KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Hanya di Kampung Wujil Ramadan, Modal Rp100ribu-an Bisa Buka Puasa dengan 100 Menu Nusantara dan Dapat Motor

Hanya di Kampung Wujil Ramadan, Modal Rp100ribu-an Bisa Buka Puasa dengan 100 Menu Nusantara dan Dapat Motor

Hanya di Kampung Wujil Ramadan, Modal Rp100ribu-an Bisa Buka Puasa dengan 100 Menu Nusantara dan Dapat Motor

Pengunjung menikmati menu berbuka puasa di Kampung Wujil Ramadan, The Wujil Resort & Conventions, Bergas, Kabupaten Semarang. Foto: IST

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Momen berbuka puasa menjadi sesuatu yang sangat dinanti oleh umat Muslim saat Ramadan. Banyak yang menunggu waktu berbuka (ngabuburit) sambil berburu makanan.

Di Kabupaten Semarang, ada salah satu di antara tempat wisata sekaligus untuk ngabuburit dan menikmati hidangan berbuka puasa yakni di Kampung Wujil Ramadan, The Wujil Resort & Conventions, Bergas. Tempat ini menghadirkan konsep pasar dengan aneka kuliner khas daerah, street food dan takjil.

Disampaikan oleh Marketing & Brand Manager The Wujil, Venni Arshinta, Kampung Wujil Ramadan diadakan setiap hari mulai 12 Maret sampai 9 April 2024 dan dibuka mulai pukul 17.30 sampai 20.00 WIB di Taman Indah Sari Resto lantai satu.

“Tahun ini merupakan tahun ke-lima pelaksanaan Kampung Wujil Ramadan. Terdapat lebih dari 100 macam sajian yang siap memanjakan lidah pengunjung,” kata Venni, Rabu (27/3/2024) sore.

Di antara menu-menu tersebut adalah sajian khas daerah Sumatera, Sunda, Jawa, hingga Bali seperti Nasi Tutug Oncom, Selat Solo, Nasi Liwet Solo, Lontong Sayur Padang, Nasi Hejo Lampung, Nasi Gudeg dan Nasi Jinggo akan hadir sebagai salah satu rotasi menu.

“Menu terbaru ada aneka Sup Sari Laut yang terdiri dari Gulai Belly Ikan Salmon Kemangi, Sup Seafood Kelapa Muda, Sup Belly Ikan Tilapia Kuah dan Ikan
Tuna Kuah Kecombrang. Aneka takjil seperti Bubur Manis Taman Indah Sari, ragam jajan pasar dan kue juga tersedia,” ujarnya.

Selain menikmati hidangan berbuka puasa, lanjut Venni, pengunjung juga bisa berwisata sembari menunggu waktu berbuka di berbagai macam wahana di sana. Tak hanya menikmati hidangan, pengunjung juga berpeluang memenangkan undian berhadiah.

“Kita ada empat sepeda listrik yang akan diundi setiap Sabtu. Grand prizenya satu satu unit motor Honda All New Beat,” sambungnya.

Venni menambahkan, untuk semakin memeriahkan suasana, The Wujil juga menghadirkan live music pada setiap
acara buka puasa. Sedangkan untuk harganya dipatok Rp109.000 net per orang, ditambah promo beli 10 gratis satu.

“Harga tersebut juga termasuk 2.5 persen donasi yang akan disalurkan pada yang membutuhkan,” pungkasnya. (win)

