RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Hujan Deras Minggu Sore di Salatiga Sebabkan Banjir dan Longsor

Hujan Deras Minggu Sore di Salatiga Sebabkan Banjir dan Longsor

Hujan Deras Minggu Sore di Salatiga Sebabkan Banjir dan Longsor

Lokasi banjir dirumah warga Salatiga

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Akibat hujan deras yang melanda kota Salatiga menyebabkan banjir di beberapa wilayah Kota Salatiga, Minggu (11/5/2025) sore.

Sejumlah wilayah perkotaan tak luput dari genangan air. Banjir terjadi akibat sungai yang melintas di tengah permukiman tidak mampu menampung volume air yang tinggi, sehingga air meluap ke permukiman warga.

Beberapa wilayah terdampak banjir antara lain Kalioso, Kalitaman, Pancuran, dan kompleks Pasar Ayam. Selain banjir, dilaporkan terjadi tanah longsor di wilayah RT 3/RW 1 Butuh, Kelurahan Kutowinangun Lor, Kecamatan Tingkir. Longsor tersebut menutup akses jalan antarwilayah dengan material longsoran.

Hendra Budi, warga Jalan Talang Tirto RT 2/RW 4 Pancuran, mengatakan bahwa hujan yang turun sangat deras dan berlangsung terus-menerus dalam beberapa hari terakhir.

“Dalam beberapa hari terakhir ini memang hujan terjadi sampai siang hingga malam hari, intensitasnya cukup deras,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa tidak ada korban luka dalam kejadian tersebut, namun terdapat beberapa kerusakan.

“Kalau warga yang luka sepengetahuan saya tidak ada, tapi ada kerusakan. Di antaranya dua sepeda motor dan dua gerobak karena arus air cukup deras,” tuturnya.

Di wilayah Kalitaman, Sutarno, warga setempat, menjelaskan bahwa air masuk ke rumah warga karena sungai di sekitar lokasi tak mampu lagi menampung debit air hujan.

“Warga siaga untuk mengantisipasi, termasuk menyelamatkan barang-barang di dalam rumah,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Salatiga, Roy Anjar, mengatakan bahwa setelah hujan mereda, beberapa titik banjir mulai surut.

“Sebagian anggota masih dalam penanganan di rumah yang terendam, kami fokus di Pasar Ayam karena merupakan pusat perekonomian,” paparnya.

BACA JUGA :

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Jejak Perangkat Elektronik Antar Polisi Ungkap Kasus Hilangnya Mozza, Terduga Pelaku Pembunuhan Ditangkap di Blora
Identitas kerangka manusia yang ditemukan di kawasan Jangli, Semarang, mulai mengerucut pada Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Gebugan, Bergas, yang dilaporkan hilang sejak Juni 2025. Keluarga mengenali sejumlah ciri, seperti gigi lengkap, gingsul, tambalan gigi, dan jepit rambut. Polisi masih menunggu pemeriksaan forensik dan pencocokan DNA.
Gingsul, Tambalan Gigi hingga Jepit Rambut: Ciri Kerangka Jangli Mengarah ke Mozza
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran