KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Kemenag Jateng Siapkan 36 Lokasi Pemantauan Hilal Jelang Ramadan

Kemenag Jateng Siapkan 36 Lokasi Pemantauan Hilal Jelang Ramadan

Kemenag Jateng Siapkan 36 Lokasi Pemantauan Hilal Jelang Ramadan

SEMARANG – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menyiapkan 36 lokasi pemantauan Rukyatul Hilal 1 Ramadan 1443 Hijriah yang tersebar di kabupaten atau kota di Jawa Tengah.

Persiapan itu adalah untuk hasil pemantapan dalam pantauan hilal sehingga menjadi data untuk penentuan datangnya bulan suci Ramadan tahun 2022 ini yang memang sudah dinantikan oleh Umat Islam.

Kepala Kanwil Kemenag Jateng Mustain Ahmad menyampaikan untuk di Jawa Tengah, pihaknya sudah menentukan puluhan titik yang tersebar di setiap Kabupaten atau Kota di Jawa tengah. Ia mengatakan penetuan hilal tersebut juga sebagai acuan untuk menentukan jatuhnya bulan puasa pada tahun 2022.

“Jadi di jawa tengah ini ada 36 titik yang kita minta semua kabupaten kota melakukan pengamatan dan Pengamatan hilal itu menjadi data pendukung saat melakukan sidang isbat yang akan dilakukan pada 29 Syaban sore hari pada saat matahari terbenam karena jam itu bisa dilakukan,” ujar Mustain, Jumat (1/4/2022).

Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak panik usai pihaknya melakukan penentuan hilal yang ternyata mengalami perbedaan pendapat. Dirinya juga meminta kepada tokoh agama untuk bisa menjadi contoh yang baik dengan tidak mempermasalahkan perbedaan seperti pantauan hilal yang ditentukan oleh setiap organisasi ataupun golongan tertentu.

“Jangan jadi polemik karena ini bukan yang pertama kali dan kita setiap tahun melakukan pengamatan itu sehingga harus dihormati. Saya juga meminta tokoh agama untuk menjadi pemandu yang baik,” paparnya.

Sementara itu, Bidang Bimas Islam Kanwil Kemenag Jateng, H Zainal Fatah menerangkan lokasi pantauan hilal yakni Planetarium dan Observatorium UIN Walisongo Semarang, Pantai Wates, Kaliori, Rembang, Pantai Jatimalang, Kabupaten Purworejo, Pantai Ujung Negoro, Kabupaten Batang, Pantai Padelan Kabupaten Kebumen, Pantai Kartini, Kabupaten Jepara, Menara Masjid Agung Pemalang, Pantai Alam Indah, Kota Tegal, Pelabuhan Tanjung Kendal, Kabupaten Kendal, Bukit Sokobukuk, Desa Sokobukuk, Kabupaten Pati, Lapangan Tembak Kebutuh Jurang, Kabhpaten Banjarnegara dan Hotel Aston Lantai 12, Kabuapten Banyumas.

“Masing masing tempat rukyat sudah dipersiapkan titik lokasinya untuk penempatan alat teropong. Peserta rukyat juga sudah diundang terdiri dari Pegawai Bidang Urais di Kanwil beserta dengan tim IT,” terangnya.

Lebih lanjut, pemantauan serentak se-Jateng akan dilaksanakan pada Jumat (1/4/ 2022) dan bertepatan dengan tanggal 29 Syakban. Untuk peralatan, sampai saat ini masing-mading tim sudah mempersiapkan dan mengondisikan.

“Disiapkan oleh masing masing Tim, seperti teropong, teodolit dan dokumen Berita Acara Rukyat Hilal. Hasil rukyat se Indonesia menjadi bahan sidang itsbat Kemenag RI untuk menentukan 1 Ramadhan,” bebernya.

Terkait laporan dari Tim rukyat, jelas Zainal, jika ada yang berhasil melihat hilal dan disumpah oleh Hakim yang ikut hadir di situ, maka Sabtu tanggal 2 mulai puasa 1 ramadhan. Namun, bila semua Tim se-Indonesia tidak ada yang melihat hilal maka ditetapkan besok Sabtu tgl 2 April aau 30 Syakban.

“Lalu puasa jatuh pada hari Ahad tanggal 3 April. Ketetapan negara yang tergabung dalam MABIMS batas minimal hilal bisa dirukyat adalah 3 derajat, sementara
posisi hilal nanti masih 2 derajat,” ucapnya.

Disisi lain, menurut beberapa pendapat pengamat ahli, ia menjelaskan, dalam prediksinya hilal tidak akan terlihat. Sehingga, nantinya puasa akan jatuh pada hari Minggu tanggal 3 April.

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

Pemkot Semarang menertibkan sekitar 57 pedagang kaki lima di sepanjang Jalan Kaligawe Raya hingga perbatasan Demak, Selasa (3/11/2026). Penertiban dilakukan untuk membuka akses normalisasi drainase sepanjang hampir empat kilometer yang terhambat bangunan dan sampah. Langkah ini diharapkan memperlancar aliran air serta mengurangi potensi banjir di kawasan Kaligawe dan Genuk.
Penertiban PKL Kaligawe hingga Perbatasan Sayung Berlangsung Kondusif, Normalisasi Drainase Segera Dilakukan
Pemprov Jawa Tengah mengalokasikan hampir Rp71 miliar untuk pengadaan 1.507 alat dan mesin pertanian (alsintan) bagi kelompok tani dan Gapoktan di berbagai daerah. Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jateng Defransisco Dasilva Tavares menyebut bantuan tersebut ditujukan untuk meningkatkan produktivitas, menekan biaya produksi, serta mempercepat modernisasi pertanian.
Pemprov Jateng Salurkan Ribuan Alsintan Modern, Dorong Minat Gen Z Terjun ke Sektor Pertanian
Ungaran Innovative Expo 2026 Wadah 107 Inovator Bumi Serasi Menuju Kabupaten Sangat Inovatif
Ungaran Innovative Expo 2026: Wadah 107 Inovator Bumi Serasi Menuju Kabupaten Sangat Inovatif
Universitas Kristen Satya Wacana mengajak generasi muda memahami investasi secara rasional melalui Seminar Nasional Now or Never 2026 bertema Beyond the Price, Finding Value, and Building Wealth in Uncertain Markets. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Investor Club Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UKSW ini menghadirkan investor Lo Kheng Hong, Legendary Value Investor Indonesia dan akademisi Profesor Budi Frensidy, Komisaris Utama Samuel Tumbuh Bersama, sebagai narasumber, Rabu (04/11/2026), di Auditorium Fakultas Teknologi Informasi (FTI) UKSW. Dalam seminar yang diikuti 350 peserta ini, kedua narasumber mengajak peserta memahami investasi saham dengan mempertimbangkan nilai intrinsik, kualitas perusahaan, prospek bisnis, dan risiko investasi. Dalam pemaparannya, Profesor Budi Frensidy menekankan bahwa keputusan investasi perlu didasarkan pada perbandingan antara nilai intrinsik dan harga pasar suatu aset. Menurutnya, investor tidak cukup hanya melihat harga saham, tetapi perlu memperkirakan nilai perusahaan melalui analisis fundamental. “Kita mencari saham atau aset yang nilainya di atas harganya,” tegasnya. Budi mengulas sejumlah pendekatan dalam penilaian saham, antara lain discounted cash flow, kelipatan harga (price multiple), dan residual income. Berbagai metode tersebut dapat membantu investor memperkirakan nilai perusahaan dengan mempertimbangkan arus kas, kinerja, serta prospek bisnis. Ia juga mengingatkan bahwa hasil valuasi dapat berbeda bergantung pada metode dan asumsi yang digunakan. Sementara itu, Lo Kheng Hong membagikan pengalaman panjangnya berinvestasi di pasar modal Indonesia. Ia mengulas perjalanan investasinya serta sejumlah periode penurunan pasar yang justru dinilainya sebagai peluang bagi investor untuk menemukan saham perusahaan berkualitas dengan harga menarik. “Saham is the best choice,” ungkapnya, menegaskan pandangannya terhadap investasi saham. Menurutnya, penurunan harga saham tidak selalu harus disikapi dengan kepanikan, tetapi perlu dianalisis berdasarkan kondisi dan kualitas perusahaan. Dalam memilih perusahaan untuk investasi, Lo Kheng Hong menekankan pentingnya memperhatikan integritas dan kompetensi manajemen, kualitas bisnis, serta prospek perusahaan. Ia juga memperkenalkan konsep sleeping shareholder, yakni menjadi pemegang saham perusahaan berkualitas dan memperoleh manfaat dari pertumbuhan bisnis maupun pembagian dividen tanpa harus terlibat langsung dalam operasional perusahaan. Melalui kedua pemaparan tersebut, peserta memperoleh gambaran bahwa investasi membutuhkan pengetahuan, kesabaran, dan kemampuan mengambil keputusan berdasarkan analisis. Pemahaman terhadap perusahaan yang dipilih menjadi salah satu hal penting agar investor tidak sekadar mengikuti tren atau pergerakan harga pasar. Wakil Rektor Bidang Keuangan, Infrastruktur, dan Perencanaan (WR KIP) UKSW Priyo Hari Adi, menyampaikan bahwa kehadiran dua narasumber memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar investasi dari perspektif akademik dan pengalaman praktis. Ia berharap seminar ini mendorong mahasiswa mengelola keuangan secara cakap dan berintegritas, serta mengambil keputusan investasi dengan mempertimbangkan manfaat dan risikonya. Ia juga mengingatkan bahwa tujuan investasi bukan semata-mata memperoleh keuntungan sebesar-besarnya, melainkan mencapai hasil yang optimal dengan mempertimbangkan risiko. “Dalam pasar modal, kita tidak boleh hanya berbicara mengenai hasil yang maksimal, tetapi hasil yang optimal karena selalu ada manfaat sekaligus risiko,” ungkapnya. Dekan FEB UKSW Dr. Yefta Andi Kus Noegroho turut mengingatkan peserta agar mencermati perkembangan pasar dan tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan investasi. Pemahaman terhadap kondisi perusahaan dan dinamika pasar menjadi bekal penting sebelum menentukan langkah investasi.
Seminar Nasional Now or Never 2026, Lo Kheng Hong dan Budi Frensidy Hadir di UKSW
[pekok2]