RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Hujan Deras, Tembok Kolam Retensi Perumahan di Sidorejo Salatiga Jebol

Hujan Deras, Tembok Kolam Retensi Perumahan di Sidorejo Salatiga Jebol

Hujan Deras, Tembok Kolam Retensi Perumahan di Sidorejo Salatiga Jebol

Potongan tembok perumahan yang jebol

RASIKAFM. COM | SALATIGA – Tembok Perumahan di Kecamatan Sidorejo, Salatiga jebol akibat diguyur hujan lebat, Jumat (1/12/2023) .

Beruntung dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa tapi kerugian material. Lantaran tembok jebol berada di dataran lebih tinggi.

Sementara, bagian bawah terdapat pemukiman warga sehingga air dan material tanah berwarna cokelat pekat bercampur bebatuan masuk ke pemukiman warga.

Ari Sastro Handoko, seorang warga, menjelaskan bahwa tembok penahan yang jebol merupakan bagian dari proyek perumahan.

“Tembok yang jebol itu milik proyek pembangunan perumahan,” kata Ari.

Dalam insiden tersebut, satu rumah warga mengalami kerusakan, dan rumah milik Suki juga terkena dampak.

Ari berharap pihak pengembang dapat menangani dengan baik dampak dari jebolnya tanggul tersebut.

Ia menyoroti pentingnya pembuatan pondasi yang kuat dan saluran pembuangan air yang memadai dalam proses pembangunan perumahan.

Terpisah Kepala BPBD Kota Salatiga, Anjar mengatakan, kejadian robohnya tembok tengah digarap pengembangan Perumahan Wahid Salatiga.

Diduga waktu bersamaan turun hujan lebat, tanah di bagian bawah tembok tergerus hingga akhir jebol.

Ia pun memastikan, saat ini BPBD Salatiga tengah berupaya keras menangani jebolnya tanggul

Penampakan banjir akibat tembok jebol (Vidio dok warga)

BACA JUGA :

Sebanyak 31 sapi di Kota Salatiga terkonfirmasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sepanjang Januari hingga 4 September 2026. Dispangtan Salatiga menyebut lalu lintas sapi dari luar daerah menjadi faktor utama penyebaran penyakit. Dari jumlah tersebut, 30 sapi telah sembuh dan satu dipotong paksa, sementara saat ini tidak ada kasus aktif.
31 Sapi di Salatiga Terjangkit PMK, Dinas Pantau Lalu Lintas Ternak
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Tim sepak bola Popda Kota Salatiga berhasil menjadi juara Popda Jawa Tengah 2026 setelah mengalahkan Kabupaten Wonogiri 1-0 pada partai final. Sebelumnya, Salatiga menyingkirkan Kota Semarang melalui adu penalti 5-3 di semifinal. Gelar ini diraih berkat konsistensi, kekompakan, dan mental bertanding para pemain muda sepanjang kompetisi.
Skuad Muda Juara, Perjuangan Tim Sepak Bola Salatiga di ajang Popda Jateng Berbuah Manis
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Jejak Perangkat Elektronik Antar Polisi Ungkap Kasus Hilangnya Mozza, Terduga Pelaku Pembunuhan Ditangkap di Blora

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran