URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Kapolres Salatiga, AKBP Aryuni Novitasari, menghadiri Talk Show bertajuk "Kreatif Tanpa Kreak-Ekspresi Secara Positif" di SMP Islam Al-Azhar 18 Salatiga, Selasa (8/10/2024), untuk memberikan edukasi kepada ratusan siswa tentang bahaya fenomena "Kreak" yang marak di Jawa Tengah.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Kapolres Salatiga Sambangi SMP Al- Azhar Sampaikan Materi Bahaya Kreak

Kapolres Salatiga Sambangi SMP Al- Azhar Sampaikan Materi Bahaya Kreak

Kapolres Salatiga Sambangi SMP Al- Azhar Sampaikan Materi Bahaya Kreak

Kapolres Salatiga, AKBP Aryuni Novitasari, menghadiri Talk Show bertajuk "Kreatif Tanpa Kreak-Ekspresi Secara Positif" di SMP Islam Al-Azhar 18 Salatiga, Selasa (8/10/2024), untuk memberikan edukasi kepada ratusan siswa tentang bahaya fenomena "Kreak" yang marak di Jawa Tengah.
Foto Arief Rasika
Kapolres Salatiga, AKBP Aryuni Novitasari saat berdialog dengan siswa-siswi SMP Islam Al-Azhar 18 Salatiga
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Kehadiran Kapolres Salatiga, AKBP Aryuni Novitasari Ke SMP Al Azhar Salatiga itu dalam rangka agenda Talk Show Inovatif bertajuk “Kreatif Tanpa Kreak-Ekspresi Secara Positif” diinisiasi Jam’iyyah SMP Islam SMP Al-Azhar 18 Salatiga.

Didepan ratusan siswa Aryuni menjabarkan beberapa tips mengindari Kreak yang akhir-akhir ini marak di Jawa Tengah.

Sebelumnya, Kapolres menekan jika pelajar bisa membedakan antara Kreak dan bukan Kreak.
“Anak-anak ku sekalian, terlebih dahulu harus bisa membedakan mana Kreak dan bukan Kreak,” ungkap Kapolres.

Istilah kreak yang belakangan viral, memang sedang marak ditelinga para pelajar setelah insiden tawuran di Kota Semarang.

Kreak adalah sekumpulan remaja melengkapi diri dengan senjata tajam (tajam) hingga tega melukai dan merenggut nyawa pengendara motor yang tak bersalah. Sebagai informasi, Kreak adalah singkatan dari “kere” dan “mayak”.

Ada pun, cara mengatasi Kreak ditegaskan Kapolres para pelajar khususnya siswa-siswi SMP Islam Al-Azhar 18 Salatiga tidak keluar rumah atau beraktivitas di atas pukul 21.00 WIB.

“Para pelajar harus membatasi diri tidak keluar rumah lebih dari jam 21.00 WIB. Dan mulai bisa menolak jika ada yang mengajak keluar malam,” ujarnya.

Aryuni Novitasari menyampaikan, Kepolisian tetap menindak dan menangani kejahatan atau tidak pidana dilakukan anak-anak.

“Jika anak-anak terlibat pidana tetap ada hukuman kalau dibiarkan tidak kapok. Hukumannya sesuai usia yang telah diatur dalam Undang-undang atau bisa juga wajib lapor,” terangnya.

Dalam talk show ini, Kapolres juga menyelipkan pesan agar para pelajar SMP Islam Al-Azhar 18 Salatiga ikut tertib dalam berlalu lintas.

Bagaimana caranya, salah satunya Kapolres mengimbau, siswa-siswi SMP tidak boleh mengendarai sepeda motor karena secara usia belum mencukupi.

Kapolres sempat terkejut saat ada seorang siswa bersama Zahra menyebutkan jika SIM dengan kepanjangan Surat Izin Menikah.

“SIM adalah Surat Izin mengemudi,” ucap Kapolres meluruskan.

Diujung arahannya, Kapolres menyelipkan pesan agar para siswa-siswi SMP Islam Al-Azhar 18 Salatiga berpegang teguh kepada tiga hal yakni berahlak, memiliki ilmu yang baik serta budi pekerti. Sesuai tema, Kapolres menekan kembali kepada para siswa-siswi untuk berkreatif tanpa melakukan hal-hal yang bertentangan dengan aturan.

Saat diwawancarai Rasika FM, Aryuni menyampaikan jika kunjungannya ke sekolah-sekolah di Salatiga salah satu upaya mencegah tawuran ataupun hal-hal menimbulkan gangguan ketenteraman dan ketertiban umum.

“Harapannya, dengan kunjungan ke sekolah-sekolah ini dapat dilakukan pencegahan dan tidak ada anak-anak SMP Islam Al-Azhar 18 Salatiga melakukan pelanggaran dimuka umum. Sekaligus siswa-siswi SMP Islam Al-Azhar 18 Salatiga bisa menularkan ke sekolah-sekolah lainnya,” imbuhnya.

