URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Keluarga bersama kepolisian Polrestabes Semarang menemui Komisi Polisi Nasional (Kompolnas) di Mapolrestabes Semarang untuk membahas kasus pembunuhan Iwan Boedi Prasetijo Paulus

Mbak Google

KABAR RASIKA

Kompolnas Temui Keluarga Bahas Penanganan Kasus Iwan Boedi

Kompolnas Temui Keluarga Bahas Penanganan Kasus Iwan Boedi

Kompolnas Temui Keluarga Bahas Penanganan Kasus Iwan Boedi

featured-img

RASIKAFM.COM | SEMARANG – Keluarga bersama kepolisian Polrestabes Semarang menemui Komisi Polisi Nasional (Kompolnas) di Mapolrestabes Semarang untuk membahas kasus pembunuhan Iwan Boedi Prasetijo Paulus, Jumat (25/11/2022) pagi.

Pertemuan secara tertutup tersebut dihadiri oleh, Ketua Harian Kompolnas, Benny Mamoto, istri Iwan Boedi, Theresia Onee Anggarawati, Pengacara Keluarga Iwan, Yunantyo Adi Setiawan, Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Donny Lombantoruan dan Dirreskrimum Polda Jateng, Kombes Pol Djuhandani Rahardjo Puro.

Keluarga Iwan Boedi datang ke Polrestabes Semarang untuk dimintai informasi yang berkaitan dengan korban sebelum ditemukan meninggal dunia dalam keadaan hangus terbakar bersama motor dinasnya di CV Family kawasan Marina Kota Semarang pada Kamis (8/9/2022) malam lalu.

“Pada intinya Kompolnas ingin selain mendapat bahan dari kepolisian ingin mendengar dari keluarga misalnya dikeluhkan dari keluarga dengan bagaiamna situasi pak Iwan hari-hari sebelumnya atau sampai berangkat pagi tanggal 24 Agustus yang kemudian hilang itu dan ditemukan meninggal,” ujar Pengacara Keluarga Iwan Boedi, Yunantyo Adi Setiawan kepada awak media di Polrestabes Semarang.

Keterangan yang diambil Kompolnas dari keluarga yaitu terkait pekerjaan korban atau pemanggilan saksi korupsi tentang penyerahan 8 bidang tanah di daerah Mijen Kota Semarang oleh Ditreskrimsus Polda Jateng.

“Karena kepolisian memasalahkan 8 bidang tanah itu tahun 2010 ada program sertifikasi dari tanah yang fasumnya (fasilitas umum) akan diserahkan ke Pemerintah Kota tapi tidak dibalik nama tapi anggaranya memang dibalikan ke kas daerah,” bebernya.

“Dari namanya itu masih swasta nah reskrimsus mempertanyakan itu pada bulan Mei (2022) memang ada rapat dengan para Pejabat Pemkot untuk membahas hal yang dimasalahkan kepolisian itu kenapa kalau diserahkan ke Pemkot namanya kok masih swasta,” tambahnya.

Meski demikian, kepolisian masih mendalami motif lain dari peristiwa pembunuhan Iwan Boedi. Disisi lain, keluarga ingin kasus pembunuhan Iwan Boedi segera terungkap karena dikhawatirkan kasus ini hilang.

“Kita sampaikan keluarga ingin kasus ini lekas terungkap tidak berlarut karena kita kahwaatir juga kalau berlarut tidak terungkap seprti kasus Udin dan Marsinah. Kita ingin ini lekas ada proses yang cepat pelakunya siapa bagaimana dan pengembangan terduganya gimana,” paparnya.

Sementara itu, istri Iwan Boedi, Theresia Onee Anggarawati mengucapkan terimakasih kepada kepolisian dan Kompolnas karena telah berjuang mengungkap kasus pembunuhan.

“Kiranya kasus ini dapat diselesaikan karena kalau tidak selesai saya takutkan ada lagi banyak korban dan pelaku akan kembali melakukn hal yang sama,” imbuhnya.

