URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Salatiga mencabut dukungannya kepada Hariyono Masturi sebagai bakal calon Wali Kota dalam Pilkada Salatiga 2024. Ketua DPD PSI Kota Salatiga, Roy Sudiarto, mengungkapkan bahwa pencabutan dukungan tersebut karena ketidaksejalanan antara kedua belah pihak.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Jelang Pilkada, PSI Salatiga Akhirnya Cabut Dukungan untuk Hariyono Masturi

Jelang Pilkada, PSI Salatiga Akhirnya Cabut Dukungan untuk Hariyono Masturi

Jelang Pilkada, PSI Salatiga Akhirnya Cabut Dukungan untuk Hariyono Masturi

Foto Arief Rasika
Jajaran pengurus DPD PSI Salatiga cabut dukungan kepada Hariyono
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – DPD Partai Solidaritas Indonesia Kota Salatiga akhirnya mencabut dukungannya kepada Hariyono Masturi sebagai bakal calon Wali Kota dalam Pilkada Salatiga 2024.

Kepada rasikafm.com Ketua DPD PSI Kota Salatiga Roy Sudiarto mengatakan jika sikap cabutan dukungan tersebut karena kedua belah pihak tidak lagi sejalan. “Dulu kita menyatakan mendukung Hariyono Masturi, namun mulai hari ini, dukungan tersebut kita cabut,” ujarnya di kantor DPD PSI Kota Salatiga, Senin (8/7/2024) petang.

Meski demikian dirinya minta kader PSI untuk tetap menunggu arahan selanjutnya. Sehingga tidak ada kebingungan di antara anggota dan pengurus.

Sementara itu saat disinggung mengenai Hariyono yang telah mengantongi surat tugas dari Ketua Umum DPP PSI Kaesang Pangarep, Roy mengaku PSI Salatiga telah mengkomunikasikan hal ini, sehingga surat tugas tersebut dinyatakan tidak berlaku. “Surat tugas itu kan wujud dukungan untuk mencari koalisi, sekarang tidak berlaku,” tegasnya.

Dia menyatakan bahwa politik tersebut bersifat dinamis. “Jangankan dalam politik, dalam rumah tangga pun kalau tidak cocok ya bisa cerai. Jadi ini adalah hal biasa, karena tidak sejalan lagi ya kami pisah,” tutup Roy.

Roy PSI Salatiga saat diwawancarai Wartawan (Vidio Arief Rasika)

BACA JUGA :

Kejaksaan Negeri Salatiga memperkuat sinergi dengan insan pers melalui kegiatan koordinasi di Joglo 3 Kejari Salatiga, Kamis (13/8/2026), untuk mendukung Program Kerja Intelijen 2026. Kejari mendorong media menyampaikan informasi penegakan hukum secara profesional, transparan, akurat, dan berimbang sekaligus meningkatkan kesadaran hukum masyarakat.
Gelar Konsolidasi Kejaksaan ajak Kopdar Perdana dengan Insan Media di Salatiga
Polres Salatiga menegaskan seluruh penerbitan SIM di Satpas wajib mengikuti persyaratan administrasi serta ujian teori dan praktik. Klarifikasi itu disampaikan Kamis (13/8/2026) menyusul informasi dugaan pungli dan percaloan. Polisi memastikan tidak ada jalur khusus tanpa ujian dan akan menindak tegas apabila ditemukan keterlibatan anggota maupun pihak lain dalam praktik tersebut.
Polres Salatiga Bantah ada Jalur Instan Penerbitan SIM. "Calo Bukan Bagian dari Satpas"
WhatsApp Image 2026-08-12 at 22.08
Diduga Alami Rem Blong, Truk Tronton Tabrak Tiga Motor Di JLS Salatiga, Satu Orang Meninggal
bri
Dorong UMKM dan Kemajuan Ekonomi Daerah, BRI Cabang Salatiga Salurkan KUR Rp 944 Miliar Hingga Juli 2026
BRI Kantor Cabang Salatiga menanggapi dugaan penyalahgunaan dana sekitar Rp40 miliar yang diduga melibatkan oknum pekerja dengan menghormati proses hukum di Polres Salatiga. Pada Rabu (12/8/2026), BRI menyatakan telah memproses PHK terhadap pekerja yang diduga terlibat fraud serta memperkuat pengawasan internal untuk menjaga kepercayaan nasabah.
Tanggapi Pemberitaan Dugaan Fraud Rp 40 Miliar, BRI Cabang Salatiga Tegaskan Hormati Proses Hukum
Sekitar 900 siswa SD hingga SMU di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, mengikuti lomba tari keprajuritan pada Selasa (11/8/2026) untuk memeriahkan HUT RI ke-81 dan TMMD Reguler ke-129 di Desa Cukil. Kegiatan yang diawali flashmob itu sekaligus menjadi upaya melestarikan tari keprajuritan yang menggambarkan perjuangan merebut kemerdekaan.
Meriah! Ratusan Siswa di Tengaran ikuti Lomba Tari Keprajuritan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Polres Semarang mengungkap temuan serpihan tulang yang diduga bagian dari tulang kepala serta bercak darah di TKP konter Royal Phone, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Jumat (7/8/2026), dalam penyelidikan kasus dugaan perampokan disertai pembunuhan terhadap Chandra Waskito. Polisi juga telah memeriksa tujuh saksi, menemukan 53 unit telepon genggam di mobil tempat jasad korban ditemukan di Gubug, Kabupaten Grobogan, dan masih menunggu hasil otopsi untuk memastikan penyebab kematian.
Serpihan Tulang Ditemukan di TKP Royal Phone Ambarawa, 53 Unit HP Ditinggal Di Dalam Mobil Korban
Satreskrim Polres Semarang mengungkap kasus perampokan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, melalui jejak salah satu tersangka saat menggunakan jasa ojek online dari Grobogan menuju Ambarawa. Polisi menelusuri pengemudi GoRide yang menerima satu unit handphone sebagai pembayaran hingga memperoleh identitas tersangka. Penyidik juga menyebut motif perkara berkaitan dengan persoalan ekonomi dan masih melengkapi berkas sebelum diserahkan kepada kejaksaan.
Terungkap Lewat Histori Ojol, Perampok Royal Phone Bayar Gojek Pakai HP Hasil Kejahatan

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved