KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Hanyut Saat Mandi Di Sungai Welo, Bocah Berusia 15 Tahun Asal Pekalongan Ditemukan Meninggal Dunia

Hanyut Saat Mandi Di Sungai Welo, Bocah Berusia 15 Tahun Asal Pekalongan Ditemukan Meninggal Dunia

Hanyut Saat Mandi Di Sungai Welo, Bocah Berusia 15 Tahun Asal Pekalongan Ditemukan Meninggal Dunia

SEMARANG – Seorang bocah berusia 15 tahun ditemukan meninggal dunia usai hanyut di Sungai Welo Kota Pekalongan pada Minggu (31/10/2021) sekitar pukul 23.30 WIB.

Korban bernama Mirza warga Segorek RT 06 RW 02 Kelurahan Klego, Kecamatan Pekalongan Timur itu pertama kali dilaporkan tenggelam pada
Minggu (31/10) sekitar pukul 13.00 WIB.

Saat itu, Mirza bersama temannya AS (16) mandi di lokasi tersebut. Pada saat setelah 30 menit mandi, keduanya terbawa arus namun Arif bisa selamat dengan pegangan pohon.

“Tetapi Mirza terbawa arus hanyut tenggelam” ungkap Kepala Kantor SAR Semarang Heru Suhartanto kepada RASIKAFM, Senin (1/11/2021).

Ia menduga, keduanya hanyut lantaran pada saat mandi sedang turun hujan yang mengakibatkan debit air semakin naik dan aliran air yang deras.

“Hulu sungai Welo terjadi hujan debit air meningkat arus deras diduga korban terseret air dan tidak bisa menyelamatkan diri hanyut tenggelam,” bebernya.

Mengetahui hal tersebut, pihaknya memberangkatkan 1 Tim Rescue untuk melakukan operasi disertai perlengkapan SAR air. Kondisi sungai Welo memiliki lebar kurang lebih 15 meter dan berkarakteristik bebatuan serta arus yang sangat deras,

“Korban ditemukan di Desa Kalimojosari Kecamatan Doro dalam keadaan meninggal dunia, jarak dari tempat kejadian kurang lebih 4 KM selanjutnya korban dibawa ke rumah duka,” bebernya.

Dengan ditemukannya korban maka operasi SAR dinyatakan selesai, tim SAR yang terlibat kembali kesatunnya masing- masing.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

IMG-20250513-WA0020
Komunitas Zeusa USA, Tambah Tua Semakin Digdaya
Tiga Rumah Warga di Tingkir Lor Sabtu Sore Hangus Terbakar, Kerugian 1 Milyar
Tiga Rumah Warga di Tingkir Lor Sabtu Sore Ludes Terbakar, Kerugian 1 Milyar
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Semarang meminta rencana pengembangan panas bumi atau geotermal di kawasan Gedongsongo dan Sepakung dikaji ulang. Dalam audiensi dengan DPRD Kabupaten Semarang, Jumat (16/10/2026), PCNU menyoroti potensi dampak terhadap sumber mata air, pertanian, dan pariwisata serta mendorong studi banding ke daerah yang telah mengembangkan proyek serupa.
PCNU Kabupaten Semarang Minta Proyek Geotermal Dikaji Ulang, Ditengarai Ancam Pertanian dan Wisata
Tuan Rumah 12 Cabor Porprov XVII, Salatiga Bidik Prestasi, Targetkan 51 Emas
Tuan Rumah 12 Cabor Porprov XVII, Salatiga Bidik Prestasi, Targetkan 51 Emas
[pekok2]