KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Kota Salatiga Gagal Memiliki Calon Wali Kota dari Jalur Independen

Kota Salatiga Gagal Memiliki Calon Wali Kota dari Jalur Independen

Kota Salatiga Gagal Memiliki Calon Wali Kota dari Jalur Independen

Foto Arief Rasika
Kantor wali Kota Salatiga dijalan Sukowati.

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Sejak dibuka resmi oleh KPU calon perseorangan atau independen dalam pilkada Salatiga 2024 ternyata sepi peminat

Hal itu diketahui setelah sampai hari terakhir pendaftaran bakal calon wali kota dan wakil wali kota, Minggu (12/5/2024) tidak ada satupun pasangan calon yang mendaftarkan diri di kantor KPU Kota Salatiga.

Ketua KPU Kota Salatiga Yesaya Tiluata mengatakan, pendaftaran jalur independen untuk Pilkada Salatiga telah ditutup pada Minggu (12/5/2024). sampai pukul 24.00 WIB tidak ada satupun pasangan bakal calon wali kota dan wakil wali kota yang mendaftarkan diri.

“Sampai dengan pengumuman dan pendaftaran tidak ditemukan atau nihil Paslon jalur independen yang mendaftar ke KPU,” kata Yesaya Senin (13/5/2024).

Dikatakan, sebelumnya KPU telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang hendak mencalonkan diri sebagai wali kota dan wakil wali kota Salatiga melalui jalur independen. Sosialisasi dilakukan mulai 21 Maret hingga 30 April 2024.

“Kemudian dilanjutkan dengan pengumuman penerimaan dukungan calon perseorangan 5-7 Mei 2024, dilanjutkan penyerahan syarat dukungan pada 8 sampai 12 Mei 2024. Namun sampai dengan hari terakhir tidak ada calon yang melakukan konsultasi juga,” terang Yesaya.

Sesuai aturan, bakal pasangan calon yang hendak mencalonkan diri lewat jalur independen harus mengumpulkan dukungan setidaknya 10% dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT). Di Kota Salatiga sendiri membutuhkan sebanyak 14.267 dukungan jika hendak maju lewat jalur independen.

Kabar Terkini

POPULER

Pemetaan Zona Kerentanan Gerakan Tanah (ZKGT) menjadi salah satu upaya memperkuat mitigasi bencana di Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga. Hal itu dibahas dalam Forum Konsultasi Publik di Hotel Aston Semarang, Senin (28/9/2026), untuk menyamakan pemahaman serta mendorong pemanfaatan data dalam perencanaan pembangunan dan kesiapsiagaan masyarakat.
Peta Zona Gerakan Tanah Kabupaten Semarang-Salatiga Dibahas, Mitigasi Jadi Perhatian
Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
[pekok2]