URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Jawa Tengah diklaim oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menduduki peringkat pertama jumlah korban terbanyak atas aksi terorisme yang terjadi. Atas hal itu BNPT masih terus melakukan upaya rekonsiliasi antara mantan narapidana terorisme dengan para korban.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Korban Terorisme di Jateng Diklaim Terbanyak, BNPT Rekonsiliasi Pelaku dan Korban

Korban Terorisme di Jateng Diklaim Terbanyak, BNPT Rekonsiliasi Pelaku dan Korban

Korban Terorisme di Jateng Diklaim Terbanyak, BNPT Rekonsiliasi Pelaku dan Korban

featured-img

UNGARAN – Jawa Tengah diklaim oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menduduki peringkat pertama jumlah korban terbanyak atas aksi terorisme yang terjadi. Atas hal itu BNPT masih terus melakukan upaya rekonsiliasi antara mantan narapidana terorisme dengan para korban.

“Upaya itu untuk mengembalikan kondisi psikologi para pelaku dan korban,” ujar Direktur Deradikalisasi BNPT Irfan Idris di Bandungan, Kabupaten Semarang baru-baru ini.

Dikatakan Irfan, rekonsiliasi tersebut sudah dilaksanakan dua kali. Pertama pada Februari 2016 yang mempertemukan 145 mantan narapidana terorisme dengan 51 korban. Kemudian tahun ini rekonsiliasi dilakukan di Jawa Tengah.

“Jawa Tengah ini banyak, ada 20 mantan napi terorisme dan 60 korban aksi terorisme,” jelasnya.

Menurutnya rekonsiliasi sangat dibutuhkan untuk menyembuhkan luka berbagai pihak.

“Tentunya ada yang cacat fisik, bahkan yang cukup ekstrim ada korban yang terpaksa mengganti organ matanya dengan kelereng,” katanya.

Pihaknya mengajak seluruh masyarakat untuk mencegah aksi ekstremisme, radikalisme, dan terorisme. Menurutnya, bisa jadi pelaku terorisme juga merupakan korban dari narasi-narasi sesat yang berseliweran di media sosial.

“Narasi-narasi baiat di media sosial yang tidak dipahami sehingga menjadi pelaku aksi bom bunuh diri di depan khalayak,” imbuhnya.

Sementara Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen yang saat itu hadir mengatakan rekonsiliasi adalah hal yang ditunggu semua pihak. Dia menilai gerakan rekonsiliasi ini bagian dari merawat NKRI.

“Alangkah indahnya jika penyintas dan mitra deradikalisasi bisa bersatu dan saling memengaruhi untuk membangun Indonesia yang lebih baik serta penuh perdamaian,” tuturnya. (win)

BACA JUGA :

Dosen STAI Kuningan, Dakhori, menjelaskan bahwa istilah Londo Ireng kini berkembang sebagai simbol kritik terhadap praktik kekuasaan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat. Pernyataan tersebut disampaikan kepada Rasika FM, Minggu (26/7/2026), sebagai refleksi atas ketimpangan sosial, pembangunan, dan demokrasi. Menurutnya, kritik terhadap kebijakan merupakan bagian penting dalam menjaga akuntabilitas pemerintahan serta memastikan kemerdekaan benar-benar dirasakan masyarakat.
Istilah Londo Ireng Kembali Muncul, Dr. Dakhori Soroti Bahaya Mental Penjajah di Tubuh Bangsa Sendiri
Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Abdul Ghoffar Rozin menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan kolaborasi lintas elemen dalam menghadapi bencana saat Apel Kesiapsiagaan Jambore Relawan NU Peduli se-Jawa Tengah di Bumi Perkemahan Harda Walika, Gunungpati, Kota Semarang, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan ini diisi peluncuran aplikasi NU Risk, penyerahan bantuan kebencanaan, serta penanaman pohon sebagai upaya memperkuat respons bencana, pemulihan korban, dan konservasi lingkungan.
Gus Rozin: Relawan NU Peduli Harus Siaga, Cepat dan Utamakan Kemanusiaan
Ribuan warga dan wisatawan memadati Alun-alun Salatiga, Jumat (24/7/2026), untuk mengikuti Kenduri Rakyat dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-1276 Kota Salatiga. DPRD Kota Salatiga menyediakan 7.000 porsi makanan dan minuman gratis serta satu gunungan raksasa sebagai wujud rasa syukur dan kebersamaan. Antusiasme masyarakat membuat ratusan stan kuliner habis diserbu hanya dalam hitungan menit
Ribuan Warga Salatiga Berebut 7.000 Porsi Makanan Gratis dalam Acara Kenduri Rakyat HUT Salatiga
Rumah pasangan lansia Muhroji (73) dan Munarti (65) di Dusun Pledokan, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, akhirnya mendapat sambungan listrik pada Kamis (23/7/2026) setelah sekitar 20 tahun hidup tanpa aliran listrik. Penyambungan dilakukan menyusul koordinasi Pemerintah Kabupaten Semarang, Pemerintah Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, dan PLN, sehingga keluarga tersebut kini dapat menikmati penerangan listrik untuk kebutuhan sehari-hari dan mendukung proses belajar anak mereka.
Rumah Muhroji Sudah Terang Benderang, Buku Pelajaran Sang Anak Tak Lagi 'Belepotan' Minyak Goreng
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.54
Kejati Jateng dan Kejari Salatiga Lelang Barang Rampasan, Awan Prastyo Imbau Masyarakat Waspadai Penipuan
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah dan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok menggelar pertemuan strategis di Semarang untuk memperkuat kerja sama pendidikan, kebudayaan, dan hubungan persahabatan Indonesia–Tiongkok. Pertemuan yang dihadiri Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Gus Rozin beserta sejumlah pimpinan perguruan tinggi membahas penyediaan pengajar Bahasa Mandarin, peluang beasiswa, kemudahan visa, serta pengembangan jejaring akademik sebagai upaya meningkatkan kolaborasi antar kedua negara.
PWNU Jawa Tengah Perkuat Kerja Sama Strategis dengan Konsulat Jenderal Tiongkok, Fokus pada Pendidikan, Beasiswa, dan Hubungan Bilateral

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Pemerintah Kota Salatiga resmi melakukan soft launching parkir elektronik di Jalan Monginsidi, Senin (27/7/2026), sebagai langkah mempercepat transformasi digital layanan publik. Program hasil kolaborasi dengan Bank Jateng ini menghadirkan sistem pembayaran retribusi parkir non-tunai untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, efisiensi, dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Uji coba dimulai di dua ruas jalan sebelum diperluas ke 20 titik pada Oktober 2026 dan ditargetkan menjangkau sekitar 120 titik parkir pada awal 2027.
Berharap PAD Naik, Pemkot Salatiga Luncurkan Uji Coba Parkir Elektronik
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga