RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Disdikbudpora Kabupaten Semarang Tegaskan Tak Ada Opsi Regrouping di SDN Sugihan 3

Disdikbudpora Kabupaten Semarang Tegaskan Tak Ada Opsi Regrouping di SDN Sugihan 3

Disdikbudpora Kabupaten Semarang Tegaskan Tak Ada Opsi Regrouping di SDN Sugihan 3

Pemandangan di salah satu rombongan belajar si SDN Sugihan 3 dengan jumlah siswa yang minim. (Foto/win)

UNGARAN – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sugihan 3, Tengaran, Kabupaten Semarang harus menerima kenyataan tak ada peminat sama sekali pada Penerimaan Pesera Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2022/2023 ini. Praktis tidak ada siswa yang mengisi rombongan belajar (rombel) kelas 1 di SD yang lokasinya memang jauh dari permukiman tersebut.

Menyikapi hal itu Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang Sukaton Purtomo Priyatmo mengatakan tidak akan melakukan upaya penggabungan atau regrouping di SD tersebut.

“Tidak mungkin dilakukan regrouping, justru harus kami pelihara. Kalau digabung merugikan masyarakat, yang sudah mau sekolah jadi tidak mau sekolah,” ujarnya saat dikonformasi di Ungaran, Kamis (14/7/2022).

Menurut Katon, alasan tidak mungkin dilakukan regrouping adalah karena jarak antara SDN Sugihan 3 dengan sekolah yang lain cukup jauh. Sehingga dikhawatirkan jika digabung, semakin mengurangi minat peserta didik untuk belajar di sekolah tersebut.

“Jarak antar sekolah bisa mencapai 2 kilometer, kasihan kalau harus digabung. Itu jadi satu-satunya harapan masyarakat sekitar sekolah,” katanya.

Oleh karena itu pihaknya meminta agar pengelola sekolah khususnya kepala sekolah untuk bisa berinovasi agar masyarakat terutama orang tua mau menyekolahkan anaknya di SDN Sugihan 3. Sebab, Madrasah Ibtidaiyah di daerah tersebut bisa ramai peminatnya, akan tetapi SD negeri justru tak ada peminat.

“Intinya kepala sekolah kami dorong untuk kreatif terutama dalam memfasilitasi siswanya. Misalnya dengan menyediakan armada antar jemput dan sebagainya,” sambungnya.

Katon menambahkan, pihaknya akan terus melakukan monitoring dan evaluasi terkait kondisi SDN Sugihan 3 tersebut. Jika terpaksa tidak ada peminat pada tahun-tahun berikutnya, maka PPDB akan dihentikan sementara terlebih dahulu.

“Kita lihat perkembangannya seperti apa. Kalau tetap seperti ini terus maka siswa yang saat ini ada biar tuntas semua dulu. Setelah semuanya lulus, baru dibuka kembali PPDB,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, SDN Sugihan 3, Tengaran, Kabupaten Semarang tidak mendapatkan peserta didik baru pada tahun ajaran 2022/2023. Sehingga siswa yang saat ini belajar di satuan pendidikan tersebut hanya terdiri dari kelas 2 hingga kelas 6 dengan jumlah 30 anak. (win)

BACA JUGA :

Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan
Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Tim Penilai Blackspot Therapy Polda Jawa Tengah melakukan survei dan penilaian Jalur Penyelamat di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, Selasa (1/9/2026), untuk memetakan potensi kerawanan kecelakaan. Tim memeriksa kondisi jalan, rambu, marka, fasilitas keselamatan, dan lingkungan sekitar sebagai dasar penyusunan rekomendasi penanganan.
Tim Polda Jateng Cek Jalur Penyelamat JLS Salatiga, Amati Situasi Lalin Penyebab Laka

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved

Lebar: px

Tinggi: px

                 

Warning: Undefined variable $output in /home/u503210056/domains/rasikafm.com/public_html/wp-content/plugins/pekok/pekok.php on line 157