URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Munculnya puluhan ikan-ikan berukuran jumbo di Kali Cengek Tingkir Salatiga, Menjadikan Lokasi destinasi wisata baru yang kini banyak dikunjungi para wisatawan lokal.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Kali Cengek Salatiga Kini Dipenuhi Ikan Berukuran Jumbo, Lurah Berharap Bisa Jadi Ikon Wisata Baru di Tingkir Lor

Kali Cengek Salatiga Kini Dipenuhi Ikan Berukuran Jumbo, Lurah Berharap Bisa Jadi Ikon Wisata Baru di Tingkir Lor

Kali Cengek Salatiga Kini Dipenuhi Ikan Berukuran Jumbo, Lurah Berharap Bisa Jadi Ikon Wisata Baru di Tingkir Lor

featured-img

RASIKAFM.COM – SALATIGA – Munculnya puluhan ikan-ikan berukuran jumbo di Kali Cengek Tingkir Salatiga, Menjadikan Lokasi destinasi wisata baru yang kini banyak dikunjungi para wisatawan lokal.

Meski Sudah sejak lama , Kelurahan Tingkir Lor, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga memiliki berbagai macam destinasi wisata. Apalagi dilokasi Tingkir Lor ini memiliki aliran air yang cukup deras.

Uniknya ikan-ikan tersebut jarang sekali hanyut akibat aliran tersebut, bahkan tidak ada yang berani mencuri.

Pantauan rasikafm.com keberadaan Ikan-ikan tersebut menetap di aliran sungai berukuran 3 meter dan kedalaman 1/2 meter.

Di sungai tersebut pun tidak dipasang penghalang yang berfungsi agar ikan tidak hanyut atau berenang mengikuti aliran tersebut.

Juru kunci Kali Cengek Salatiga, Munip mengatakan, ikan-ikan tersebut berawal dari ada seorang warga yang memasukkan ikan ke kali tersebut.

“Sepuluh tahun lalu, ada warga sini yang memasukkan ikan ke kali ini,” kata Munip.

Ikan tersebut ternyata bukan hanya satu jenis, melainkan ada beberapa jenis seperti lele, koi, nila, hingga mujahir.

Menurutnya, saat ikan tersebut berukuran besar, banyak warga luar wilayah Tingkir datang untuk melihat ikan dan menikmati suasana di area kali tersebut.

“Pas ikannya sudah besar sudah siap dipanen, malah banyak yang melihat dan sampai sekarang jadi ramai,” jelasnya.

Munip berkata, ikan-ikan tersebut mendapatkan makan dari mikroorganisme yang ada di dalam kali.

“Kami tidak pernah memberi makan, paling ada warga yang mencuci piring pasti ada sisanya terus makanan sisanya di makan ikan,” ungkapnya.

Terpisah, Lurah Tingkir Lor, Asroi, menambahkan bahwa adanya ikan di kali tersebut dapat menarik minat para wisatawan untuk berkunjung ke Tingkir Lor.
Apalagi posisi Kali tersebut berada tepat di samping pasar tradisional Cengek dengan aneka kulinernya.

“Hal tersebut juga menjadi daya tarik tersendiri bagi mereka para wisatawan dan juga warga sekitar wilayah Tingkir Lor,” kata Asroi.

Diakuinya, pada akhir pekan banyak wisatawan yang berkunjung ke sungai tersebut.

“Biasanya pada pagi dan sore hari, karena pada waktu itu suasana di area kali tersebut sangat nyaman dan membuat betah,” terangnya.

caption

BACA JUGA :

Pemerintah Kota Salatiga resmi melakukan soft launching parkir elektronik di Jalan Monginsidi, Senin (27/7/2026), sebagai langkah mempercepat transformasi digital layanan publik. Program hasil kolaborasi dengan Bank Jateng ini menghadirkan sistem pembayaran retribusi parkir non-tunai untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, efisiensi, dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Uji coba dimulai di dua ruas jalan sebelum diperluas ke 20 titik pada Oktober 2026 dan ditargetkan menjangkau sekitar 120 titik parkir pada awal 2027.
Berharap PAD Naik, Pemkot Salatiga Luncurkan Uji Coba Parkir Elektronik
Dosen STAI Kuningan, Dakhori, menjelaskan bahwa istilah Londo Ireng kini berkembang sebagai simbol kritik terhadap praktik kekuasaan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat. Pernyataan tersebut disampaikan kepada Rasika FM, Minggu (26/7/2026), sebagai refleksi atas ketimpangan sosial, pembangunan, dan demokrasi. Menurutnya, kritik terhadap kebijakan merupakan bagian penting dalam menjaga akuntabilitas pemerintahan serta memastikan kemerdekaan benar-benar dirasakan masyarakat.
Istilah Londo Ireng Kembali Muncul, Dr. Dakhori Soroti Bahaya Mental Penjajah di Tubuh Bangsa Sendiri
Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Abdul Ghoffar Rozin menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan kolaborasi lintas elemen dalam menghadapi bencana saat Apel Kesiapsiagaan Jambore Relawan NU Peduli se-Jawa Tengah di Bumi Perkemahan Harda Walika, Gunungpati, Kota Semarang, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan ini diisi peluncuran aplikasi NU Risk, penyerahan bantuan kebencanaan, serta penanaman pohon sebagai upaya memperkuat respons bencana, pemulihan korban, dan konservasi lingkungan.
Gus Rozin: Relawan NU Peduli Harus Siaga, Cepat dan Utamakan Kemanusiaan
Malam ini, Ratusan Raja dan Pemangku Adat Berkumpul di UKSW Salatiga
Malam ini, Ratusan Raja dan Pemangku Adat Berkumpul di UKSW Salatiga
Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga mewisuda dua mahasiswa difabel pada Wisuda ke-12 yang digelar pada 24–25 Juli 2026 sebagai wujud komitmen menghadirkan pendidikan tinggi Islam yang inklusif. Kampus menegaskan kesetaraan akses pendidikan melalui penyediaan layanan ramah disabilitas, sejalan dengan program prioritas Kementerian Agama, sekaligus mewisuda total 1.299 lulusan pada periode tersebut.
Wisuda ke-12 UIN Salatiga, Dua Mahasiswa Difabel Sukses Raih Gelar Sarjana
Ribuan warga dan wisatawan memadati Alun-alun Salatiga, Jumat (24/7/2026), untuk mengikuti Kenduri Rakyat dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-1276 Kota Salatiga. DPRD Kota Salatiga menyediakan 7.000 porsi makanan dan minuman gratis serta satu gunungan raksasa sebagai wujud rasa syukur dan kebersamaan. Antusiasme masyarakat membuat ratusan stan kuliner habis diserbu hanya dalam hitungan menit
Ribuan Warga Salatiga Berebut 7.000 Porsi Makanan Gratis dalam Acara Kenduri Rakyat HUT Salatiga

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Pemerintah Kota Salatiga resmi melakukan soft launching parkir elektronik di Jalan Monginsidi, Senin (27/7/2026), sebagai langkah mempercepat transformasi digital layanan publik. Program hasil kolaborasi dengan Bank Jateng ini menghadirkan sistem pembayaran retribusi parkir non-tunai untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, efisiensi, dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Uji coba dimulai di dua ruas jalan sebelum diperluas ke 20 titik pada Oktober 2026 dan ditargetkan menjangkau sekitar 120 titik parkir pada awal 2027.
Berharap PAD Naik, Pemkot Salatiga Luncurkan Uji Coba Parkir Elektronik
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga