URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Erikda Ucok Hindratmo, Ketua Harian DPD Angkatan Muda Pembangunan Indonesia (AMPI) Jateng, telah memastikan mengembalikan formulir pendaftaran sebagai calon wali kota (Cawali) Salatiga melalui Partai Gerindra. Ucok, yang juga aktif di KONI Jateng dan tinggal di Semarang, mengungkapkan alasannya mendaftar sebagai wali kota karena kecintaannya pada Salatiga.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Ketua Harian AMPI Jateng Daftar Balon Cawali Salatiga Melalui Gerindra

Ketua Harian AMPI Jateng Daftar Balon Cawali Salatiga Melalui Gerindra

Ketua Harian AMPI Jateng Daftar Balon Cawali Salatiga Melalui Gerindra

Erikda Ucok Hindratmo, Ketua Harian DPD Angkatan Muda Pembangunan Indonesia (AMPI) Jateng, telah memastikan mengembalikan formulir pendaftaran sebagai calon wali kota (Cawali) Salatiga melalui Partai Gerindra. Ucok, yang juga aktif di KONI Jateng dan tinggal di Semarang, mengungkapkan alasannya mendaftar sebagai wali kota karena kecintaannya pada Salatiga.
Foto Arief Rasika
Erikda Ucok Hindratmo (kanan) mengembalikan formulir pendaftaran cawali kepada Ketua Gerindra Kota Salatiga Yuliyanto.
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Erikda Ucok Hindratmo, Ketua Harian DPD Angkatan Muda Pembangunan Indonesia (AMPI) Jateng, akhirnya memastikan mengembalikan formulir pendaftaran sebagai calon wali kota (Cawali) Salatiga melalui Gerindra.

Kepada rasikafm.com Ucok mengakui selama dirinya tinggal di Kota Semarang. Selain di AMPI Jateng, Erikda Ucok Hindratmo, juga aktif di KONI Jateng.

”Alasan Saya mendaftar Wali Kota karena waktu remaja pernah mengikuti Diklat Sepakbola di Kota Salatiga, meski tidak lama di Kota Salatiga,” ungkap Erikda Ucok Hindratmo.

Ucok Hindratmo mengaku sudah kadung ”tresno” dengan Kota Salatiga, sehingga ingin terlibat secara langsung dalam pengambilan kebijakan, dengan menjadi Wali Kota Salatiga.

Menurutnya, Kota Salatiga sangat berpotensi dikembangkan sebagai kota metropolitan.

”Saya siap menarik investor ke Kota Salatiga. Kita bangun Salatiga agar menjadi kota besar yang dapat memberikan kesejahteraan kepada warga Salatiga,” ungkapnya.

Selain itu, Erikda Ucok Hindratmo memiliki cita-cita memajukan kembali kejayaan Kota Salatiga, sebagai gudangnya atlet yang berprestasi di tingkat nasional dan internasional.

‘”Kita harus dapat membuktikan bahwa Kota Salatiga sebagai tempat lahirnya atlet yang membawa nama harus Salatiga di kancah nasional dan internasional,” ujarnya.
Erikda Ucok Hindratmo mengaku sudah berkomunikasi dengan sejumlah partai politik.

Termasuk di antaranya dengan Partai Gerindra dan PKS, serta partai lainnya.

Ketua Harian DPD AMPI Jateng, Erikda Ucok Hindratmo saat diwawancarai Rasika FM

BACA JUGA :

Sebanyak 111 siswa SMP Arunika dan SD School of Life Lebah Putih mengikuti Kemah Alih Golongan 2026 di Bumi Perkemahan Kuncen, Polobogo, Kabupaten Semarang. Kegiatan dikemas sebagai pembelajaran berbasis pengalaman untuk melatih kemandirian, kerja sama, pemecahan masalah, dan kemampuan berpikir kritis melalui berbagai tantangan di alam.
Ratusan Siswa ikuti Kemah Alih Golongan, Tanamkan Sikap Belajar Mandiri, dan Bekerja Sama di Alam
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Sebanyak 165 warga binaan Rutan Kelas IIB Salatiga mengikuti Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang digelar BPS Kota Salatiga di Aula Rutan, Kamis (20/8/2026). Pendataan tersebut dilakukan untuk memperoleh data ekonomi yang akurat dan komprehensif sebagai dasar perencanaan pembangunan, sekaligus memperkuat sinergi antara BPS dan jajaran pemasyarakatan.
Sensus Ekonomi 2026 Sasar Rutan Salatiga
Sebuah kios perlengkapan pakaian muslim di Pasar Raya II, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Salatiga, terbakar pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada lampu bagian atas ruko yang digunakan sebagai gudang. Tiga unit mobil damkar dikerahkan dan api berhasil dipadamkan tanpa korban jiwa.
Tiga Unit Mobil Pemadam Lumpuhkan Api yang Membakar Kios Perlengkapan Muslim di Salatiga
Kejaksaan Negeri Salatiga memberikan penyuluhan hukum kepada siswa SMP Negeri 10 Salatiga melalui program Jaksa Masuk Sekolah (JMS), Kamis (20/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di mushola sekolah tersebut membahas perundungan, tawuran, kekerasan, narkotika, pelecehan seksual, pencurian, hingga penggunaan media sosial secara bijak untuk membangun kesadaran hukum sejak dini.
Program JMS di SMP 10 Salatiga, Siswa Diberikan Materi Tentang Hukum dan Konsekuensinya
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara