URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sangat serius memperhatikan masa depan atlet di Jawa Tengah, khususnya bagi mereka yang memiliki bakat dan berprestasi. Terakhir Ganjar menyerahkan tali asih sebagai penghargaan kepada atlet difabel dan pelatih yang sukses menyabet medali di Paralympic 2020 Tokyo Jepang tahun lalu dan Peparnas Papua 2021.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Ganjar Siap Jamin Masa Depan Atlet Difabel Berprestasi

Ganjar Siap Jamin Masa Depan Atlet Difabel Berprestasi

Ganjar Siap Jamin Masa Depan Atlet Difabel Berprestasi

featured-img

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sangat serius memperhatikan masa depan atlet di Jawa Tengah, khususnya bagi mereka yang memiliki bakat dan berprestasi. Terakhir Ganjar menyerahkan tali asih sebagai penghargaan kepada atlet difabel dan pelatih yang sukses menyabet medali di Paralympic 2020 Tokyo Jepang tahun lalu dan Peparnas Papua 2021.

“Ini saya bersama atlet difabel di lomba Peparnas Papua 2021 dan ada juga yang berlaga di Paralympic 2020 di Jepang. Mereka yang ikut mengibarkan bendera merah putih di Jepang. Hari ini kita berikan tali asih sebagai penghargaan,” kata Ganjar Pranowo usai penyerahan secara simbolis di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (6/4/2022).

Tidak hanya memberikan tali asih, Ganjar juga meminta kepada pengurus National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Jawa Tengah untuk mendaftar semua atlet difabel di Jawa Tengah. Terutama mereka yang bertalenta, berprestasi, dan pernah mengharumkan nama Jawa Tengah serta Indonesia. Tujuannya adalah memberikan jaminan dan kesejahteraan di masa depan. Sebab, kata Ganjar, berdasarkan pengalaman yang ada banyak atlet berprestasi yang justru memiliki banyak masalah setelah pensiun.

“Tadi saya titipkan kepada pengurus NPCI Jawa Tengah agar mereka didaftar, bakatnya apa, cita-citanya apa. Tadi ada yang pengen sekolah S2 dan S3, jadi mereka sudah punya keinginan, punya talenta yang sudah mereka siapkan. Nah kita tinggal dorong karena sisi yang lain mungkin belum ada sehingga kita mintakan ke pengurus untuk mengecek dan mendata agar nanti pemerintah bisa membantu. Mereka yang berprestasi ini kami arahkan agar masa depan mereka lebih baik,” katanya.

Dalam kesempatan itu Ganjar juga berpesan kepada para atlet dari Jawa Tengah untuk bersiap menghadapi Asean Paragames 2022 di Surakarta pada bulan Juli Mendatang. Menurut Ganjar, torehan medali di Paralympic Tokyo tahun lalu membuktikan bahwa atlet difabel asal Jawa Tengah memiliki potensi besar untum berprestasi di kancah internasional.

“Mereka kita minta untuk siap-siap lagi, untuk latihan lagi, dan beberapa bukti sudah mereka torehkan bahwa kita sebenarnya mampu. Tinggal nanti para pelatih membaca strateginya agar mereka betul-betul siap. Sebenarnya di dunia olahraga itu sudah ketahuan kok, nanti tanding kita melawan siapa, begitu saja,” ungkap Ganjar.

Ketua NPCI Jawa Tengah, Osrita Muslim, mengucapkan terima kasih atas kepedulian dari Gubernur Ganjar Pranowo dan jajarannya kepada atlet difabel. Salah satunya dengan memberikan bonus yang sama dengan atlet PON.

“Sangat luar biasa. Itu adalah suatu yang luar biasa kami terima. Ke depan teman-teman diharapkan bisa berprestasi lebih lagi dan tetap mendapatkan perhatian dari Gubernur maupun Dispora Jateng,” ujar Osrita.

Hal senada juga disampaikan oleh peraih medali perunggu Paralympic Tokyo Jepang untuk cabang bulutangkis tunggal putra, Suryo Nugroho. Apresiasi dari Gubernur Ganjar Pranowo kepada atlet yang berprestasi sangat luar biasa. Langkah untuk memberikan jaminan masa depan atlet pasca pensiun juga patut untuk diapresiasi.

“Saya berterima kasih kepada Pak Ganjar atas apresiasi yang diberikan kepada saya dan teman-teman sebagai penyumbang medali perunggu di paralympic kemarin. Mudah-mudahan ke depan di Paris 2024 saya bisa lolos dan kembali bisa membanggakan nama Jawa Tengah di kancah Internasional,” ungkapnya.