BACA JUGA :

Dosen STAI Kuningan, Dakhori, menjelaskan bahwa istilah Londo Ireng kini berkembang sebagai simbol kritik terhadap praktik kekuasaan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat. Pernyataan tersebut disampaikan kepada Rasika FM, Minggu (26/7/2026), sebagai refleksi atas ketimpangan sosial, pembangunan, dan demokrasi. Menurutnya, kritik terhadap kebijakan merupakan bagian penting dalam menjaga akuntabilitas pemerintahan serta memastikan kemerdekaan benar-benar dirasakan masyarakat.
Istilah Londo Ireng Kembali Muncul, Dr. Dakhori Soroti Bahaya Mental Penjajah di Tubuh Bangsa Sendiri
Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Abdul Ghoffar Rozin menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan kolaborasi lintas elemen dalam menghadapi bencana saat Apel Kesiapsiagaan Jambore Relawan NU Peduli se-Jawa Tengah di Bumi Perkemahan Harda Walika, Gunungpati, Kota Semarang, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan ini diisi peluncuran aplikasi NU Risk, penyerahan bantuan kebencanaan, serta penanaman pohon sebagai upaya memperkuat respons bencana, pemulihan korban, dan konservasi lingkungan.
Gus Rozin: Relawan NU Peduli Harus Siaga, Cepat dan Utamakan Kemanusiaan
Ribuan warga dan wisatawan memadati Alun-alun Salatiga, Jumat (24/7/2026), untuk mengikuti Kenduri Rakyat dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-1276 Kota Salatiga. DPRD Kota Salatiga menyediakan 7.000 porsi makanan dan minuman gratis serta satu gunungan raksasa sebagai wujud rasa syukur dan kebersamaan. Antusiasme masyarakat membuat ratusan stan kuliner habis diserbu hanya dalam hitungan menit
Ribuan Warga Salatiga Berebut 7.000 Porsi Makanan Gratis dalam Acara Kenduri Rakyat HUT Salatiga
Rumah pasangan lansia Muhroji (73) dan Munarti (65) di Dusun Pledokan, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, akhirnya mendapat sambungan listrik pada Kamis (23/7/2026) setelah sekitar 20 tahun hidup tanpa aliran listrik. Penyambungan dilakukan menyusul koordinasi Pemerintah Kabupaten Semarang, Pemerintah Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, dan PLN, sehingga keluarga tersebut kini dapat menikmati penerangan listrik untuk kebutuhan sehari-hari dan mendukung proses belajar anak mereka.
Rumah Muhroji Sudah Terang Benderang, Buku Pelajaran Sang Anak Tak Lagi 'Belepotan' Minyak Goreng
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.54
Kejati Jateng dan Kejari Salatiga Lelang Barang Rampasan, Awan Prastyo Imbau Masyarakat Waspadai Penipuan
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah dan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok menggelar pertemuan strategis di Semarang untuk memperkuat kerja sama pendidikan, kebudayaan, dan hubungan persahabatan Indonesia–Tiongkok. Pertemuan yang dihadiri Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Gus Rozin beserta sejumlah pimpinan perguruan tinggi membahas penyediaan pengajar Bahasa Mandarin, peluang beasiswa, kemudahan visa, serta pengembangan jejaring akademik sebagai upaya meningkatkan kolaborasi antar kedua negara.
PWNU Jawa Tengah Perkuat Kerja Sama Strategis dengan Konsulat Jenderal Tiongkok, Fokus pada Pendidikan, Beasiswa, dan Hubungan Bilateral

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Pemerintah Kota Salatiga resmi melakukan soft launching parkir elektronik di Jalan Monginsidi, Senin (27/7/2026), sebagai langkah mempercepat transformasi digital layanan publik. Program hasil kolaborasi dengan Bank Jateng ini menghadirkan sistem pembayaran retribusi parkir non-tunai untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, efisiensi, dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Uji coba dimulai di dua ruas jalan sebelum diperluas ke 20 titik pada Oktober 2026 dan ditargetkan menjangkau sekitar 120 titik parkir pada awal 2027.
Berharap PAD Naik, Pemkot Salatiga Luncurkan Uji Coba Parkir Elektronik
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga