KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Keterbatasan Tenaga Medis Jadi Kendala Penanganan PMK di Kabupaten Semarang

Keterbatasan Tenaga Medis Jadi Kendala Penanganan PMK di Kabupaten Semarang

Keterbatasan Tenaga Medis Jadi Kendala Penanganan PMK di Kabupaten Semarang

UNGARAN – Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak di Kabupaten Semarang terus mengalami lonjakan. Berdasarkan data dari Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang, hingga Rabu (16/6/2022) total sebanyak 1.891 ekor hewan ternak terindikasi PMK.

Jumlah itu terdiri dari sapi sebanyak 120 ekor, sapi perah 1.015 ekor, sapi potong 723 ekor, kambing 9 ekor, domba 12 ekor dan kerbau 12 ekor. Dari jumlah total tersebut, 23 ekor diantaranya mati.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengakui, penyebaran kasus PMK di daerahnya memang berlangsung sangat cepat. Sementara di sisi lain, keterbatasan dokter hewan dan paramedis menjadi kendala penanganan wabah PMK.

“Untuk dokter hewan lapangan di Kabupaten Semarang saat ini baru ada 12 orang dan 14 paramedis kesehatan hewan. Maka akan dikerahkan juga relawan kesehatan hewan untuk membantu penanganan di lapangan,” ungkapnya di Ungaran, Kamis (16/6/2022).

Disampaikan Ngesti, pihaknya bersama-sama dengan Dispertanikap dan jajaran pun terus memonitor kandang-kandang baik komunal maupun milik perorangan yang ada di setiap desa/kelurahan. Selain itu memberikan pelayanan dan penanganan jika ada hewan ternak yang terindikasi atau dicurigai telah terserang PMK.

“Layanan panggilan darurat akan kita aktifkan. Termasuk membentuk tim khusus hingga tingkat kecamatan dengan mengerahkan babinsa dan bhabinkamtibmas di tiap-tiap desa/kelurahan,” katanya.

Sementara untuk upaya pencegahan penyebaran PMK, Ngesti menambahkan pihaknya bersama jajaran Polres Semarang akan melakukan pengawasan lalu lintas hewan ternak di Kabupaten Semarang dengan mendirikan posko-posko lalu lintas hewan kurban di sejumlah wilayah perbatasan. Tujuannya guna melakukan pengecekan kesehatan hewan ternak yang masuk ke wilayah Kabupaten Semarang.

“Hewan yang tidak dilengkapi SKKH maka tidak boleh masuk Kabupaten Semarang dan kami minta kembali ke daerah asal,” imbuhnya. (win)

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menggelar Job Fair ke-49 pada 22–23 Oktober 2026 di Balairung UKSW, Salatiga, pukul 09.00–16.00 WIB. Kegiatan gratis dan terbuka untuk umum ini menghadirkan 393 lowongan dari lebih dari 35 perusahaan dan sekolah, serta menyediakan lokakarya karier, konsultasi kesiapan kerja, dan kesempatan mengikuti tes seleksi secara langsung.
393 Loker dari 35 Perusahaan Tersedia dalam Job Fair UKSW ke-49
Kontingen sambo Kota Salatiga meraih tiga medali emas, satu perak, dan satu perunggu pada hari pertama Porprov Jawa Tengah 2026, Kamis (22/10). Medali emas dipersembahkan Michel Angelo, Nanda Bagus Yuniarta, dan Rendi Dwi Kuncoro. Sementara itu, Pradipa Bagaskara Pratama meraih perak dan Surya Adji Nugroho menyumbangkan perunggu.
Sambo Salatiga Borong Tiga Emas dalam Porprov Jateng
Siswi MTsN Salatiga Raih Medali Emas dalam Lomba KREASI 2026 di Yogyakarta
Siswi MTsN Salatiga Raih Medali Emas dalam Lomba KREASI 2026 di Yogyakarta
Pemerintah Kota Salatiga melalui Dinas Pendidikan menyalurkan insentif kesejahteraan kepada 1.009 guru dan tenaga kependidikan (GTK) Non-ASN dari berbagai jenjang pendidikan, Senin (19/10/2026). Dengan total alokasi anggaran Rp6,642 miliar, bantuan ini menjadi bentuk dukungan terhadap kesejahteraan pendidik. Wali Kota Robby Hernawan juga mendorong penguatan pendidikan karakter, pencegahan perundungan, serta adaptasi guru terhadap perkembangan teknologi.
Alhamdulillah! Pemkot Salatiga Berikan Insentif 1.009 Guru Non-ASN
[pekok2]