URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Jalan PTP Ngobo di Desa Wringin Putih, Bergas, Kabupaten Semarang rusak parah hingga membahayakan pengendara. Warga protes dengan spanduk karena sering terjadi kecelakaan akibat truk perusahaan. Senin (22/9/2025), DPU Semarang memastikan perbaikan jalan sepanjang 600 meter dengan beton segera dimulai agar aman dan tahan beban berat.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Jalan Rusak di Wringin Putih, Warga Protes dengan Spanduk, Pemkab Semarang Siapkan Perbaikan Beton

Jalan Rusak di Wringin Putih, Warga Protes dengan Spanduk, Pemkab Semarang Siapkan Perbaikan Beton

Jalan Rusak di Wringin Putih, Warga Protes dengan Spanduk, Pemkab Semarang Siapkan Perbaikan Beton

Spanduk bernada protes terpasang di ruas jalan di Desa Wringin Putih, Bergas, Senin (22/9/2025). Foto: win
Spanduk bernada protes terpasang di ruas jalan di Desa Wringin Putih, Bergas, Senin (22/9/2025). Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Jalan PTP Ngobo di Desa Wringin Putih, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang mengalami kerusakan cukup parah. Kondisi tersebut kerap membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara motor, hingga warga memasang spanduk protes sebagai bentuk kekecewaan.

Kerusakan jalan membentang sekitar 1,5 kilometer, tepatnya di jalur yang melintasi kawasan sekitar perguruan tinggi negeri setempat. Bagian tengah jalan relatif masih bisa dilalui, sementara sisi kiri dan kanan bergelombang, dipenuhi batu, serta menimbulkan debu. Akibatnya, pemotor berebut jalur sempit di bagian tengah, sedangkan mobil terpaksa melintas di sisi yang rusak.[custom-related-posts title=”Kabar terkait:” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]

Tokoh masyarakat Wringin Putih, Tono (63), mengatakan kondisi jalan tersebut sudah sering memakan korban.

“Pemotor yang jatuh sudah tidak terhitung. Jalan ini rusak karena kendaraan berat, terutama truk-truk besar dari perusahaan sekitar, yang setiap hari melintas,” ujarnya, Senin (22/9/2025).

Tono menegaskan warga tidak menolak aktivitas perusahaan, namun berharap ada solusi agar jalan diperkuat sehingga aman dilalui semua pihak.

“Kami tidak menuntut perusahaan tutup, tidak. Tapi kalau mau dilalui truk besar, jalan ini harus diperkuat. Kasihan ibu hamil, anak kecil, semua lewat sini juga,” tambahnya.

Sebagai wujud protes, warga memasang sejumlah spanduk di tepi jalan. Salah satunya bertuliskan “KAMI MASYARAKAT SUDAH TIDAK TAHAN MELIHAT KONDISI JALAN SEPERTI INI..!!” dan “DALANE AJUR SING MEH TANGGUNG JAWAB SOPO? RAKYAT TERTIB PAJAK”.

Menanggapi keluhan warga, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Semarang, Valeanto Soekendro, mengatakan perbaikan jalan sedang dalam tahap persiapan. Proyek tersebut sudah masuk tahap lelang.

“Jalan akan diperbaiki dengan konstruksi beton sepanjang 600 meter, sekaligus dilebarkan menjadi lima meter sesuai standar jalan kabupaten,” jelasnya.

Perbaikan akan dimulai dari sekitar masjid hingga mendekati kawasan Polimarin. Valeanto menegaskan, dengan konstruksi beton, jalan akan lebih tahan terhadap beban kendaraan berat.

“Harapannya perbaikan ini menjadi solusi jangka panjang, sehingga jalan lebih nyaman bagi masyarakat maupun pengguna dari luar daerah,” katanya.