Suryo yang ditemani peraih perunggu cabang atletik Paralympic 2020 Tokyo, Saptoyogo Nugroho, berharap prestasi yang diraihnya dapat menjadi contoh bagi atlet lainnya. Sebab semakin bagus prestasi seorang atlet, perhatian dari pemerintah pusat dan provinsi juga makin tinggi.

“Sangat senang (dengan perhatian Ganjar), kebetulan kami salah satunya saya dan Yugo ini sudah keterima menjadi PNS di Kemenpora. Sudah sangat terjamin. Bagi teman-teman jangan khawatir karena semakin tinggi prestasi, apresiasi dari pemerintah juga semakin bagus, bisa dimasukkan pegawai atau lainnya,” katanya.

BACA JUGA :

Ini Langkah yang Disiapkan untuk Atasi Rob di Pati
Ini Langkah yang Disiapkan untuk Atasi Rob di Pati
Pemkot Salatiga Komit Perkuat Pelayanan Publik dengan Delapan Aksi Perubahan
Pemkot Salatiga Komit Perkuat Pelayanan Publik dengan Delapan Aksi Perubahan
Jalin Kerjasama dengan BKBH FH USM Rutan Salatiga Perluas Akses Bantuan Hukum dan Keadilan
Jalin Kerjasama dengan BKBH FH USM Rutan Salatiga Perluas Akses Bantuan Hukum dan Keadilan
Program Inpres Jalan Daerah (IJD) dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah melalui peningkatan konektivitas antarwilayah. Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan hal itu saat peresmian bantuan IJD di Pendopo Kabupaten Pati, Selasa (23/6/2026), dengan menegaskan bahwa pembangunan jalan menuju kawasan wisata, desa wisata, serta sentra ekonomi akan menjadi prioritas untuk memperluas akses, memperlancar distribusi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat
IJD Jadi Penggerak Ekonomi Baru, Jateng Prioritaskan Jalan ke Kawasan Wisata
Sistem Kelistrikan Jawa Makin Stabil, PLN Berhasil Pulihkan Pembangkit yang Sempat Gangguan
Sistem Kelistrikan Jawa Makin Stabil, PLN Berhasil Pulihkan Pembangkit yang Sempat Gangguan
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan konsep aglomerasi wisata lintas daerah untuk menghubungkan berbagai destinasi unggulan dalam satu paket perjalanan terintegrasi. Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan rencana tersebut pada Rembug Pembangunan Provinsi Jawa Tengah 2026 di Kota Tegal, Senin (22/6/2026), guna memperluas dampak ekonomi pariwisata melalui konektivitas destinasi, penguatan infrastruktur, pengembangan 1.000 desa wisata, serta dukungan platform digital terpadu.
Liburan Sekali Jalan, Destinasi Banyak! Jateng Siapkan Paket Wisata Lintas Daerah untuk Dongkrak Ekonomi

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Sebanyak 70 pedagang daging sapi di Pasar Raya Salatiga menghentikan aktivitas jual beli selama lima hari, 22–26 Juni 2026, akibat kelangkaan pasokan sapi yang memicu kenaikan harga daging hingga Rp140.000 per kilogram. Pedagang mengaku penjualan menurun karena konsumen beralih ke bahan pangan lain, sehingga mereka meminta pemerintah turun tangan untuk menstabilkan harga dan menjaga keberlangsungan usaha.
Puluhan Pedagang Daging Sapi di Pasar Raya Kota Salatiga Sepakat Tidak Berjualan
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan puluhan miliar rupiah untuk pemeliharaan, rehabilitasi, dan peningkatan ruas jalan provinsi di kawasan Pantura Barat pada 2026. Kebijakan yang disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat Rembug Pembangunan di Kota Tegal, Senin (22/6/2026), bertujuan memulihkan kemantapan jalan yang menurun akibat curah hujan tinggi sekaligus mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Jalan Pantura Barat Jadi Prioritas, Pemprov Jateng Gelontorkan Puluhan Miliar Rupiah untuk Perbaikan dan Pemeliharaan
Seorang pengendara sepeda motor Honda Scoopy berinisial AF (21) meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, tepatnya di kawasan Kumpulrejo, Argomulyo, Sabtu pagi (20/6/2026). Kecelakaan diduga terjadi karena korban kurang konsentrasi saat berkendara hingga motornya oleng ke kiri dan masuk ke parit. Korban sempat dirawat di RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo sebelum dinyatakan meninggal dunia.
Alami Laka Tunggal di JLS, Pengendara Scoopy Meninggal Dunia