KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Jokowi Imbau Bermasker di Luar Ruangan, Ganjar: Tidak Berat dan Tak Perlu Diprotes

Jokowi Imbau Bermasker di Luar Ruangan, Ganjar: Tidak Berat dan Tak Perlu Diprotes

Jokowi Imbau Bermasker di Luar Ruangan, Ganjar: Tidak Berat dan Tak Perlu Diprotes

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo usai bertemu perwakilan Kemenag RI, dalam rangka penyampaian kegiatan Pekan Olahraga dan Seni Antar Pondok Pesantren Nasional (Pospenas) ke 9, di rumah dinasnya, Senin (11/7).

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo satu suara dengan perintah Presiden Joko Widodo terkait penggunaan masker di luar ruangan. Memakai masker, kata Ganjar, tidak berat dan tidak perlu diprotes.

Hal itu disampaikan Ganjar usai bertemu perwakilan Kemenag RI, dalam rangka penyampaian kegiatan Pekan Olahraga dan Seni Antar Pondok Pesantren Nasional (Pospenas) ke 9, di rumah dinasnya, Senin (11/7).

“Saya kira bagus ya (pesan presiden) bagian dari pruden, kita hati-hati betul,” kata Ganjar.

Ganjar mengatakan saat ini kegiatan masyarakat mulai menggeliat dan padat. Bahkan beberapa di antaranya melibatkan massa yang cukup banyak.

“Karena banyak aktivitas di masyarakat juga mulai anget, ngregem, yuk bangun kesadaran diri kita untuk selalu pakai masker,” tegasnya.

Mantan anggota DPR RI itu juga menilai menggunakan masker bukan sesuatu yang berat. Sehingga imbauan yang disampaikan Presiden Jokowi tak perlu diprotes.

“Itu sederhana kok. Wong kita udah punya pengalaman tiga tahun, sehingga mestinya sekarang dengan melihat itu kita bisa lebih waspada” ujarnya

Ganjar mengatakan, virus corona varian BA.4 dan BA.5 yang dikatakan tidak seinfeksius varian lain tetap harus diwaspadai. Kondisi yang melandai seperti saat ini, tidak boleh membuat masyarakt abai terhadap protokol kesehatan.

“Kita tidak boleh abai dan harus hati-hati, pakailah masker. Sebenarnya sesederhana itu saja dan untuk kesehatan kita sendiri ya mesti semuanya peduli,” ujarnya.

Disinggung soal pembatasan, Ganjar mengatakan langkah tersebut perlu diambil. Pembatasan yang dimaksudnya adalah pengendalian terhadap kegiatan atau acara yang dibuat.

“Kami melihat terus bagaimana kondisi yang terjadi di setiap daerah. Maka kalau masih terkendali seperti ini ya tidak apa-apa tinggal jumlahnya aja dibatasi terus pakai masker,” tandasnya.

Sebagai informasi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan masyarakat untuk tetap menggunakan masker, baik di dalam maupun luar ruangan. Ia mengingatkan bahwa covid-19 masih ada.

“Saya juga ingin mengingatkan kepada kita semua, Covid-19 masih ada. Oleh sebab itu baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan memakai masker adalah masih sebuah keharusan,” terang Jokowi usai melaksanakan Salat Iduladha di Masjid Istiqlal Jakarta, Minggu (10/7).

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
[pekok2]