KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

MD KAHMI Kota Salatiga Gelar Survei, Sosok Wali Kota Ideal

MD KAHMI Kota Salatiga Gelar Survei, Sosok Wali Kota Ideal

MD KAHMI Kota Salatiga Gelar Survei, Sosok Wali Kota Ideal

enjelang Pilkada Kota Salatiga 2024, Majelis Daerah (MD) Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kota Salatiga mengadakan survei melalui program Locus Intelektual untuk mengidentifikasi sosok pemimpin ideal dari perspektif masyarakat setempat.
Foto Arief Rasika
MD Kahmi saat gelar hasil survei sosok wali kota yang tepat bagi warga kota Salatiga 2024

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Menjelang Pilkada Kota Salatiga 2024, Majelis Daerah (MD) Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kota Salatiga mengadakan survei untuk mengidentifikasi sosok pemimpin ideal dari perspektif masyarakat setempat. Survei ini dilakukan melalui program Locus Intelektual dan bertujuan memberikan wawasan kepada warga Salatiga dalam memilih pemimpin yang tepat.
Bagi pemilih, memilih pemimpin harus dibaca secara cermat dan bijak, begitu juga bagi yang ingin dipilih, untuk terpilih hendaknya cermat dan bijak pula dengan mengetahui apa maunya pemilih. Sebagai bagian dari upaya mencerdaskan seluruh warga masyarakat Salatiga, baik pemilih maupun terpilih, maka penting untuk menyampaikan hasil dari survei sosok Walikota harapan.

Survei ini dilakukan dengan menggunakan Rumus Slovin dalam menentukan ukuran sampel dengan tingkat signifikansi yang bisa dipilih. Pengisian angket dilakukan berdamping dari tanggal 5-15 Mei 2024 kepada 300 responden/dan atau informan dari 4 (empat) kecamatan di Kota Salatiga, yakni Sidorejo, Sidomukti, Tingkir, dan Argomulyo yang terdiri dari 23 (duapuluh tiga kelurahan), pria dan wanita berusia yang berusia 17 hingga di atas 65 tahun. Basis responden secara demografis dari keempat kecamatan tersebut dapat dilihat; Kecamatan Sidorejo 21%, Kecamatan Sidomukti 18%, kecamatan Tingkir 31%, dan Kecamatan Argomulyo 30%

Hasil survei menunjukkan karakter yang diinginkan masyarakat dalam memimpinan Kota Salatiga dengan menggunakan model kepemimpinan: Berpandangan visioner 49%, Berwawasan multikultural 26%, Sistem demokratis 21%, Kepemimpinan otoriter 2%, berbagi poin dengan Mengedepankan religiusitas 2%. Melalui verbatim angket, Model memimpinan yang layak digunakan oleh Walikota Salatiga menurut anda adalah yang mengedepankan model kepemimpinan: Demokratis, Otoriter, Visioner, Multikultural, Religius
Karakteristik yang kuat dalam hal integritas atau moralitas yang diinginkan warga Salatiga dari seorang pemimpin mencakup: Bersikap jujur 52%, Bertanggung jawab 31%, Bekerja keras 13%, Berperilaku disiplin 4%. Dengan verbatim kuisioner Integritas atau moralitas utama pemimpin Kota Salatiga yang Anda harapkan: Bersikap jujur, Bekerja keras, Bertanggung jawab, Berperilaku disiplin.

Dalam hal latar belakang pekerjaan, hasil survei menunjukkan preferensi berikut untuk pemimpin ideal: Tokoh agama dan tokoh pendidikan 37%, ASN dan TNI/POLRI 21%, Politisi dan partai 19%, Wiraswasta dan bisnis 16%, Aktivis Masyarakat 7%. Dengan verbatim kuisioner Latar belakang pemimpin yang ideal memimpin Kota Salatiga: ASN, TNI/POLRI, Tokoh agama/tokoh pendidikan, Wiraswasta/bisnis, Politisi/partai, Aktivis masyarakat.

Selain itu, survei juga menanyakan tentang wilayah konsentrasi visi/program kerja yang paling diinginkan untuk menjadi perhatian Walikota terpilih. Hasilnya adalah sebagai berikut: Perhatian terhadap fasilitas umum 42%, Dunia pendidikan 29%, Wahana wisata 22%, Kehidupan keberagamaan 7%. Dengan verbatim kuisioner Harapan wilayah perhatian konsentrasi visi untuk Kota Salatiga 2024-2029: Pendidikan, Agama, Pariwisata, Fasilitas umum.

Prof. Dr. Rasimin, M.Pd selaku Presidium MD KAHMI Kota Salatiga menegaskan; “Dari hasil survei ini memberikan pandangan bahwa warga Masyarakat Kota Salatiga memiliki standar ideal, seperti sosok pemimpin yang demokratis dan visioner, jujur dan bertanggung jawab. Selain itu, juga punya perhatian terhadap wilayah pendidikan dan fasilitas umum yang sekaligus dapat dijadikan wahana wisata dan rekreasi.”

Sementara Prof. Mukti Ali, Selaku Koordinator Presidium menekankan dalam sesi penutup pemaparan hasil survei ini bahwa, Locus Intelektual MD KAHMI Kota Salatiga berharap hasil survei ini dapat menjadi panduan bagi masyarakat Kota Salatiga dalam memilih pemimpin yang akan membawa perbaikan dan perubahan positif bagi kota ini pada Pilkada 2024. Lebih lanjut, survei ini juga diharapkan dapat memberikan masukan berharga bagi para calon pemimpin tentang apa yang benar-benar diinginkan dan dibutuhkan oleh warga masyarakat Kota Salatiga.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Persoalan pengelolaan dan lelang tanah Bondo Deso di Desa Semowo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, berujung pada pengaduan ke Ditreskrimum Polda Jawa Tengah. Pengaduan diajukan terkait masuknya tanah bengkok Kepala Dusun Borangan Heny Affandi dalam daftar lelang. Kedua pihak menyatakan siap memberikan keterangan dan dokumen kepada aparat penegak hukum.
Polemik Tanah Bondo Deso, Kadus Borangan, Mulai Babak Baru. Seperti apa?
Polres Semarang menyiapkan satuan tugas penegakan hukum untuk mengantisipasi perjudian atau praktik botoh dalam Pilkades serentak 2026. Pengamanan juga mencakup potensi konflik antarcalon dan isu lokal di 140 desa pada 19 kecamatan. Sebanyak 787 personel disiapkan dan diperkuat personel BKO serta satu SST Brimob dengan sistem rayonisasi.
Cegah Pilkades di Kabupaten Semarang Jadi Arena Judi, Polisi Siapkan Satgas Penegakan Hukum
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7°C dengan kelembapan 75%. Suhu harian diprakirakan berkisar 27–36°C dengan kelembapan 40–75%, sedangkan hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan Jawa Tengah bagian tengah.
09 Oktober 2026: Cuaca Semarang Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Pegunungan
Pemkab Semarang memperpanjang jatuh tempo pembayaran PBB-P2 hingga 31 Oktober 2026. Wajib pajak yang membayar sampai batas waktu tersebut tidak dikenai sanksi administrasi keterlambatan sebesar 1 persen. Kebijakan ini diambil untuk meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung kesehatan fiskal dan likuiditas keuangan daerah.
Bayar PBB-P2 Sebelum 31 Oktober, Warga Kabupaten Semarang Bebas Denda
[pekok2]