URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo soft launching Mal Pelayanan Publik (MPP) di Kabupaten Klaten, Selasa (22/11). Sebanyak 25 instansi dengan total 140 jenis pelayanan bisa dimanfaatkan dalam satu gedung oleh masyarakat Klaten.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Ganjar Luncurkan MPP ke 19 di Jawa Tengah

Ganjar Luncurkan MPP ke 19 di Jawa Tengah

Ganjar Luncurkan MPP ke 19 di Jawa Tengah

featured-img

RASIKAFM.COM | KLATEN – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo soft launching Mal Pelayanan Publik (MPP) di Kabupaten Klaten, Selasa (22/11). Sebanyak 25 instansi dengan total 140 jenis pelayanan bisa dimanfaatkan dalam satu gedung oleh masyarakat Klaten.

Bupati Klaten, Sri Mulyani mengatakan MPP Klaten dibangun berdampingan dengan taman kuliner. Secara resmi taman itu akan beroperasi pada tahun 2023 dan digunakan oleh pelaku UMKM bidang kuliner.

“MPP ini sengaja kami tempatkan di sini, agar ke depan pelaku usaha kuliner Klaten dikenal oleh seluruh masyarakat yang akan memanfaatkan perijinan di sini,” katanya.

Bupati yang akrab disapa Yani itu menuturkan, pembangunan MPP Klaten dilakukan dua tahap. Pada tahap I tahun 2021 menghabiskan anggaran Rp 7 miliar dan tahum 2022 menelan anggaran sebesar Rp 2,8 miliar.

“Kita harapkan MPP ini bisa dimaksimalkan, seluruh instansi yang ada di sini. Harapan saya kehadiran MPP ini jadi eskalasi atas pelayanan prima di seluruh instansi,” ujarnya.

Pembangunan MPP ini diapresiasi oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Menurutnya keberadaan Mal Pelayanan Publik ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah agar layanannya lebih cepat dan terintegrasi.

Salah satu contoh, Ganjar sempat bertemu warga Klaten yang sedang membayar pajak kendaraan dan mengurus perizinan. Warga yang mengurus perizinan sempat terkendala karena alamat KTPnya telah berpindah, tapi bisa diselesaikan tanpa perlu pindah gedung.

“Jadi proses fairnya seperti apa, bayarannya berapa dan semua bisa ditampilkan sehingga masyarakat bisa tahu,” ujarnya.

Ganjar juga senang dengan pemilihan tempat MPP disatukan dengan taman kuliner. Sehingga nantinya warga yang ke MPP sekaligus kulineran.

Fasilitas pendukung seperti gedung yang ramah bagi disabilitas dan ketersediaan ruang laktasi juga satu hal yang bagus.

“Gedungnya cukup bagus representatif . Mudah-mudahan orang datang juga senang,” ucapnya.

Ganjar menyebut hampir seluruh daerah kini memiliki MPP. Ia mendorong keberadaan MPP ini untuk memudahkan dan maksimal dalam melayani masyarakat.

“Sudah hampir semua, tapi belum semua, saya lupa angkanya. Kita mendorong seluruh kabupaten/kota punya agar layanannya lebih cepat,” tandasnya.

Sebagai informasi, saat ini setidaknya sudah ada 19 MPP di Jawa Tengah. Di antaranya MPP Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Boyolali, Sukoharjo, Sragen, Kota Surakarta, Karanganyar, Kota Salatiga, Kota Magelang, Kota Semarang, Kendal, Kudus, Jepara, Pati, Blora, Kebumen, Purworejo, Banyumas, Grobogan dan Klaten.

