URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Wali Kota Salatiga Robby Hernawan meluncurkan gerakan “Stop Jentik” sebagai langkah serius untuk menanggulangi ancaman penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang masih mengintai masyarakat. Peluncuran ini dilakukan oleh Pemerintah Kota Salatiga dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk Sekda, perwakilan Kementerian Kesehatan, Kementerian Agama, Kepala Rutan, Direktur RS, Camat, Kepala Puskesmas, serta Ketua PKK.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Jadi Ancaman Serius, Wali Kota Salatiga Luncurkan Gerakan Stop Jentik

Jadi Ancaman Serius, Wali Kota Salatiga Luncurkan Gerakan Stop Jentik

Jadi Ancaman Serius, Wali Kota Salatiga Luncurkan Gerakan Stop Jentik

featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Wali Kota Salatiga Robby Hernawan luncurkan gerakan “Stop Jentik” di Ruang BLC Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Salatiga belum lama ini. Peluncuran ini merupakan langkah serius pemerintah kota dalam menanggulangi penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang masih menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat perkotaan.

Acara peluncuran ini dihadiri Sekretaris Daerah Kota Salatiga, Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit Kementerian Kesehatan Kota Salatiga, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Salatiga, Kepala Rutan Kota Salatiga, serta beberapa Kepala OPD, Direktur Rumah Sakit, Camat se-Kota Salatiga, Kepala Puskesmas se-Kota Salatiga, dan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Salatiga.

Robby menyoroti fluktuasi kasus demam berdarah di Salatiga, yang sebagian besar disebabkan oleh masih berkembang biaknya jentik nyamuk di masa peralihan musim hujan ke kemarau. “Adanya siklus 3 tahunan dan 5 tahunan kejadian demam berdarah diharapkan bisa menjadikan kewaspadaan yang lebih dengan cara Stop Jentik,” tegas Wali Kota.

Berbagai upaya penanggulangan DBD telah dilakukan, seperti penyelidikan epidemiologi, pemeriksaan jentik berkala, dan pemberantasan sarang nyamuk. Namun, dengan peluncuran gerakan “Stop Jentik” ini, Wali Kota berharap ada peningkatan kewaspadaan dan upaya pencegahan yang lebih gencar, khususnya dari Dinas Kesehatan, untuk mengantisipasi siklus kejadian DBD.

Wali Kota juga menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi dari berbagai pihak. “Baik sektor pemerintah, institusi swasta, bahkan unit-unit pelayanan publik harus diberdayakan untuk sama-sama memberantas jentik nyamuk,” ajaknya.

Diketahui, gerakan “Stop Jentik” ini memiliki beberapa tujuan utama, yaitu
menurunkan angka kejadian penyakit demam berdarah.Meningkatkan angka bebas jentik di semua kelurahan serta meningkatnya keterlibatan lintas sektoral dan kader kesehatan sebagai cerminan peran masyarakat sehingga terciptanya Kota Salatiga yang sehat.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Salatiga, dr. Prasit Al Hakim, menjelaskan mengenai pentingnya kolaborasi untuk menurunkan kasus demam berdarah di Salatiga. Ia menggarisbawahi bahwa upaya pencegahan adalah tanggung jawab bersama.” Pencegahan DBD bukan habya tugas pemerintah saja, namun tugas bersama,” katanya.

BACA JUGA :