Warga berharap rencana tersebut bisa segera terealisasi, sehingga tidak ada lagi pengendara yang jatuh akibat jalan rusak, dan aktivitas sehari-hari dapat berlangsung lebih lancar. (win)

BACA JUGA :

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengapresiasi Kepala SPPG Jati, Karanganyar, yang mencicipi menu MBG setelah tim dapur melaporkan aroma mencurigakan, Rabu (12/8/2026). Tindakan itu dilakukan untuk memastikan keamanan makanan sebelum didistribusikan. Pemprov Jateng menilai kejadian tersebut menjadi evaluasi untuk memperketat pengawasan kualitas program MBG.
Taj Yasin Apresiasi Kepala SPPG yang Cicipi Menu MBG Sebelum Dibagikan
Dugaan penyalahgunaan dana Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) mencuat dalam audiensi Gapoktan Ngudi Hasil Desa Pakopen dengan DPRD Kabupaten Semarang, Kamis (13/8/2026). Anggota kelompok mengaku menerima dana lebih kecil dari nilai kredit dalam akad, sementara kewajiban tetap berjalan. DPRD meminta Pemkab membentuk tim untuk memfasilitasi penyelesaian.
Dana Kredit Petani Pakopen Bandungan Diduga Diselewengkan, Kuasa Hukum: Ada Indikasi Korupsi
Kejaksaan Negeri Salatiga menyerahkan lima mobil hasil rampasan perkara penyalahgunaan BBM bersubsidi kepada pemenang lelang terbuka di KPKNL Semarang, Kamis (13/8/2026). Kendaraan tersebut sebelumnya dimodifikasi untuk mengangkut solar dalam jumlah besar dan menggunakan pelat nomor serta barcode BBM yang diduga telah diubah. Hasil lelang disetorkan kepada negara.
5 Mobil Pengangsu Solar Dilelang, Uangnya Masuk ke Kas Negara
Warga Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, menggelar kenduri dan makan bersama di atas jalan yang baru selesai dibeton saat penutupan TMMD Reguler ke-129, Kamis (13/8/2026). Tradisi tersebut menjadi ungkapan syukur atas pembangunan jalan sepanjang sekitar 1,2 kilometer yang menghubungkan Cukil dengan Kemetul dan memperpendek akses warga.
Luapkan Rasa Syukur, Warga Cukil Gelar Kenduri di Atas Jalan yang Baru Selesai Dicor
Kejaksaan Negeri Salatiga memperkuat sinergi dengan insan pers melalui kegiatan koordinasi di Joglo 3 Kejari Salatiga, Kamis (13/8/2026), untuk mendukung Program Kerja Intelijen 2026. Kejari mendorong media menyampaikan informasi penegakan hukum secara profesional, transparan, akurat, dan berimbang sekaligus meningkatkan kesadaran hukum masyarakat.
Gelar Konsolidasi Kejaksaan ajak Kopdar Perdana dengan Insan Media di Salatiga
Kampung Keluarga Berkualitas Manggar Lestari, Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, meraih juara pertama nasional pengelolaan Kampung KB 2026 dari Kemendukbangga/BKKBN. Prestasi tersebut diraih melalui keterlibatan masyarakat dalam pemberdayaan lansia, pendampingan anak dan balita, seni budaya, serta berbagai program untuk meningkatkan kualitas keluarga dan lingkungan.
Kampung KB Manggar Lestari Desa Lerep Juara Nasional, Bukan Sekadar Soal “Dua Anak Cukup”

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Satreskrim Polres Semarang mengungkap kasus perampokan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, melalui jejak salah satu tersangka saat menggunakan jasa ojek online dari Grobogan menuju Ambarawa. Polisi menelusuri pengemudi GoRide yang menerima satu unit handphone sebagai pembayaran hingga memperoleh identitas tersangka. Penyidik juga menyebut motif perkara berkaitan dengan persoalan ekonomi dan masih melengkapi berkas sebelum diserahkan kepada kejaksaan.
Terungkap Lewat Histori Ojol, Perampok Royal Phone Bayar Gojek Pakai HP Hasil Kejahatan
Tim gabungan kepolisian mengamankan dua terduga pelaku kasus dugaan perampokan yang menewaskan pemilik konter Royal Phone, Chandra Waskito, di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Penangkapan dilakukan di Kota Semarang dan Kabupaten Semarang pada Jumat (7/8/2026), kurang dari 48 jam setelah kejadian, setelah polisi mengembangkan penyelidikan dengan melibatkan Polda Jawa Tengah, Polres Semarang, dan Polres Grobogan untuk mengungkap peran serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Misteri Perampokan Royal Phone Ambarawa Terkuak, Polisi Ringkus Dua Terduga Pelaku

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved