URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Seorang driver Jeggirl asal Boyolali bernama Anggraini Wahyuningtyas kehilangan helm NJS Kairoz kesayangannya yang dibeli sejak 2021 karena dicuri saat mengambil pesanan makanan di Jalan Sukowati, Salatiga pada Senin malam, 14 April 2025. Peristiwa pencurian tersebut terjadi ketika Anggraini memarkirkan motornya di Jalan Tanjung dan mendapati helm lengkap dengan interkom senilai Rp 1,1 juta sudah hilang sekitar pukul 20.15 WIB.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Lapor Polisi, Driver Jeggboy & Girl Salatiga Nangis, Kehilangan Helm Bernilai Jutaan

Lapor Polisi, Driver Jeggboy & Girl Salatiga Nangis, Kehilangan Helm Bernilai Jutaan

Lapor Polisi, Driver Jeggboy & Girl Salatiga Nangis, Kehilangan Helm Bernilai Jutaan

Driver ojek Anggraini mendapatkan helm dari anggota SPKT Polres Salatiga Aipda Cendikia Paramadani.
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Anggraini Wahyuningtyas (23). warga Kabupaten Boyolali yang sehari-hari bekerja sebagai driver Jeggirl di Kota Salatiga, kehilangan helm NJS Kairoz kesayanganya yang dibelinya pada 2021. Helm yang dilengkapi interkom tersebut dicuri oleh maling. Kerugian yang dialaminya diperkirakan mencapai Rp 1,1 juta. Anggraini menceritakan, dia menerima order untuk mengambil makanan di Jalan Sukowati pada pukul 19.30 WIB. Pada Senin (14/4/2025) malam.

Setelah berangkat dari kosnya di Jalan Kemuning, ia memarkirkan sepeda motornya di Jalan Tanjung, berseberangan dengan gerai mi tersebut. Setelah menunggu dan menyelesaikan order, ia kembali ke sepeda motornya sekitar pukul 20.15 WIB. Namun, dia terkejut saat mendapati helm yang digantung di tengah motor telah hilang.

“Saya pun kembali ke Mie Gacoan dan bercerita ke teman saya. Kami sama-sama mencari dan tidak ketemu,” ungkap Anggraini, yang merupakan anggota komunitas driver Jegg Boy&Girls Salatiga. “Saat itu saya menangis, karena dilihat dari CCTV juga tidak jelas karena terlalu jauh. Saya merasa sedih,” tuturnya.

Dirinya menambahkan Helm tersebut bukan hanya sekadar pelindung kepala baginya, tetapi juga menyimpan banyak kenangan, terutama karena ia senang touring dan selalu mengenakannya saat bepergian. Dalam kebingungannya, Anggraini disarankan temannya untuk melapor ke Polres Salatiga.

“Saya sebenarnya takut karena tidak pernah urusan dengan polisi. Tapi karena demi helm kesayangan, akhirnya saya diantar teman untuk melakukan laporan,” katanya.

Setelah laporannya diterima, Anggraini mendapatkan helm pengganti dari Aipda Cendikia Paramadani, anggota Polres Salatiga yang menerima laporannya.

“Kata polisinya, yang penting tetap bisa bekerja dan tidak ditilang. Ya saya terima kasih, karena selain kerja sebagai driver, saya juga kerja di pabrik,” paparnya.

Dalam konfirmasinya, Aipda Cendikia menjelaskan bahwa pemberian helm kepada driver ojek tersebut dilakukan atas dasar kemanusiaan. “Dia merantau untuk bekerja, jadi kita sebagai polisi membantu masyarakat. Korban mengadu di SPKT sambil menangis,” ujarnya.

Sementara itu, Plh. Kasi Humas Polres Salatiga, Ipda Sutopo, menambahkan bahwa kasus pencurian helm tersebut sedang dalam penyelidikan.

“Mengenai tindakan memberi helm itu adalah perbuatan humanis. Kita memberi apresiasi karena bantuan sekecil apapun tetap bermanfaat bagi yang membutuhkan,” ungkapnya.

Terpisah, Owner Jeggboy & Girl, Sri Sahono mengatakan, pihaknya mengucapkan banyak terima serta mengapresiasi apa yang telah dilakukan polisi Salatiga, karena tidak semua warga yang kehilangan helm beruntung langsung diganti oleh polisi.

“Atas nama management kami mengucapkan terima, semoga kasus hilangnya helm ini dapat ditekan kedepanya karena ini sudah menjadi keresahan banyak pihak” ujar Sahono.

Sahono berikan testimoni atas kinerja Polisi

BACA JUGA :

Polres Semarang memastikan laporan titik panas di kawasan hutan Watu Gajah, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, bukan merupakan kebakaran hutan maupun lahan. Kasat Reskrim Polres Semarang Bodia Teja Lelana menjelaskan hasil verifikasi lapangan pada Jumat (1/8/2026) menunjukkan hotspot berasal dari bekas pembakaran rumput di lahan warga yang telah padam, sehingga kondisi dinyatakan aman dan terkendali.
Titik Panas di Pringapus Terekam Satelit NASA, Polres Semarang Temukan Bekas Pembakaran Rumput
Istiono Tertabrak Sepeda Motor Di Jalan Lingkar Salatiga saat Berjalan Kaki
Pejalan Kaki Tertabrak Sepeda Motor di Jalan Lingkar Salatiga
Sebuah rumah milik Sarwoto di Dusun Siroto, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, terbakar pada Kamis (30/7/2026) pagi. Kebakaran diduga dipicu bara api yang masih tersisa di tungku kayu setelah digunakan memasak air sebelum pemilik rumah pergi ke pasar. Petugas Damkar dan BPBD berhasil memadamkan api, tidak ada korban jiwa, sementara kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp15 juta.
Lupa Matikan Tungku Api Saat ke Pasar, Rumah Warga Susukan Ungaran Timur Terbakar
Sebuah truk bernomor polisi N 9906 UE diduga gagal menanjak dan mengalami kecelakaan di Jalan Raya Karanggede, Dusun Bawangan, Desa Reksosari, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Rabu (29/7/2026) sekitar pukul 11.20 WIB. Truk yang melaju dari Klego menuju Salatiga itu mundur setelah kehilangan tekanan angin pada kompresor, diduga menyenggol sepeda motor sebelum menghantam bangunan. Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan dan mendata dampak yang ditimbulkan.
Gagal Nanjak, Truk alami Laka di Reksosari Suruh, Motor dan Bangunan jadi Korban
Pemerintah Kabupaten Semarang melalui Kepala Kesbangpol Suyana mengungkapkan Kabupaten Semarang menempati peringkat ketujuh kasus narkoba tertinggi di Jawa Tengah berdasarkan data BNN Jawa Tengah. Pernyataan itu disampaikan di Ungaran, Rabu (29/7/2026), menyusul meningkatnya penyalahgunaan narkoba yang menyasar pelajar dan ditemukannya kasus penanaman ganja oleh seorang warga. Pemkab pun memperkuat pencegahan melalui program Gada Krisna dengan membentuk relawan antinarkoba hingga tingkat desa.
Kabupaten Semarang Peringkat Ketujuh Kasus Narkoba di Jateng, Petani Kedapatan Tanam Ganja dalam Pot
Sebuah truk box Isuzu bernomor polisi B-9973-TCH terguling di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, tepatnya dekat Hotel Family, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sidomukti, Senin (27/7/2026) malam. Kecelakaan tunggal diduga dipicu ban selip saat melintasi jalan menurun dan menikung yang licin akibat hujan. Pengemudi dan seorang penumpang mengalami luka ringan hingga fraktur, kemudian dilarikan ke RSU dr Soebarkat Tjitrodiatmodjo untuk mendapat perawatan.
Truk Box Terguling di JLS Salatiga Saat Hujan, Dua Orang Luka-luka

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Bupati Semarang Ngesti Nugraha
Pertumbuhan Kawasan Industri Picu Permukiman Baru, Pemkab Semarang Siapkan Penataan
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga