intensitas curah hujan yang cenderung meningkat.

“Efek badai La Nina membuat curah hujan semakin tinggi. Tingkatkan kewaspadaan dan silakan lapor dengan cepat kepada satgas tanggap bencana kecamatan jika terjadi bencana alam,” timpalnya.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kabupaten Semarang Heru Subroto menyampaikan pihaknya telah membuat surat edaran ke masing-masing pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Camat tentang efek badai La Nina yang diprediksi berlangsung mulai November 2021 hingga Februari 2022.

“Fenomena ini memicu bencana hidrometeorologi seperti curah hujan tinggi, banjir, tanah longsor dan puting beliung. Kami minta Camat untuk memperkuat posko siaga bencana,” jelasnya.

Selain itu, mitigasi bencana baik struktural dan non struktural juga telah dilakukan.

“Tingkatkan giat pemantauan daerah rawan bencana terutama daerah lereng dan dataran tinggi. Jika hujan lebih dari satu jam dengan intensitas lebat dan lokasinya memiliki tingkat ancaman bencana yang tinggi maka tidak ada salahnya mengungsi ke tempat yang aman,” tandasnya. (win)

BACA JUGA :

Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengalihan status guru PPPK dari pemerintah daerah menjadi pegawai pemerintah pusat mulai 2027 mendapat perhatian Pemkab Semarang. BKPSDM Kabupaten Semarang menyatakan masih menunggu petunjuk teknis resmi pemerintah pusat, terutama terkait administrasi, pembiayaan, pembinaan, kewenangan, serta mekanisme pengelolaan ribuan guru PPPK dan PNS di daerah.
4.200 PPPK Guru di Kabupaten Semarang Berpotensi Diambil Alih Pusat, BKPSDM Tunggu Juknis

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat aktif memeriksa data kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), termasuk desil yang tercatat, di Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026). Warga dapat menyanggah data yang tidak sesuai melalui laman kementerian agar penyaluran bantuan dan program pemberdayaan lebih tepat sasaran.
Warga Diminta Aktif Cek Data Desil dan Sanggah Data DTSEN
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved