URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ingin jalin kerjasama dengan Jepang terkait penanggulangan bencana. Itu disampaikannya saat menerima kunjungan Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Kanasugi Kenji di Jawa Tengah, Selasa (21/12/2021).

Mbak Google

KABAR RASIKA

Dikunjungi Dubes Jepang, Ganjar Ingin Kerjasama Penanggulangan Bencana

Dikunjungi Dubes Jepang, Ganjar Ingin Kerjasama Penanggulangan Bencana

Dikunjungi Dubes Jepang, Ganjar Ingin Kerjasama Penanggulangan Bencana

featured-img

Dalam kesempatan itu, papar Ganjar, Jepang juga akan melalukan kerjsasama untuk menanggulangi terorisme.

“Disamping itu juga, bagaimana kita mencegah terorisme, deradikalisasi. Konsen juga jepang yang bisa kita kerjsamakan, dan sudah banyak tukar-menukar pelajar kerjasama dibidang pendidikan,” imbuhnya.

Ganjar juga tertarik untuk membangun kerjasama dengan Jepang dalam penanggulangan bencana. Itu disampikan karena ia pernah berkunjung ke Negeri Sakura tersebut.

“Rasa-rasanya Jawa Tengah berkepentingan membangun kerjsama dalam bidang penanggulangan bencana, kebetulan saya pernah berkunjung ke sana dan kemudian kita akan melakukan kerjsama itu. Jadi menurut saya sangat bagus,” tegasnya.

Sementara Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Kanasugi Kenji menuturkan bahwa ada sebanyak 21 perusahaan dan 300 warga Jepang di Jawa Tengah. Mereka berkontribusi besar dalam menunmbuhkan ekonomi di Jawa Tengah.

“Saya ingin meningkatkan hubungan eknomi dan berbagai bidang lebih lanjut di masa depan. Dan saya juga berbicara dengan Pak Gubernur untuk bidang keamanan, pendidikkan dan kebudayaan, meningkatkan kerjsama ini lebih lanjut,” tandasnya.

Halaman 2 dari 2
✓ Selesai Dibaca

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo: Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved