HOME

Ganjar Apresiasi Warga Margoyoso Magelang Gunakan Perdes Dan Mitos

Ganjar Apresiasi Warga Margoyoso Magelang Gunakan Perdes Dan Mitos

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on google
Share on pinterest

Gubernur Ganjar Pranowo saat penanaman pohon di Desa Margoyoso, Salaman, Magelang, Minggu (17/1/2021). (Ist)

RASIKAFM – Desa Margoyoso Kecamatan Salaman Magelang memiliki cara unik untuk menjaga kelestarian lingkungan. Selain memiliki peraturan desa yang mengatur tentang lingkungan, ada juga mitos yang dipercaya masyarakat, bahwa perusak lingkungan akan mendapat hal yang tidak diinginkan.

Hal itu ditemukan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat melakukan penanaman pohon di desa Margoyoso, Minggu (17/1) kemarin. Di tempat penanaman pohon itu, lingkungan masih terjaga sangat asri, dengan pepohonan rimbun dan air yang bersumber dari 88 mata air mengalir dengan jernihnya.

Kepada Ganjar, Kades Margoyoso, Adi Daya Perdana mengatakan bahwa dahulu desa tersebut kering kerontang. Hampir setiap tahun, warganya selalu meminta bantuan air bersih untuk keperluan sehari-hari. Setelah itu digalakkan konservasi lingkungan. Untuk mendukungnya, dibuat peraturan desa yang mengatur tidak boleh ada penebangan pohon besar dan giat melakukan penanaman. Selain itu, mitos tentang keangkeran pohon-pohon besar juga dihidupkan. Dengan kepercayaan mistis dan peraturan desa ini, upaya melakukan konservasi cukup berhasil.Terbukti, di desa itu muncul puluhan mata air dengan air yang sangat jernih. Saat ini, di Dusun Silumut sudah ada 88 mata air. Selain itu, di dusun lain ada juga beberapa mata air yang jumlahnya lebih dari 20 titik. Untuk meningkatkan kepedulian bersama, maka Adi Daya membentuk sebuah gerakan bernama ‘Sedulur Tunggal Banyu’. Dengan gerakan itu, maka masyarakat bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan agar mata air tetap terjaga sampai anak cucu.




Semntara itu Ganjar sendiri sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan warga Margoyoso itu. Dengan peraturan desa serta mengedepankan kearifan lokal, langkah-langkah pelestarian lingkungan bisa benar-benar tercapai. Penanaman pohon lanjut Ganjar harus terus digencarkan sebagai upaya melindungi mata air. Untuk itu, pihaknya mengajak seluruh masyarakat giat menanam pohon, apalagi saat ini masih musim penghujan.

Dalam penanaman pohon tersebut, turut hadir pula Bupati Magelang, Zaenal Arifin, sejumlah warga dan anggota karang taruna. Sebanyak 500 pohon ditanam dalam kesempatan itu, meliputi jenis Gayam, Durian, Jambu dan Sirsak.(kominfo)

SHARE

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest
KABAR JAWA TENGAH

KABAR TERKAIT
KABAR TERBARU
10 KABAR POPULER
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on whatsapp