KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Lakukan Pemalakan, Dua Pemuda Dikeroyok Warga di Ungaran

Lakukan Pemalakan, Dua Pemuda Dikeroyok Warga di Ungaran

Lakukan Pemalakan, Dua Pemuda Dikeroyok Warga di Ungaran

Foto: Dok./IST
Ilustrasi

RASIKAFM.COM | UNGARAN – MNA (18) dan LF (24) menjadi sasaran pengeroyokan oleh sejumlah warga di sekitar lingkungan Sewakul, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang pada Minggu (9/2/2025) sekitar pukul 03.00 WIB. Kedua warga Kota Semarang itu sebelumnya melakukan pemalakan terhadap seorang remaja di sekitar batas Kota Ungaran, tepatnya di SPBU Pudakpayung.

Disampaikan oleh Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Semarang Anang Sukoco, kejadian tersebut bermula setelah petugas piket Quick Response System (QRS) menerima laporan dari seorang warga yang berprofesi sebagai penjual nasi goreng di dekat Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Kabupaten Semarang terkait tindakan pengeroyokan terhadap seseorang.

“Setelah menerima laporan, petugas langsung menuju lokasi kejadian. Ada dua orang yang dikeroyok dan diketahui mereka adalah pelaku pemalakan. Keduanya kemudian kami amankan ke kantor,” ujar Anang saat dikonfirmasi, Rabu (12/2/2025).

Anang menjelaskan, pelaku pemalakan berjumlah lima orang dengan mengendarai tiga sepeda motor. Mereka berhasil merampas sejumlah uang dan handphone dari seorang remaja.

“Korban pemalakan menghubungi kakaknya yang saat itu sedang berada di sekitar Kantor KPU Kabupaten Semarang,” sambungnya.

Mendengar laporan adiknya, kakak korban tidak terima dan langsung mengejar kelompok pelaku pemalakan yang melarikan diri menuju arah Gunungpati. Sesampainya di Jalan Ki Sarino Mangun Pranoto, kakak korban bersama teman-temannya melakukan penghadangan.

“Tiga pelaku pemalakan berhasil melarikan diri, dan di sinilah aksi pengeroyokan terjadi,” urainya.

Setelah berhasil mengamankan dua pelaku pemalakan, sang kakak melanjutkan pencarian handphone milik adiknya yang ternyata tidak berada di tangan keduanya. Dalam pencarian tersebut, mereka justru menemukan sejumlah remaja yang tengah mabuk dan membawa senjata tajam di sekitar trotoar U turn Pudakpayung.

“Mereka mengaku kehabisan bensin setelah rencana tawuran mereka di daerah Mranggen, Demak, batal dilakukan,” kata Anang.

Para remaja itu masing-masing RA (15) dan AMH (15), keduanya merupakan pelajar SMP di Ungaran, serta RKA (24) seorang warga Pudakpayung. Oleh petugas, pelaku pemalakan serta tiga remaja tersebut diserahkan kepada Polsek Ungaran untuk diproses lebih lanjut. (win)

Kabar Terkini

POPULER

Pemetaan Zona Kerentanan Gerakan Tanah (ZKGT) menjadi salah satu upaya memperkuat mitigasi bencana di Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga. Hal itu dibahas dalam Forum Konsultasi Publik di Hotel Aston Semarang, Senin (28/9/2026), untuk menyamakan pemahaman serta mendorong pemanfaatan data dalam perencanaan pembangunan dan kesiapsiagaan masyarakat.
Peta Zona Gerakan Tanah Kabupaten Semarang-Salatiga Dibahas, Mitigasi Jadi Perhatian
Trans Banyumas Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Trans Banyumas: Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
[pekok2]