URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pemerintah Kota Semarang menggelar pelayanan akhir pekan dan lomba masak menu sehat untuk anak stunting di 16 kecamatan. Selain itu, juga dilaksanakan penyerahan sertifikat dari program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) oleh Badan Pertanahan Kota Semarang.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Kembali Gelar Pelayanan Akhir Pekan, Ita Dorong Masyarakat Gencarkan Urban Farming

Kembali Gelar Pelayanan Akhir Pekan, Ita Dorong Masyarakat Gencarkan Urban Farming

Kembali Gelar Pelayanan Akhir Pekan, Ita Dorong Masyarakat Gencarkan Urban Farming

featured-img

RASIKAFM.COM | SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang kembali menggelar pelayanan akhir pekan serentak di 16 kecamatan, Sabtu (4/2/2034). 3 kecamatan di antaranya yaitu Kecamatan Mijen, Kecamatan Banyumanik, dan Kecamatan Gunungpati di samping membuka pelayanan akhir pekan juga mengadakan lomba masak menu sehat untuk anak stunting. Hal ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat luas yang datang mengakses pelayanan.

“Ada pelayanan terpadu akhir pekan yang diadakan di 16 Kecamatan yang tentu dari masing-masing kecamatan mempunyai inovasi-inovasi sendiri untuk menggerakkan masyarakat supaya hadir datang. Tadi ada juga lomba masak menu (untuk anak) stunting jadi mengambil potensi-potensi bahan makanan yang ada di wilayah masing-masing,” tutur Wali kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu.

Perempuan yang akrab disapa Ita tersebut juga mendorong masyarakat untuk melakukan urban farming atau menanami pekarangan dengan tanaman produktif. Menurutnya, jika bahan-bahan makanan menu sehat untuk anak stunting bisa dihasilkan dari pekarangan masing-masing maka akan lebih ekonomis dan berkelanjutan.

“Banyumanik ini kalau pagi masih berkabut cuacanya, masih dingin sehingga pas untuk bercocok tanam. Bisa menanam bahan-bahan yang biasa ibu-ibu masak. Bisa di pot-pot tidak harus di tanah,” ajak Ita.

“Kemarin para pimpinan daerah sudah dipanggil Pak Jokowi dan disampaikan bahwa tahun 2023 ini program prioritasnya adalah ketahanan pangan. Kalau kita mau tidak susah pangan tidak susah cari sayur ya kita menanam sendiri. Nanti juga akan ada lomba urban farming tingkat kecamatan dan kelurahan (untuk mendukung program pemerintah pusat tersebut),” imbuh Ita.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama juga dilaksanakan penyerahan sertifikat dari program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) oleh Badan Pertanahan Kota Semarang (BPN). Program PTSL ini memberi kemudahan, kepastian hukum atas kepemilikan sertifikat agar mengurangi konflik dan sertifikat ganda.

Ke depannya, Ita berharap BPN dapat terus berkolaborasi dengan Pemkot Semarang dalam pelayanan akhir pekan sehingga masyarakat yang ingin mengurus tanahnya lebih mudah mengakses pelayanannya. Kepala BPN Kota Semarang, Sigit Rachmawan Adhi, menjelaskan ini adalah tahun kedua berjalannya program PTSL yang dimulai pada tahun 2021 dan ditargetkan akan selesai dalam 3 tahun.

“Hari ini kita mendampingi ibu wali kota dalam rangka penyerahan sertifikat untuk PTSL tahun 2022. Total ada 17.000 sertifikat PTSL yang akan dibagi tahun 2022 untuk seluruh wilayah Kota Semarang. Dalam 3 tahun kita merencanakan PTSL yaitu pendataan tanah secara menyeluruh. Jadi seluruh tanah di Kota Semarang yang belum bersertifikat akan kita daftar, kita petakan, dan akan kita bikinkan sertifikat,” tandas Sigit.

BACA JUGA :

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengapresiasi Kepala SPPG Jati, Karanganyar, yang mencicipi menu MBG setelah tim dapur melaporkan aroma mencurigakan, Rabu (12/8/2026). Tindakan itu dilakukan untuk memastikan keamanan makanan sebelum didistribusikan. Pemprov Jateng menilai kejadian tersebut menjadi evaluasi untuk memperketat pengawasan kualitas program MBG.
Taj Yasin Apresiasi Kepala SPPG yang Cicipi Menu MBG Sebelum Dibagikan
Dugaan penyalahgunaan dana Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) mencuat dalam audiensi Gapoktan Ngudi Hasil Desa Pakopen dengan DPRD Kabupaten Semarang, Kamis (13/8/2026). Anggota kelompok mengaku menerima dana lebih kecil dari nilai kredit dalam akad, sementara kewajiban tetap berjalan. DPRD meminta Pemkab membentuk tim untuk memfasilitasi penyelesaian.
Dana Kredit Petani Pakopen Bandungan Diduga Diselewengkan, Kuasa Hukum: Ada Indikasi Korupsi
Kejaksaan Negeri Salatiga menyerahkan lima mobil hasil rampasan perkara penyalahgunaan BBM bersubsidi kepada pemenang lelang terbuka di KPKNL Semarang, Kamis (13/8/2026). Kendaraan tersebut sebelumnya dimodifikasi untuk mengangkut solar dalam jumlah besar dan menggunakan pelat nomor serta barcode BBM yang diduga telah diubah. Hasil lelang disetorkan kepada negara.
5 Mobil Pengangsu Solar Dilelang, Uangnya Masuk ke Kas Negara
Warga Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, menggelar kenduri dan makan bersama di atas jalan yang baru selesai dibeton saat penutupan TMMD Reguler ke-129, Kamis (13/8/2026). Tradisi tersebut menjadi ungkapan syukur atas pembangunan jalan sepanjang sekitar 1,2 kilometer yang menghubungkan Cukil dengan Kemetul dan memperpendek akses warga.
Luapkan Rasa Syukur, Warga Cukil Gelar Kenduri di Atas Jalan yang Baru Selesai Dicor
Kejaksaan Negeri Salatiga memperkuat sinergi dengan insan pers melalui kegiatan koordinasi di Joglo 3 Kejari Salatiga, Kamis (13/8/2026), untuk mendukung Program Kerja Intelijen 2026. Kejari mendorong media menyampaikan informasi penegakan hukum secara profesional, transparan, akurat, dan berimbang sekaligus meningkatkan kesadaran hukum masyarakat.
Gelar Konsolidasi Kejaksaan ajak Kopdar Perdana dengan Insan Media di Salatiga
Kampung Keluarga Berkualitas Manggar Lestari, Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, meraih juara pertama nasional pengelolaan Kampung KB 2026 dari Kemendukbangga/BKKBN. Prestasi tersebut diraih melalui keterlibatan masyarakat dalam pemberdayaan lansia, pendampingan anak dan balita, seni budaya, serta berbagai program untuk meningkatkan kualitas keluarga dan lingkungan.
Kampung KB Manggar Lestari Desa Lerep Juara Nasional, Bukan Sekadar Soal “Dua Anak Cukup”

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang mengungkap kasus perampokan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, melalui jejak salah satu tersangka saat menggunakan jasa ojek online dari Grobogan menuju Ambarawa. Polisi menelusuri pengemudi GoRide yang menerima satu unit handphone sebagai pembayaran hingga memperoleh identitas tersangka. Penyidik juga menyebut motif perkara berkaitan dengan persoalan ekonomi dan masih melengkapi berkas sebelum diserahkan kepada kejaksaan.
Terungkap Lewat Histori Ojol, Perampok Royal Phone Bayar Gojek Pakai HP Hasil Kejahatan
Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Seorang pelajar kelas 10 SMK Bakti Nusantara berinisial KM (16) ditilang Satlantas Polres Salatiga karena mengendarai sepeda motor dengan knalpot tidak sesuai spesifikasi di pertigaan Cebongan, Selasa (11/8/2026). Polisi menilai suara knalpot brong mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Selain penindakan, Kasat Lantas AKP Henry Sulistyanta memberikan edukasi agar pelajar tidak menggunakan knalpot yang menimbulkan kebisingan.
Tertangkap Basah Gunakan Knalpot Brong di Pertigaan Cebongan, Siswa SMA di Salatiga Tertunduk Lesu

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved