RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Dishub Jateng Siapkan Skenario Antisipasi Kemacetan Arus Mudik Lebaran 2023

Dishub Jateng Siapkan Skenario Antisipasi Kemacetan Arus Mudik Lebaran 2023

Dishub Jateng Siapkan Skenario Antisipasi Kemacetan Arus Mudik Lebaran 2023

Dinas Perhubungan (Dishub) Jateng antisipasi menghadapi lonjakan pemudik pada libur lebaran tahun 2023. Dishub Jateng bersama dengan kepolisian akan menyiapkan skenario untuk mengantisipasi kemacetan arus lalu lintas di beberapa titik rawan macet seperti exit tol, pasar tumpah, tempat wisata, dan pusat oleh-oleh.
Foto:/IST
Personel Dishub Jateng akan melakukan penjagaan pada sejumlah titik lokasi yang rawan mengalami kemacetan.

Semarang – Dinas Perhubungan (Dishub) Jateng telah menyiapkan skenario untuk mengantisipasi kemacetan arus lalu lintas mudik lebaran 2023. Hal ini dilakukan karena diperkirakan akan ada 12,9 juta pemudik yang akan memasuki Jateng pada libur lebaran tahun ini.

Dishub Jateng akan bekerja sama dengan kepolisian untuk melakukan penjagaan pada sejumlah titik lokasi yang rawan mengalami kemacetan, seperti exit tol, pasar tumpah, tempat wisata, dan pusat oleh-oleh.

Menurut Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dishub Jateng, Syurya Deta Syafrie, terdapat beberapa titik yang rawan macet seperti exit tol Bawen Kabupaten Semarang, Banyumanik Kota Semarang, serta exit tol Solo dan Demak.

Selain itu, Dishub Jateng akan menyediakan kantong parkir pada bahu jalan dan menerapkan larangan parkir sembarangan. Petugas juga akan memasang water barrier di sejumlah titik untuk mengurai kemacetan arus lalu lintas.

Rest area tol juga menjadi area rawan macet, oleh karena itu Dishub Jateng mengimbau pemudik untuk memilih rest area yang kosong jika hendak beristirahat.

Selain itu, Dishub Jateng juga selalu mengarahkan masyarakat untuk memaksimalkan penggunaan transportasi umum. Sebab penggunaan kendaraan pribadi kerap menjadi penyebab macetnya lalu lintas.

“Kami imbau maksimalkan angkutan umum yang ada baik itu bus, kereta api, maupun kapal. Seandainya pakai kendaraan pribadi ya mematuhi rambu-rambu dan arus lalu lintas,” kata Deta saat ditemui media Jumat 14 April 2023.

BACA JUGA :

Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan
Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Tim Penilai Blackspot Therapy Polda Jawa Tengah melakukan survei dan penilaian Jalur Penyelamat di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, Selasa (1/9/2026), untuk memetakan potensi kerawanan kecelakaan. Tim memeriksa kondisi jalan, rambu, marka, fasilitas keselamatan, dan lingkungan sekitar sebagai dasar penyusunan rekomendasi penanganan.
Tim Polda Jateng Cek Jalur Penyelamat JLS Salatiga, Amati Situasi Lalin Penyebab Laka

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved

Lebar: px

Tinggi: px

              

Warning: Undefined variable $output in /home/u503210056/domains/rasikafm.com/public_html/wp-content/plugins/pekok/pekok.php on line 157