Alumni dan peneliti Universitas Kristen Satya Wacana mengembangkan Mikoologi atau Mikoo, kit budidaya jamur tiram sebagai sarana belajar dan bermain anak sekaligus produk komersial. Riset yang berlangsung Maret–Mei 2025 itu mematangkan media tanam agar jamur tumbuh cepat, konsisten, dan aman dikonsumsi, sehingga membantu orang tua mengurangi waktu penggunaan gawai anak melalui aktivitas merawat tanaman.
Mahasiswa UKSW Riset Jamur Mikoologi, Berhasil Masuk ke Swalayan
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengikuti rute 5K Rupiah Borobudur Playon 2026 di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Minggu (5/7/2026), sambil mendorong kursi roda putranya. Ajang yang diikuti sekitar 4.000 pelari ini digelar Bank Indonesia Jawa Tengah untuk mengedukasi cinta rupiah, menggerakkan UMKM, memperkuat sport tourism, serta menyalurkan sekitar Rp600 juta dana pendaftaran kepada 10 desa.
Sambil Dorong Kursi Roda Sang Anak, Ahmad Luthfi Ramaikan Rupiah Borobudur Playon 2026
Pemerintah Kabupaten Semarang melalui BKUD akan mengoptimalkan pajak parkir toko modern dan ritel setelah pembayaran pengelola dinilai belum sesuai perhitungan volume kendaraan. Kepala BKUD Rudibdo menyampaikan strategi tersebut di Ungaran, Kamis (2/7/2026), melalui sosialisasi kepada pengelola agar fasilitas parkir gratis tetap memenuhi kewajiban pajak sesuai regulasi dan meningkatkan pendapatan asli daerah.
Penerimaan Parkir Toko Modern di Kabupaten Semarang Tak Optimal, Ini Strategi BKUD Kejar Potensi Pajak Parkir
Puluhan remaja Pecinta dan Pelestari Alam Tengaran menebar 1.900 bibit ikan di aliran Sungai Serang, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Minggu (5/7/2026). Aksi yang digagas Ketua RW 02 Dukuh Krajan, Sowam Ahmadi, menggunakan donasi warga untuk memulihkan ekosistem pascapencemaran limbah sekaligus mengedukasi generasi muda agar menjaga kelestarian sungai.
Jaga Kelestarian Alam, Remaja di Tengaran Tebar Ribuan Bibit Ikan di Sungai Serang
Sebanyak 4.000 pelari mengikuti Rupiah Borobudur Playon 2026 di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Minggu (5/7/2026). Bank Indonesia Jawa Tengah bersama pemerintah daerah menggelar lomba 5K dan 10K untuk menggerakkan sport tourism, UMKM, edukasi rupiah, serta pengendalian inflasi, sekaligus menyalurkan lebih dari Rp600 juta dana pendaftaran bagi pengelolaan sampah di 10 desa sekitar Borobudur.
Semangat Sport Tourism, Ribuan Pelari Ramaikan Rupiah Borobudur Playon 2026
M. Iksan (55), warga Pungkursari, Kota Salatiga, merakit Yamaha Vixion 155 cc menjadi Jeep Willys mini berwarna hijau army selama tiga bulan dengan biaya sekitar Rp30 juta. Ia memadukan mesin motor, persneling serta kaki-kaki Daihatsu Zebra, lalu membentuk bodi dari rangka besi dan pelat agar kendaraan dapat digunakan melintasi jalan kota hingga tanjakan Bandungan.
Kreatif! Tukang Cat di Salatiga ini Sulap Motor Yamaha Vixion jadi Jeep Willys Mini

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Pengelola Warung Soemantri, Gani Nur Rahman, memprotes penutupan akses utama menuju lokasi usahanya di Jalan dr. O. Notohamidjojo, Blotongan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, yang terjadi akibat pemasangan pagar oleh pihak lain. Kondisi tersebut dinilai menghambat pembangunan, menyulitkan pengunjung, serta berdampak pada rencana pengembangan warung sebagai ruang kreatif, edukasi, dan kawasan konservasi.
Pengelola Warung Soemantri Protes, Akses Pintu Masuk Ditutup Pagar
Satreskrim Polres Semarang menangkap seorang pelatih taekwondo berinisial R (52) atas dugaan pencabulan terhadap muridnya yang masih berusia 13 tahun di sebuah tempat latihan di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Peristiwa yang terjadi pada 30 Maret 2026 itu dilaporkan keluarga korban ke polisi hingga berujung penangkapan tersangka pada Selasa (30/6/2026). Polisi menjerat tersangka dengan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual dan KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara yang dapat diperberat karena adanya relasi kuasa.
Aksi Bejat Pelatih Taekwondo di Ambarawa: Cabuli Muridnya Lalu Beri Uang Tutup Mulut
Pemerintah Kota Salatiga melalui Dinas Perdagangan menyiapkan Shelter Kridanggo sebagai pusat penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) kuliner melalui program SIPEKAT. Rencana tersebut disampaikan dalam kegiatan diseminasi di Aula Dinas Perdagangan Kota Salatiga sebagai upaya menyelaraskan penataan ruang kota, fungsi jalan, dan pemberdayaan ekonomi pedagang melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan serta sektor perbankan.
PKL Kuliner Salatiga akan Dipusatkan di Shelter Kridanggo