KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Kasus Baru Covid Jateng Turun Drastis, Dari 3000-an Perhari Kini Hanya 427

Kasus Baru Covid Jateng Turun Drastis, Dari 3000-an Perhari Kini Hanya 427

Kasus Baru Covid Jateng Turun Drastis, Dari 3000-an Perhari Kini Hanya 427

Gubernur Ganjar Pranowo saat memimpin Rapat Penanganan Covid-19 secara daring dengan Kabupaten/Kota se Jawa Tengah, Senin (23/8).

RASIKAFM – Penanganan Covid-19 di Jawa Tengah menunjukkan hasil yang positif. Dari minggu ke minggu, angka penyebaran kasus baru di provnsi ini terus menurun, bahkan saat ini penurunan terjadi sangat drastis.

Dalam rapat evaluasi penanganan Covid-19, Senin (23/8), terungkap bahwa angka kasus baru di Jateng pada tanggal 22 Agustus lalu hanya 427. Padahal pada pekan-pekan sebelumnya, penambahan kasus baru di Jateng bisa mencapai 3000 perhari.

“Penambahan kasus positif di Jateng pada Minggu (22/8) kemarin sebanyak 427. Penambahan kasus tertinggi di Purbalingga sebanyak 94 kasus, disusul Cilacap 41 kasus dan Banyumas 35 kasus,” katanya.

Selain penambahan kasus baru yang menurun, tren positivity rate juga mengalami penurunan. Dari semula 21,20 persen di minggu ke-32 menjadi 18,20 persen di minggu ke-33.

Tak hanya positivity rate, angka kasus kematian atau case fatality rate di Jateng juga mengalami penurunan. Pada minggu ke-33 lalu, kasus kematian Jateng sebanyak 6,30 persen dan saat ini menurun jadi 5,83 persen.

“Ini baru pertama kali angka kematian Jateng turun di bawah 6 persen,” imbuhnya.

Selain positivity rate dan case fatality rate yang turun, bed occupancy rate (BOR) di sejumlah rumah sakit di Jateng juga terus menurun. Untuk BOR ICU yang awalnya sempat mencapai lebih dari 80 persen dan terakhir pada minggu ke-32 mencapai 55,04 persen, saat ini hanya 43,40 persen saja.

“Sementara BOR isolasi dari minggu ke-32 sebanyak 35,16 persen, saat ini tingkat keterisiannya hanya 23,05 persen,” pungkasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan, penurunan kasus di Jateng selain kondisinya sudah membaik, hal itu juga dikarenakan upaya penyelarasan data antara Kabupaten, Provinsi dan Pusat. Menurutnya, saat ini proses penyelarasan data itu sudah mulai beres sehingga data pusat dengan daerah sudah sama.

“Kan banyak Bupati/Wali Kota protes, pak di tempat kami sudah turun, kok datanya masih tinggi. Maka kami mulai bereskan datanya, dan sekarang sudah bagus,” ucapnya.

Data penambahan kasus saat ini lanjut Ganjar adalah data riil penambahan dari Kabupaten/Kota tiap harinya. Sebelumnya, tingginya kasus Covid-19 di Jateng karena ada data yang belum dimasukkan dan diinjeck pada hari itu juga, sehingga jumlahnya meningkat.

“Seperti minggu-minggu kemarin, kan beritanya ramai Jateng kok tinggi terus. Ternyata itu karena tambahan data inject. Dengan data riil yang kita tampilkan dan data lain disimpan ke boks dulu untuk kita masukkan ke data akumulatif, ternyata Jateng turun di ranking empat,” jelasnya.

Dengan data riil yang disampaikan itu, maka Bupati/Wali Kota lanjut Ganjar bisa lebih nyaman. Meski begitu, ia tetap meminta agar semua tidak lengah dan tetap menjaga protokol kesehatan dengan ketat.

“Jangan sampai lengah dan harus tetap waspada. Saya minta upaya tracing dan testing juga tidak boleh kendor. Satu kasus positif, minimal ada 8 orang yang dites, syukur lebih. Sehingga kita tahu kondisi masyarakat agar penangananya jauh lebih baik,” pungkasnya.

Kabar Terkini

POPULER

Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Trans Banyumas Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Trans Banyumas: Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang mencatat 218 kejadian kebakaran lahan kosong sepanjang Januari hingga September 2026. Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Semarang Tantri Pradono mengatakan kebakaran meningkat karena kondisi lahan kering dan aktivitas manusia, sehingga pemilik lahan diminta menjaga kebersihan serta menghindari pembakaran sampah.
Lahan Kosong Jadi Ladang Api, 218 Kebakaran Terjadi di Semarang
[pekok2]