RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Hanya di Kampung Wujil Ramadan, Modal Rp100ribu-an Bisa Buka Puasa dengan 100 Menu Nusantara dan Dapat Motor

Hanya di Kampung Wujil Ramadan, Modal Rp100ribu-an Bisa Buka Puasa dengan 100 Menu Nusantara dan Dapat Motor

Hanya di Kampung Wujil Ramadan, Modal Rp100ribu-an Bisa Buka Puasa dengan 100 Menu Nusantara dan Dapat Motor

Pengunjung menikmati menu berbuka puasa di Kampung Wujil Ramadan, The Wujil Resort & Conventions, Bergas, Kabupaten Semarang. Foto: IST

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Momen berbuka puasa menjadi sesuatu yang sangat dinanti oleh umat Muslim saat Ramadan. Banyak yang menunggu waktu berbuka (ngabuburit) sambil berburu makanan.

Di Kabupaten Semarang, ada salah satu di antara tempat wisata sekaligus untuk ngabuburit dan menikmati hidangan berbuka puasa yakni di Kampung Wujil Ramadan, The Wujil Resort & Conventions, Bergas. Tempat ini menghadirkan konsep pasar dengan aneka kuliner khas daerah, street food dan takjil.

Disampaikan oleh Marketing & Brand Manager The Wujil, Venni Arshinta, Kampung Wujil Ramadan diadakan setiap hari mulai 12 Maret sampai 9 April 2024 dan dibuka mulai pukul 17.30 sampai 20.00 WIB di Taman Indah Sari Resto lantai satu.

“Tahun ini merupakan tahun ke-lima pelaksanaan Kampung Wujil Ramadan. Terdapat lebih dari 100 macam sajian yang siap memanjakan lidah pengunjung,” kata Venni, Rabu (27/3/2024) sore.

Di antara menu-menu tersebut adalah sajian khas daerah Sumatera, Sunda, Jawa, hingga Bali seperti Nasi Tutug Oncom, Selat Solo, Nasi Liwet Solo, Lontong Sayur Padang, Nasi Hejo Lampung, Nasi Gudeg dan Nasi Jinggo akan hadir sebagai salah satu rotasi menu.

“Menu terbaru ada aneka Sup Sari Laut yang terdiri dari Gulai Belly Ikan Salmon Kemangi, Sup Seafood Kelapa Muda, Sup Belly Ikan Tilapia Kuah dan Ikan
Tuna Kuah Kecombrang. Aneka takjil seperti Bubur Manis Taman Indah Sari, ragam jajan pasar dan kue juga tersedia,” ujarnya.

Selain menikmati hidangan berbuka puasa, lanjut Venni, pengunjung juga bisa berwisata sembari menunggu waktu berbuka di berbagai macam wahana di sana. Tak hanya menikmati hidangan, pengunjung juga berpeluang memenangkan undian berhadiah.

“Kita ada empat sepeda listrik yang akan diundi setiap Sabtu. Grand prizenya satu satu unit motor Honda All New Beat,” sambungnya.

Venni menambahkan, untuk semakin memeriahkan suasana, The Wujil juga menghadirkan live music pada setiap
acara buka puasa. Sedangkan untuk harganya dipatok Rp109.000 net per orang, ditambah promo beli 10 gratis satu.

“Harga tersebut juga termasuk 2.5 persen donasi yang akan disalurkan pada yang membutuhkan,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

Tri Susena (43), warga Gayamsari, Kota Semarang, rutin datang ke Ungaran setiap Jumat untuk menerima bantuan dalam program Jumat Berkah. Kondisi ekonomi dan pekerjaan yang tidak menentu membuat keluarganya kesulitan memenuhi kebutuhan. Pada Jumat (11/9/2026), sebanyak 400 paket sembako dari Alfamart dibagikan kepada masyarakat melalui program Bupati Semarang Ngesti Nugraha.
Tak Masuk Daftar Penerima Bansos, Warga Gayamsari Ini Rela ke Ungaran Berburu Jumat Berkah
PMI Kabupaten Semarang menargetkan penggalangan Bulan Dana 2026 mencapai Rp1,75 miliar, naik sekitar Rp400 juta dari capaian tahun sebelumnya. Target tersebut ditetapkan di tengah kondisi ekonomi yang menantang. Panitia akan menerapkan strategi kreatif agar penggalangan dana tidak membebani masyarakat, dengan melibatkan ASN, perusahaan, dan masyarakat umum.
Situasi Ekonomi Belum Stabil, PMI Kabupaten Semarang Kejar Target Bulan Dana Rp1,75 Miliar
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Satreskrim Polres Semarang mengungkap kasus penemuan jasad bayi perempuan di kebun kosong Dusun Kropoh, Desa Duren, Bandungan, Kamis (3/9/2026). Polisi menetapkan WAP (18) sebagai tersangka dan VA (17) sebagai pelaku anak. Bayi tersebut diduga hasil hubungan keduanya dan dikuburkan setelah lahir secara mandiri karena kehamilan disembunyikan.
Polisi Tetapkan Dua Sejoli sebagai Tersangka Pembuangan Bayi di Bandungan
Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Polres Semarang mengamankan dua tersangka dugaan pencurian kabel dan baterai tower telekomunikasi di sejumlah wilayah Kabupaten Semarang. Salah satu tersangka, BD, merupakan karyawan Telkomsel dan diduga mengajak IY melakukan pencurian di Desa Jambu pada 9 September 2026. Polisi juga mendalami keterlibatan keduanya dalam sedikitnya 12 lokasi pencurian baterai sejak Januari hingga Mei 2026.
Kabel dan Baterai di 12 Tower Milik Telkomsel Digasak Maling, Kerugian Capai Ratusan Juta
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani