URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Hetero for Startup Season 3 telah diluncurkan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pada 21 Maret 2023. Tujuan gerakan Hetero for Startup adalah untuk memberdayakan kewirausahaan dan membantu entrepreneur mempercepat pertumbuhan bisnis. Program ini juga memberikan kesempatan untuk membangun jejaring antar entrepreneur.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Ganjar Luncurkan Hetero for Startup Season 3 untuk Mendorong Pertumbuhan Bisnis

Ganjar Luncurkan Hetero for Startup Season 3 untuk Mendorong Pertumbuhan Bisnis

Ganjar Luncurkan Hetero for Startup Season 3 untuk Mendorong Pertumbuhan Bisnis

featured-img

Hetero for Startup season 3 telah resmi diluncurkan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pada hari Selasa (21/3/2023). Gerakan Hetero for Startup bertujuan untuk memberdayakan kewirausahaan dan membantu para entrepreneur mempercepat pertumbuhan bisnisnya.

Setelah meluncurkan Hetero for Startup 3 di Cinepolis Java Super Mall, Kota Semarang, Ganjar mengaku sangat antusias untuk melihat munculnya ide-ide kreatif dan entrepreneur baru dari program ini. Selain itu, Hetero for Startup juga memberikan kesempatan untuk membangun jejaring antar entrepreneur.

“Sudah season 3 ya. Harapan saya akan memunculkan banyak entrepreneur baru. Lalu di antara mereka nanti akan berkumpul dan berbagi pengalaman. Harapan juga, para peserta ini aset jejaring yang bisa dibangun. Tentu saja para mentor yang canggih-canggih dan hebat-hebat ini akan bisa mengawal, memberikan treatment agar usaha kawan-kawan muda ini bisa tumbuh kembang,” katanya.

Ganjar berharap Hetero for Startup 3 dapat memberikan lebih banyak inspirasi dibandingkan musim-musim sebelumnya. Terutama sejak Hetero for Startup season 2, sudah banyak peserta dari luar Jawa Tengah yang turut meramaikan acara tersebut. Ke depan, Hetero for Startup diharapkan dapat menjangkau lebih banyak entrepreneur baru, tidak hanya di Jawa Tengah, tetapi juga di seluruh Indonesia.

“Saya senang, saya bangga karena udah sampai season 3. Mudah-mudahan nantinya ini akan betul-betul bisa menjangkau kawan-kawan entrepreneur baru, dan mulai beberapa waktu lalu hampir dari seluruh Indonesia ikut serta menjadi peserta di sini. Itu tentu saja memberikan pengalaman bagus buat mereka yang mau jadi pengusaha. Mudah-mudahan manfaat, di tengah situasi yang sulit kita harus optimis,” katanya.

Kehadiran peserta dari berbagai daerah di Indonesia sebenarnya tidak diprediksi saat Ganjar Pranowo pertama kali meluncurkan Hetero for Startup. Awalnya, Hetero for Startup dirancang sebagai wadah untuk membangun kreativitas entrepreneur yang sedang merintis startup baru di Jawa Tengah. Oleh karena itu, untuk season 3 ini diharapkan dapat memiliki dampak yang lebih besar, terutama dalam hal memperkuat jejaring antar peserta.

“Saya dulu bicaranya Jawa Tengah. Tapi ada yang lupa bahwa satu kejadian di Jawa Tengah bisa dibaca di manapun dengan alat ini (gawai) karena dunia digital. Kita nggak bisa lagi bicara aksi-aksi lokal itu dipartisi sehingga nggak bisa keluar, nggak bisa. Dunia digital sudah memaksa semua borderless. Begitu kita buat, maka ada orang yang tertarik, maka nggak bisa nggak. Kita aksi lokal tapi dampaknya bisa global. Pada saat itulah kemudian yang lain bicara ada yang mau ikut dan datang maka saya katakan komunitas ini akan bisa menjadi kekuatan jejaring karena mereka berasal dari banyak tempat,” jelas Ganjar.

Hetero for Startup lahir dari kolaborasi antara Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah dengan anak-anak muda dalam menciptakan coworking space bernama Hetero Space. Hetero Space adalah wujud nyata dari impian Ganjar untuk memiliki satu tempat yang dapat membantu menyelesaikan berbagai masalah bisnis.

Tempat ini dapat mempertemukan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah agar dapat berbagi pengalaman dan saling membantu dalam mengatasi berbagai kendala. Berbagai kegiatan kemudian dilakukan, sehingga memunculkan banyak ide, fasilitas, sistem, dan metode baru yang diberikan oleh para mentor yang terlibat.

“Dari keluh kesah mereka ini mengerucut pada satu sikap, saya mau jadi pengusaha, punya problem skill dan knowledge, maka nanti akan di-training. Saya memilih problem akses keuangan, perbankan nanti kami hadirkan, atau barangkali investor kami hadirkan, sehingga mereka bisa berjumpa dan kemudian untuk bisa maju mereka butuh orang-orang untuk mendampingi. Maka tadi dicarikan mentor-mentor profesional, bukan kami. Karena mungkin kami tidak memiliki kemampuan sampai sehebat mereka (mentor). Mereka kita hire agar kemudian bisa mendampingi,” tandas Ganjar.

BACA JUGA :

Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela
Artis nasional Anang Hermansyah dan Ashanty mengunjungi Kota Salatiga pada Selasa (18/8/2026) malam untuk menjajaki pemanfaatan sejumlah lokasi sebagai tempat pengambilan gambar film. Didampingi Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, rombongan juga menikmati suasana kota sekaligus mengenal potensi budaya, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif setempat.
Kenakan Blangkon Pecis dan Syal Motif Khas Salatiga, Artis Anang dan Ashanty Keliling Kota

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan