KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Kapolres Salatiga Sambangi SMP Al- Azhar Sampaikan Materi Bahaya Kreak

Kapolres Salatiga Sambangi SMP Al- Azhar Sampaikan Materi Bahaya Kreak

Kapolres Salatiga Sambangi SMP Al- Azhar Sampaikan Materi Bahaya Kreak

Kapolres Salatiga, AKBP Aryuni Novitasari, menghadiri Talk Show bertajuk "Kreatif Tanpa Kreak-Ekspresi Secara Positif" di SMP Islam Al-Azhar 18 Salatiga, Selasa (8/10/2024), untuk memberikan edukasi kepada ratusan siswa tentang bahaya fenomena "Kreak" yang marak di Jawa Tengah.
Foto Arief Rasika
Kapolres Salatiga, AKBP Aryuni Novitasari saat berdialog dengan siswa-siswi SMP Islam Al-Azhar 18 Salatiga

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Kehadiran Kapolres Salatiga, AKBP Aryuni Novitasari Ke SMP Al Azhar Salatiga itu dalam rangka agenda Talk Show Inovatif bertajuk “Kreatif Tanpa Kreak-Ekspresi Secara Positif” diinisiasi Jam’iyyah SMP Islam SMP Al-Azhar 18 Salatiga.

Didepan ratusan siswa Aryuni menjabarkan beberapa tips mengindari Kreak yang akhir-akhir ini marak di Jawa Tengah.

Sebelumnya, Kapolres menekan jika pelajar bisa membedakan antara Kreak dan bukan Kreak.
“Anak-anak ku sekalian, terlebih dahulu harus bisa membedakan mana Kreak dan bukan Kreak,” ungkap Kapolres.

Istilah kreak yang belakangan viral, memang sedang marak ditelinga para pelajar setelah insiden tawuran di Kota Semarang.

Kreak adalah sekumpulan remaja melengkapi diri dengan senjata tajam (tajam) hingga tega melukai dan merenggut nyawa pengendara motor yang tak bersalah. Sebagai informasi, Kreak adalah singkatan dari “kere” dan “mayak”.

Ada pun, cara mengatasi Kreak ditegaskan Kapolres para pelajar khususnya siswa-siswi SMP Islam Al-Azhar 18 Salatiga tidak keluar rumah atau beraktivitas di atas pukul 21.00 WIB.

“Para pelajar harus membatasi diri tidak keluar rumah lebih dari jam 21.00 WIB. Dan mulai bisa menolak jika ada yang mengajak keluar malam,” ujarnya.

Aryuni Novitasari menyampaikan, Kepolisian tetap menindak dan menangani kejahatan atau tidak pidana dilakukan anak-anak.

“Jika anak-anak terlibat pidana tetap ada hukuman kalau dibiarkan tidak kapok. Hukumannya sesuai usia yang telah diatur dalam Undang-undang atau bisa juga wajib lapor,” terangnya.

Dalam talk show ini, Kapolres juga menyelipkan pesan agar para pelajar SMP Islam Al-Azhar 18 Salatiga ikut tertib dalam berlalu lintas.

Bagaimana caranya, salah satunya Kapolres mengimbau, siswa-siswi SMP tidak boleh mengendarai sepeda motor karena secara usia belum mencukupi.

Kapolres sempat terkejut saat ada seorang siswa bersama Zahra menyebutkan jika SIM dengan kepanjangan Surat Izin Menikah.

“SIM adalah Surat Izin mengemudi,” ucap Kapolres meluruskan.

Diujung arahannya, Kapolres menyelipkan pesan agar para siswa-siswi SMP Islam Al-Azhar 18 Salatiga berpegang teguh kepada tiga hal yakni berahlak, memiliki ilmu yang baik serta budi pekerti. Sesuai tema, Kapolres menekan kembali kepada para siswa-siswi untuk berkreatif tanpa melakukan hal-hal yang bertentangan dengan aturan.

Saat diwawancarai Rasika FM, Aryuni menyampaikan jika kunjungannya ke sekolah-sekolah di Salatiga salah satu upaya mencegah tawuran ataupun hal-hal menimbulkan gangguan ketenteraman dan ketertiban umum.

“Harapannya, dengan kunjungan ke sekolah-sekolah ini dapat dilakukan pencegahan dan tidak ada anak-anak SMP Islam Al-Azhar 18 Salatiga melakukan pelanggaran dimuka umum. Sekaligus siswa-siswi SMP Islam Al-Azhar 18 Salatiga bisa menularkan ke sekolah-sekolah lainnya,” imbuhnya.

Kepala Sekolah SMP Islam Al Azhar 18 Salatiga Yuni Attin Handayani didampingi Ketua Jam’iyyah Rika Andrian menambahkan, jika talk show yang rutin digelar setahun sekali ini bentuk sinergi antara Komite Sekolah, Jam’iyyah serta sekolahan dalam rangka memberikan masukan dan pemahaman terhadap isu-isu terkini salah satunya adalah aksi Kreak yang cukup memprihatinkan.

“Melalui talk show ini, anak-anak dapat memahami dampak positif dan negatifnya sehingga para siswa-siswi dapat mengambil satu hikmah dari kajadian buruk serta mengantisipasinya,” terang Yuni.

Yuni memastikan, pihak sekolahan selalu menjalin komunikasi dengan boats orang tua untuk selalu mengawasi anak-anak jika berada di luar sekolahan.

Yuni Attin Handayani kepala sekolah SMP Al Azhar saat diwawancarai Rasika

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
[pekok2]