KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Kembali Gelar Pelayanan Akhir Pekan, Ita Dorong Masyarakat Gencarkan Urban Farming

Kembali Gelar Pelayanan Akhir Pekan, Ita Dorong Masyarakat Gencarkan Urban Farming

Kembali Gelar Pelayanan Akhir Pekan, Ita Dorong Masyarakat Gencarkan Urban Farming

RASIKAFM.COM | SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang kembali menggelar pelayanan akhir pekan serentak di 16 kecamatan, Sabtu (4/2/2034). 3 kecamatan di antaranya yaitu Kecamatan Mijen, Kecamatan Banyumanik, dan Kecamatan Gunungpati di samping membuka pelayanan akhir pekan juga mengadakan lomba masak menu sehat untuk anak stunting. Hal ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat luas yang datang mengakses pelayanan.

“Ada pelayanan terpadu akhir pekan yang diadakan di 16 Kecamatan yang tentu dari masing-masing kecamatan mempunyai inovasi-inovasi sendiri untuk menggerakkan masyarakat supaya hadir datang. Tadi ada juga lomba masak menu (untuk anak) stunting jadi mengambil potensi-potensi bahan makanan yang ada di wilayah masing-masing,” tutur Wali kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu.

Perempuan yang akrab disapa Ita tersebut juga mendorong masyarakat untuk melakukan urban farming atau menanami pekarangan dengan tanaman produktif. Menurutnya, jika bahan-bahan makanan menu sehat untuk anak stunting bisa dihasilkan dari pekarangan masing-masing maka akan lebih ekonomis dan berkelanjutan.

“Banyumanik ini kalau pagi masih berkabut cuacanya, masih dingin sehingga pas untuk bercocok tanam. Bisa menanam bahan-bahan yang biasa ibu-ibu masak. Bisa di pot-pot tidak harus di tanah,” ajak Ita.

“Kemarin para pimpinan daerah sudah dipanggil Pak Jokowi dan disampaikan bahwa tahun 2023 ini program prioritasnya adalah ketahanan pangan. Kalau kita mau tidak susah pangan tidak susah cari sayur ya kita menanam sendiri. Nanti juga akan ada lomba urban farming tingkat kecamatan dan kelurahan (untuk mendukung program pemerintah pusat tersebut),” imbuh Ita.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama juga dilaksanakan penyerahan sertifikat dari program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) oleh Badan Pertanahan Kota Semarang (BPN). Program PTSL ini memberi kemudahan, kepastian hukum atas kepemilikan sertifikat agar mengurangi konflik dan sertifikat ganda.

Ke depannya, Ita berharap BPN dapat terus berkolaborasi dengan Pemkot Semarang dalam pelayanan akhir pekan sehingga masyarakat yang ingin mengurus tanahnya lebih mudah mengakses pelayanannya. Kepala BPN Kota Semarang, Sigit Rachmawan Adhi, menjelaskan ini adalah tahun kedua berjalannya program PTSL yang dimulai pada tahun 2021 dan ditargetkan akan selesai dalam 3 tahun.

“Hari ini kita mendampingi ibu wali kota dalam rangka penyerahan sertifikat untuk PTSL tahun 2022. Total ada 17.000 sertifikat PTSL yang akan dibagi tahun 2022 untuk seluruh wilayah Kota Semarang. Dalam 3 tahun kita merencanakan PTSL yaitu pendataan tanah secara menyeluruh. Jadi seluruh tanah di Kota Semarang yang belum bersertifikat akan kita daftar, kita petakan, dan akan kita bikinkan sertifikat,” tandas Sigit.

Kabar Terkini

POPULER

Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Trans Banyumas Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Trans Banyumas: Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Haryono (58), warga Desa Diwak, Bergas, Kabupaten Semarang, selamat dari tenggelamnya KM Virgo 8 di perairan Masalembo, Minggu (13/9/2026). Ia bersama sembilan korban lain bertahan di rakit penolong sebelum ditemukan kapal nelayan. Haryono mengaku mengalami sejumlah kejadian yang dianggapnya sebagai firasat sebelum kapal berangkat menuju Kalimantan Tengah.
Cerita Korban Selamat Kapal Virgo Asal Kabupaten Semarang, Nasi Berkat yang Tumpah hingga Mimpi Kapal Tenggelam
[pekok2]