Kepala Sekolah SMP Islam Al Azhar 18 Salatiga Yuni Attin Handayani didampingi Ketua Jam’iyyah Rika Andrian menambahkan, jika talk show yang rutin digelar setahun sekali ini bentuk sinergi antara Komite Sekolah, Jam’iyyah serta sekolahan dalam rangka memberikan masukan dan pemahaman terhadap isu-isu terkini salah satunya adalah aksi Kreak yang cukup memprihatinkan.

“Melalui talk show ini, anak-anak dapat memahami dampak positif dan negatifnya sehingga para siswa-siswi dapat mengambil satu hikmah dari kajadian buruk serta mengantisipasinya,” terang Yuni.

Yuni memastikan, pihak sekolahan selalu menjalin komunikasi dengan boats orang tua untuk selalu mengawasi anak-anak jika berada di luar sekolahan.

Yuni Attin Handayani kepala sekolah SMP Al Azhar saat diwawancarai Rasika
Puluhan Knalpot Brong di Salatiga Dijadikan Monumen Edukasi Pelajar
Puluhan Knalpot Brong di Salatiga Dijadikan Monumen Edukasi Pelajar
Polres Salatiga memusnahkan 74 knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis hasil razia cipta kondisi dan penertiban lalu lintas periode 16–31 Mei 2026 di depan Pendopo Polres Salatiga. Kapolres Salatiga AKBP Ade Papa Rihi menegaskan langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketertiban, mengurangi kebisingan, serta meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat di jalan raya.
Razia Seminggu, 74 Knalpot Tidak Sesuai Teknis Ditindak Jajaran Satlantas Salatiga
Polda Jawa Tengah akan menggelar Operasi Patuh Candi 2026 pada 8-21 Juni 2026 untuk meningkatkan disiplin dan keselamatan berlalu lintas. Selain edukasi dan pencegahan, polisi juga menindak pelanggaran melalui ETLE dan tilang manual, termasuk penggunaan pelat nomor kendaraan yang ditutup, dilipat, atau dimodifikasi demi menghindari kamera pengawas lalu lintas.
Operasi Patuh Candi 2026 Dimulai 8 Juni, Pelat Nomor yang Dimodifikasi Jadi Sasaran Utama
Polres Salatiga Tindak 24 Motor Berknalpot Tidak Standar
Polres Salatiga Tindak 24 Motor Berknalpot Tidak Standar

BACA JUGA :

Puluhan Knalpot Brong di Salatiga Dijadikan Monumen Edukasi Pelajar
Puluhan Knalpot Brong di Salatiga Dijadikan Monumen Edukasi Pelajar
Polres Salatiga memusnahkan 74 knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis hasil razia cipta kondisi dan penertiban lalu lintas periode 16–31 Mei 2026 di depan Pendopo Polres Salatiga. Kapolres Salatiga AKBP Ade Papa Rihi menegaskan langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketertiban, mengurangi kebisingan, serta meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat di jalan raya.
Razia Seminggu, 74 Knalpot Tidak Sesuai Teknis Ditindak Jajaran Satlantas Salatiga
Polda Jawa Tengah akan menggelar Operasi Patuh Candi 2026 pada 8-21 Juni 2026 untuk meningkatkan disiplin dan keselamatan berlalu lintas. Selain edukasi dan pencegahan, polisi juga menindak pelanggaran melalui ETLE dan tilang manual, termasuk penggunaan pelat nomor kendaraan yang ditutup, dilipat, atau dimodifikasi demi menghindari kamera pengawas lalu lintas.
Operasi Patuh Candi 2026 Dimulai 8 Juni, Pelat Nomor yang Dimodifikasi Jadi Sasaran Utama
Polres Salatiga Tindak 24 Motor Berknalpot Tidak Standar
Polres Salatiga Tindak 24 Motor Berknalpot Tidak Standar
Polres Semarang merotasi sejumlah Pejabat Utama dan Kapolsek jajaran melalui upacara serah terima jabatan yang dipimpin Kapolres AKBP Ratna Quratul Ainy pada Rabu (6/5/2026) sebagai bagian penyegaran organisasi, pengembangan karier personel, serta peningkatan profesionalitas dan pelayanan kepolisian kepada masyarakat.
Mutasi Besar di Polres Semarang, Sejumlah PJU dan Kapolsek Berganti Posisi
Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy menyoroti tingginya kerentanan perempuan terhadap tindak kriminal saat peringatan Hari Kartini di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang, Selasa (21/4/2026). Ia mendorong korban berani melapor karena kepolisian menyediakan pendampingan hukum dan psikologis, sekaligus menekankan peran perempuan dalam keluarga dan menjaga kamtibmas.
Perempuan Rentan Jadi Korban Kejahatan, Kapolres Semarang Ajak Berani Lapor dan Perkuat Peran di Keluarga

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Ngaku Habib, Pria di Kabupaten Semarang Cabuli Delapan Santri
Ngaku Habib, Pria di Kabupaten Semarang Cabuli Delapan Santri
Harga Ayam Hidup Anjlok hingga Rp11
Harga Ayam Hidup Anjlok hingga Rp11.000 per Kg, Pinsar Sebut Overproduksi dan Dominasi Middleman Jadi Penyebab