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

Pemkot Semarang menertibkan sekitar 57 pedagang kaki lima di sepanjang Jalan Kaligawe Raya hingga perbatasan Demak, Selasa (3/11/2026). Penertiban dilakukan untuk membuka akses normalisasi drainase sepanjang hampir empat kilometer yang terhambat bangunan dan sampah. Langkah ini diharapkan memperlancar aliran air serta mengurangi potensi banjir di kawasan Kaligawe dan Genuk.
Penertiban PKL Kaligawe hingga Perbatasan Sayung Berlangsung Kondusif, Normalisasi Drainase Segera Dilakukan
Pemprov Jawa Tengah mengalokasikan hampir Rp71 miliar untuk pengadaan 1.507 alat dan mesin pertanian (alsintan) bagi kelompok tani dan Gapoktan di berbagai daerah. Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jateng Defransisco Dasilva Tavares menyebut bantuan tersebut ditujukan untuk meningkatkan produktivitas, menekan biaya produksi, serta mempercepat modernisasi pertanian.
Pemprov Jateng Salurkan Ribuan Alsintan Modern, Dorong Minat Gen Z Terjun ke Sektor Pertanian
Ungaran Innovative Expo 2026 Wadah 107 Inovator Bumi Serasi Menuju Kabupaten Sangat Inovatif
Ungaran Innovative Expo 2026: Wadah 107 Inovator Bumi Serasi Menuju Kabupaten Sangat Inovatif
Universitas Kristen Satya Wacana mengajak generasi muda memahami investasi secara rasional melalui Seminar Nasional Now or Never 2026 bertema Beyond the Price, Finding Value, and Building Wealth in Uncertain Markets. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Investor Club Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UKSW ini menghadirkan investor Lo Kheng Hong, Legendary Value Investor Indonesia dan akademisi Profesor Budi Frensidy, Komisaris Utama Samuel Tumbuh Bersama, sebagai narasumber, Rabu (04/11/2026), di Auditorium Fakultas Teknologi Informasi (FTI) UKSW. Dalam seminar yang diikuti 350 peserta ini, kedua narasumber mengajak peserta memahami investasi saham dengan mempertimbangkan nilai intrinsik, kualitas perusahaan, prospek bisnis, dan risiko investasi. Dalam pemaparannya, Profesor Budi Frensidy menekankan bahwa keputusan investasi perlu didasarkan pada perbandingan antara nilai intrinsik dan harga pasar suatu aset. Menurutnya, investor tidak cukup hanya melihat harga saham, tetapi perlu memperkirakan nilai perusahaan melalui analisis fundamental. “Kita mencari saham atau aset yang nilainya di atas harganya,” tegasnya. Budi mengulas sejumlah pendekatan dalam penilaian saham, antara lain discounted cash flow, kelipatan harga (price multiple), dan residual income. Berbagai metode tersebut dapat membantu investor memperkirakan nilai perusahaan dengan mempertimbangkan arus kas, kinerja, serta prospek bisnis. Ia juga mengingatkan bahwa hasil valuasi dapat berbeda bergantung pada metode dan asumsi yang digunakan. Sementara itu, Lo Kheng Hong membagikan pengalaman panjangnya berinvestasi di pasar modal Indonesia. Ia mengulas perjalanan investasinya serta sejumlah periode penurunan pasar yang justru dinilainya sebagai peluang bagi investor untuk menemukan saham perusahaan berkualitas dengan harga menarik. “Saham is the best choice,” ungkapnya, menegaskan pandangannya terhadap investasi saham. Menurutnya, penurunan harga saham tidak selalu harus disikapi dengan kepanikan, tetapi perlu dianalisis berdasarkan kondisi dan kualitas perusahaan. Dalam memilih perusahaan untuk investasi, Lo Kheng Hong menekankan pentingnya memperhatikan integritas dan kompetensi manajemen, kualitas bisnis, serta prospek perusahaan. Ia juga memperkenalkan konsep sleeping shareholder, yakni menjadi pemegang saham perusahaan berkualitas dan memperoleh manfaat dari pertumbuhan bisnis maupun pembagian dividen tanpa harus terlibat langsung dalam operasional perusahaan. Melalui kedua pemaparan tersebut, peserta memperoleh gambaran bahwa investasi membutuhkan pengetahuan, kesabaran, dan kemampuan mengambil keputusan berdasarkan analisis. Pemahaman terhadap perusahaan yang dipilih menjadi salah satu hal penting agar investor tidak sekadar mengikuti tren atau pergerakan harga pasar. Wakil Rektor Bidang Keuangan, Infrastruktur, dan Perencanaan (WR KIP) UKSW Priyo Hari Adi, menyampaikan bahwa kehadiran dua narasumber memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar investasi dari perspektif akademik dan pengalaman praktis. Ia berharap seminar ini mendorong mahasiswa mengelola keuangan secara cakap dan berintegritas, serta mengambil keputusan investasi dengan mempertimbangkan manfaat dan risikonya. Ia juga mengingatkan bahwa tujuan investasi bukan semata-mata memperoleh keuntungan sebesar-besarnya, melainkan mencapai hasil yang optimal dengan mempertimbangkan risiko. “Dalam pasar modal, kita tidak boleh hanya berbicara mengenai hasil yang maksimal, tetapi hasil yang optimal karena selalu ada manfaat sekaligus risiko,” ungkapnya. Dekan FEB UKSW Dr. Yefta Andi Kus Noegroho turut mengingatkan peserta agar mencermati perkembangan pasar dan tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan investasi. Pemahaman terhadap kondisi perusahaan dan dinamika pasar menjadi bekal penting sebelum menentukan langkah investasi.
Seminar Nasional Now or Never 2026, Lo Kheng Hong dan Budi Frensidy Hadir di UKSW
[pekok2]