BACA JUGA :

Dosen STAI Kuningan, Dakhori, menjelaskan bahwa istilah Londo Ireng kini berkembang sebagai simbol kritik terhadap praktik kekuasaan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat. Pernyataan tersebut disampaikan kepada Rasika FM, Minggu (26/7/2026), sebagai refleksi atas ketimpangan sosial, pembangunan, dan demokrasi. Menurutnya, kritik terhadap kebijakan merupakan bagian penting dalam menjaga akuntabilitas pemerintahan serta memastikan kemerdekaan benar-benar dirasakan masyarakat.
Istilah Londo Ireng Kembali Muncul, Dr. Dakhori Soroti Bahaya Mental Penjajah di Tubuh Bangsa Sendiri
Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Abdul Ghoffar Rozin menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan kolaborasi lintas elemen dalam menghadapi bencana saat Apel Kesiapsiagaan Jambore Relawan NU Peduli se-Jawa Tengah di Bumi Perkemahan Harda Walika, Gunungpati, Kota Semarang, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan ini diisi peluncuran aplikasi NU Risk, penyerahan bantuan kebencanaan, serta penanaman pohon sebagai upaya memperkuat respons bencana, pemulihan korban, dan konservasi lingkungan.
Gus Rozin: Relawan NU Peduli Harus Siaga, Cepat dan Utamakan Kemanusiaan
Ribuan warga dan wisatawan memadati Alun-alun Salatiga, Jumat (24/7/2026), untuk mengikuti Kenduri Rakyat dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-1276 Kota Salatiga. DPRD Kota Salatiga menyediakan 7.000 porsi makanan dan minuman gratis serta satu gunungan raksasa sebagai wujud rasa syukur dan kebersamaan. Antusiasme masyarakat membuat ratusan stan kuliner habis diserbu hanya dalam hitungan menit
Ribuan Warga Salatiga Berebut 7.000 Porsi Makanan Gratis dalam Acara Kenduri Rakyat HUT Salatiga
Rumah pasangan lansia Muhroji (73) dan Munarti (65) di Dusun Pledokan, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, akhirnya mendapat sambungan listrik pada Kamis (23/7/2026) setelah sekitar 20 tahun hidup tanpa aliran listrik. Penyambungan dilakukan menyusul koordinasi Pemerintah Kabupaten Semarang, Pemerintah Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, dan PLN, sehingga keluarga tersebut kini dapat menikmati penerangan listrik untuk kebutuhan sehari-hari dan mendukung proses belajar anak mereka.
Rumah Muhroji Sudah Terang Benderang, Buku Pelajaran Sang Anak Tak Lagi 'Belepotan' Minyak Goreng
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.54
Kejati Jateng dan Kejari Salatiga Lelang Barang Rampasan, Awan Prastyo Imbau Masyarakat Waspadai Penipuan
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah dan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok menggelar pertemuan strategis di Semarang untuk memperkuat kerja sama pendidikan, kebudayaan, dan hubungan persahabatan Indonesia–Tiongkok. Pertemuan yang dihadiri Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Gus Rozin beserta sejumlah pimpinan perguruan tinggi membahas penyediaan pengajar Bahasa Mandarin, peluang beasiswa, kemudahan visa, serta pengembangan jejaring akademik sebagai upaya meningkatkan kolaborasi antar kedua negara.
PWNU Jawa Tengah Perkuat Kerja Sama Strategis dengan Konsulat Jenderal Tiongkok, Fokus pada Pendidikan, Beasiswa, dan Hubungan Bilateral

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Pemerintah Kota Salatiga resmi melakukan soft launching parkir elektronik di Jalan Monginsidi, Senin (27/7/2026), sebagai langkah mempercepat transformasi digital layanan publik. Program hasil kolaborasi dengan Bank Jateng ini menghadirkan sistem pembayaran retribusi parkir non-tunai untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, efisiensi, dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Uji coba dimulai di dua ruas jalan sebelum diperluas ke 20 titik pada Oktober 2026 dan ditargetkan menjangkau sekitar 120 titik parkir pada awal 2027.
Berharap PAD Naik, Pemkot Salatiga Luncurkan Uji Coba Parkir Elektronik
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga