URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Politikus senior Partai Nasdem, Thomas Suyanto, menegaskan dirinya tidak akan menyerah dalam kontestasi Pilkada Salatiga, memastikan tetap berjuang hingga tanggal 27 November 2024. Pernyataan ini disampaikan saat mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon wali kota di Kantor DPD PKS Salatiga, Jumat (7/6/2024). Thomas menegaskan bahwa timnya sudah siap di empat kecamatan dan 23 kelurahan di Salatiga dan akan mulai bergerak penuh setelah tanggal 27 Agustus.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Kembalikan Formulir ke PKS, Thomas Sebut “Kita Sudah ada Chemistry”

Kembalikan Formulir ke PKS, Thomas Sebut “Kita Sudah ada Chemistry”

Kembalikan Formulir ke PKS, Thomas Sebut “Kita Sudah ada Chemistry”

Politikus senior Partai Nasdem, Thomas Suyanto, menegaskan dirinya tidak akan menyerah dalam kontestasi Pilkada Salatiga, memastikan tetap berjuang hingga tanggal 27 November 2024. Pernyataan ini disampaikan saat mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon wali kota di Kantor DPD PKS Salatiga, Jumat (7/6/2024). Thomas menegaskan bahwa timnya sudah siap di empat kecamatan dan 23 kelurahan di Salatiga dan akan mulai bergerak penuh setelah tanggal 27 Agustus.
Foto dok IST
Thomas dan tim saat mengembalikan berkas pendaftaran bacalon wali kota ke PKS Salatiga
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Politikus senior Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Thomas Suyanto, menegaskan bahwa dirinya tidak akan menyerah dalam kontestasi Pilkada Salatiga. Ia memastikan tetap berjuang hingga tanggal 27 November 2024.

Pernyataan ini disampaikan oleh Thomas saat menjawab pertanyaan wartawan mengenai kesiapan dirinya untuk kalah dalam Pilkada, setelah mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon wali kota di Kantor DPD PKS Salatiga, Jumat (7/6/2024).

“Usaha kami pantang menyerah sampai tanggal 27 November. Soal hasilnya, setelah tanggal 28 November baru kami ngomong berserah. Menang alhamdulillah, kalah alhamdulillah,” jelasnya.

Thomas mengungkapkan bahwa timnya sudah siap di empat kecamatan dan 23 kelurahan di Salatiga. “Waktunya belum sekarang. Nanti setelah tanggal 27 Agustus, itu kira-kira kami baru gaspol,” tegasnya.

Thomas menegaskan kesiapan timnya dari berbagai arah. “Dari Partai Nasdem juga oke, dari luar Nasdem juga kami persiapkan,” tambahnya.

Sementara itu dukungan dari tokoh masyarakat maupun masyarakat umum sudah mulai mengalir. “Kemarin kita ke BKGS sudah kami komunikasikan, dan kelompok-kelompok yang lain juga sudah kami komunikasikan,” jelasnya.

Ketua DPD PKS Kota Salatiga, Latif Nahari, memberikan apresiasi kepada Thomas atas keseriusannya dalam mengembalikan formulir pendaftaran. “Untuk komunikasi, kita dengan siapapun tidak ada masalah,” ujarnya.

Mengenai rekomendasi dari PKS, Latif menyatakan bahwa saat ini baru tahap pengembalian formulir. “Dari kita nanti lihat berkas-berkasnya. Langkah-langkah berikutnya akan kita sampaikan kepada bakal calon,” jelasnya.

Thomas saat diwawancarai Rasika

BACA JUGA :

Polwan Polres Salatiga menggelar bakti sosial dan bakti kesehatan di Panti Asuhan Bakti Luhur, Tegalrejo, Argomulyo, Jumat (21/9/2026), untuk menyambut Hari Jadi Polwan ke-78. Kegiatan diisi penyerahan kebutuhan pokok dan pemeriksaan kesehatan bagi penghuni panti sebagai bentuk kepedulian sekaligus mempererat hubungan Polri dengan masyarakat.
Peduli Sesama, Polwan Polres Salatiga Gelar Baksos hingga Gendong Bayi
Smokyara di Jombor, Tuntang, Kabupaten Semarang, menawarkan kuliner bebek dengan teknik pengasapan hingga 15 jam tanpa direbus atau dipresto. Restoran milik Eko Setiawan ini juga menyajikan ayam dan ikan asap yang dimarinasi sebelum diasap menggunakan panas dan asap tidak langsung. Menu bebeknya kini diminati hingga 50 ekor per hari.
Pertama di Salatiga, Smokyara Hadir dengan Menu Bebek Asap
Seorang pria berinisial M (59), penghuni kos di Kampung Sawo, Bugel, Sidorejo, Kota Salatiga, ditemukan meninggal dunia pada Rabu (26/8/2026) malam. Polisi dan tim medis melakukan pemeriksaan serta olah TKP setelah menerima laporan melalui Call Center 110. Pemeriksaan awal tidak menemukan tanda penganiayaan maupun kekerasan pada tubuh korban.
Murni Sakit, Penghuni Kos Ditemukan Meninggal. Saksi akui Cium Bau Busuk
Sebanyak 95 lulusan LPK Serbaindo dilepas dalam Wisuda ke-14 di Hotel Laras Asri, Salatiga, Rabu (26/8/2026). Pada kesempatan itu, Serbaindo Group bersama Kemendes PDT meluncurkan program beasiswa pendidikan dan kerja ke Jepang yang menargetkan 45.000 peserta hingga 2030, khususnya untuk memenuhi kebutuhan tenaga caregiver.
Gelar Wisuda ke 14, Serbaindo Group Gandeng Kemendes PDT Buka Program 45.000 Beasiswa ke Jepang
Daihatsu Ayla dan Mitsubishi L300 Pick Up bertabrakan di Simpang Empat Klampeyan, Noborejo, Argomulyo, Kota Salatiga, Selasa (25/8/2026) siang. Kecelakaan terjadi saat Ayla hendak menyeberang Jalan Pertapaan Gedono dan bertabrakan dengan L300 yang melaju dari arah Tingkir menuju Kembang. Kedua pengemudi selamat tanpa luka.
Ayla VS L300 Adu Banteng, Pemilik Mobil hanya bisa Geleng - geleng
Sebanyak 111 siswa SMP Arunika dan SD School of Life Lebah Putih mengikuti Kemah Alih Golongan 2026 di Bumi Perkemahan Kuncen, Polobogo, Kabupaten Semarang. Kegiatan dikemas sebagai pembelajaran berbasis pengalaman untuk melatih kemandirian, kerja sama, pemecahan masalah, dan kemampuan berpikir kritis melalui berbagai tantangan di alam.
Ratusan Siswa ikuti Kemah Alih Golongan, Tanamkan Sikap Belajar Mandiri, dan Bekerja Sama di Alam

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5.000 Persen, Industri Jadi Motor Pertumbuhan