URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Talud sepanjang 10 meter dengan ketinggian 11 meter milik Zaenal Arifin (38), warga Dusun Wonokasihan, Desa Bedono, Jambu, Kabupaten Semarang ambrol dan menimpa bangunan di bawahnya, Selasa (16/11/2021) sore.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Diguyur Hujan Lebat, Talud Rumah Warga Ambrol Timpa Kandang Kambing

Diguyur Hujan Lebat, Talud Rumah Warga Ambrol Timpa Kandang Kambing

Diguyur Hujan Lebat, Talud Rumah Warga Ambrol Timpa Kandang Kambing

featured-img

UNGARAN – Hujan dengan intensitas tinggi terjadi hampir merata di seluruh wilayah Kabupaten Semarang, Selasa (16/11/2021). Fenomena hidrometeorologi itu mengakibatkan bencana tanah longsor di wilayah Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang.

Diketahui, talud rumah milik Zaenal Arifin (38) warga RT 08 RW 08 Dusun Wonokasihan, Bedono, Jambu, Kabupaten Semarang itu longsor akibat guyuran hujan lebat. Talud dengan panjang 10 meter dan tinggi 11 meter itu menimpa bangunan yang ada di bawahnya.

Kepala Desa Bedono Slamet Hidayanto saat dikonfirmasi pada Rabu (17/11/2021) menuturkan kejadian berawal saat hujan deras dengan durasi yang cukup lama. Diduga bangunan talud/ pondasi rumah tidak kuat menahan arus air karena lokasinya berada di tanah perengan sehingga runtuh.

“Runtuhan talud mengenai kandang kambing dan kelinci milik Markimun yang berada persis di bawah talud,” ujarnya.

Meski tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, bagian dapur rumah milik Zaenal ikut roboh terbawa longsor. Sedangkan kerugian material atas musibah tersebut ditaksir mencapai Rp25 juta.

“Lokasinya memang ada di perengan ya, sehingga rawan longsor. Keluarga tetap tinggal di rumahnya, sementara untuk keperluan masak pindah ke bagian rumah yang masih aman,” urai dia.

Slamet mengakui selain rumah milik Zaenal, masih banyak terdapat bangunan warga lain yang berada di tanah perengan. Oleh karena itu pihaknya segera akan melakukan pendataan sebagai langkah pencegahan dan antisipasi terhadap potensi bencana longsor.

“Setiap tahun memang bencana longsor rutin terjadi, terutama di Dusun Jerukwangi dan Wonokasihan. Warga sebenarnya bersedia pindah ke lokasi yang aman, tapi tidak punya pilihan lain,” imbuhnya.

Slamet mengimbau kepada warganya agar meningkatkan kewaspadaan di musim hujan sebagai bagian dari tanggap bencana.

“Kalau pas hujan lebat turun, usahakan setiap rumah ada anggota keluarga yang berjaga. Jangan ditinggal tidur semua, sehingga jika sewaktu-waktu terjadi bencana bisa segera ditangani,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Abdul Ghoffar Rozin menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan kolaborasi lintas elemen dalam menghadapi bencana saat Apel Kesiapsiagaan Jambore Relawan NU Peduli se-Jawa Tengah di Bumi Perkemahan Harda Walika, Gunungpati, Kota Semarang, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan ini diisi peluncuran aplikasi NU Risk, penyerahan bantuan kebencanaan, serta penanaman pohon sebagai upaya memperkuat respons bencana, pemulihan korban, dan konservasi lingkungan.
Gus Rozin: Relawan NU Peduli Harus Siaga, Cepat dan Utamakan Kemanusiaan
Ribuan warga dan wisatawan memadati Alun-alun Salatiga, Jumat (24/7/2026), untuk mengikuti Kenduri Rakyat dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-1276 Kota Salatiga. DPRD Kota Salatiga menyediakan 7.000 porsi makanan dan minuman gratis serta satu gunungan raksasa sebagai wujud rasa syukur dan kebersamaan. Antusiasme masyarakat membuat ratusan stan kuliner habis diserbu hanya dalam hitungan menit
Ribuan Warga Salatiga Berebut 7.000 Porsi Makanan Gratis dalam Acara Kenduri Rakyat HUT Salatiga
Rumah pasangan lansia Muhroji (73) dan Munarti (65) di Dusun Pledokan, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, akhirnya mendapat sambungan listrik pada Kamis (23/7/2026) setelah sekitar 20 tahun hidup tanpa aliran listrik. Penyambungan dilakukan menyusul koordinasi Pemerintah Kabupaten Semarang, Pemerintah Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, dan PLN, sehingga keluarga tersebut kini dapat menikmati penerangan listrik untuk kebutuhan sehari-hari dan mendukung proses belajar anak mereka.
Rumah Muhroji Sudah Terang Benderang, Buku Pelajaran Sang Anak Tak Lagi 'Belepotan' Minyak Goreng
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.54
Kejati Jateng dan Kejari Salatiga Lelang Barang Rampasan, Awan Prastyo Imbau Masyarakat Waspadai Penipuan
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah dan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok menggelar pertemuan strategis di Semarang untuk memperkuat kerja sama pendidikan, kebudayaan, dan hubungan persahabatan Indonesia–Tiongkok. Pertemuan yang dihadiri Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Gus Rozin beserta sejumlah pimpinan perguruan tinggi membahas penyediaan pengajar Bahasa Mandarin, peluang beasiswa, kemudahan visa, serta pengembangan jejaring akademik sebagai upaya meningkatkan kolaborasi antar kedua negara.
PWNU Jawa Tengah Perkuat Kerja Sama Strategis dengan Konsulat Jenderal Tiongkok, Fokus pada Pendidikan, Beasiswa, dan Hubungan Bilateral
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga