URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

Menuju Kota Gastro History, Sandiaga Siap All Out untuk Salatiga

Menuju Kota Gastro History, Sandiaga Siap All Out untuk Salatiga

Menuju Kota Gastro History, Sandiaga Siap All Out untuk Salatiga

featured-img

Sandiaga Uno saat hadir secara virtual dalam kegiatan Salatiga menuju kota Gastronomi

RASIKAFM – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, Sandiaga Uno, BA, MBA, menegaskan, pihaknya sangat mendukung upaya Kota Salatiga menuju Kota Gastronomi dalam Unesco Creative Cities Network (UCCN) pada Tahun 2021 ini. Hadir secara daring dalam “Salatiga International Gastronomi Conference” yang berlangsung Jumat, (18/6/21), Sandiaga Uno menyebutkan bahwa pihaknya melihat Kota Salatiga terus tumbuh berkembang walau di tengah pandemi.

“Terbukti beberapa kali akan mampir ke Kota Salatiga tapi hotelnya selalu penuh. Selamat untuk Pak Wali Kota dan masyarakat Kota Salatiga,” ujar Sandiaga.

Sandiaga menilai, Kota Salatiga memiliki potensi besar, salah satunya melalui city of memory yang bisa dipadupadankan dengan storynomics tourism (pendekatan pariwisata yang dikemas dalam cerita atau konten tentang budaya maupun sejarah). Menurutnya, stakeholder gastronomi di Kota Salatiga sangat luas dan itu merupakan daya tarik wisata ekonomi kreatif.

“Teman Parekraf akan all out mendukung Kota Salatiga menuju Kota Gastronomi di UCCN dengan tiga strategi, yaitu inovasi, adaptasi dan kolaborasi,” tegas Sandiaga.

Agar makanan lokal yang diunggulkan oleh Kota Salatiga bisa mengangkat pariwisata dan menjadi meal experience tourism, lanjut Sandiaga, maka kualitas harus ditingkatkan. Begitu juga dengan kualitas pelayanan harus disempurnakan, kebersihan dan kesehatan menjadi yang prioritas utama, suasana yang menyenangkan, harga yang terjangkau dan ada cerita di balik makanan.

“Itulah strategi inovasi yang harus kita kembangkan dalam customer journey on digital platform. Strategi adaptasi dan kolaborasi harus kita tingkatkan, apalagi kita saat ini sedang berada di tengah pandemi,” tandasnya.

Sebagaimana disampaikan Wali Kota Salatiga, Yuliyanto, SE, MM, bahwa Pemkot Salatiga saat ini tengah mengikuti Kompetisi Jaringan Kota Kreatif Dunia yang diselenggarakan oleh UNESCO. Hal ini dimaksudkan untuk memperkenalkan Kota Salatiga, sebuah kota kecil di Jawa Tengah yang kaya akan sejarah dan kuliner tradisionalnya melegenda.

“Salah satu makanan tradisional Kota Salatiga telah tertulis dalam Serat Centhini, yang menyatakan jika kuliner Sambal Tumpang telah ada sejak Tahun 1914 sampai 1923. Atas dasar tersebut, dari tujuh sektor yang ada di Kota Kreatif Dunia, Kota Salatiga memutuskan untuk memilih sektor gastronomi tanpa melepaskan dari pengaruh sejarah sebelumnya,” ungkap Yuliyanto.

Selain itu, sebagai kota yang multi etnis, Kota Salatiga juga memiliki kuliner yang sangat beragam. Dari total 14.440 UMKM yang terdaftar di Kota Salatiga, 6.178 diantaranya merupakan UMKM berbasis kuliner. Tak hanya didukung oleh UMKM, Kota Salatiga juga didukung dengan adanya beberapa pusat studi terkait gastronomi, diantaranya Pusat Studi Tempe, Pusat Dinamika Usaha Mikro dan Kecil (CEMSED), serta Program Studi Teknologi Pangan.

Dari sisi regulasi, lanjut Yuliyanto, Pemkot Salatiga telah mengeluarkan Keputusan Wali Kota nomor 500/333/2021, yang menetapkan sejumlah daerah maupun spot-spot tertentu untuk mengakomodasi kegiatan yang mempromosikan Salatiga sebagai kota kuliner kreatif. Pemkot juga telah berkomitmen untuk memfasilitasi kegiatan yang mendorong perkembangan kuliner di Kota Salatiga, seperti pelaksanaan pameran, festival jalanan dan sosialisasi produk kreatif, penetapan Kampung Tematik Singkong di Ngaglik, Kampung Kuliner Monginsidi di Jalan Monginsidi, Pusat Kuliner Kridanggo di sepanjang Jalan Adisucipto, serta keberadaan Gedung Pemerintah Daerah (GPD) yang dioptimalkan untuk mengakomodasi pameran, seminar maupun konferensi. Upaya-upaya tersebut merupakan bentuk komitmen dari Pemkot beserta elemen-elemen terkait untuk mengoptimalkan potensi kuliner di Kota Salatiga.

“Hal ini tidak semata-mata untuk mengikuti kompetisi Jaringan Kota Kreatif Dunia, tetapi sebagai bentuk pengejawantahan atas apa yang teramanatkan dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2019 dan RPJMD Kota Salatiga, yakni mengenai pengembangan ekonomi kerakyatan dan ekonomi kreatif sebagai sumber kekuatan baru perekonomian Indonesia. Untuk itu, saya berharap acara ini dapat menambah daftar panjang dukungan dari berbagai elemen terkait penetapan Kota Salatiga sebagai Kota Gastro History,” imbuhnya (rief)

BACA JUGA :

Seorang remaja berinisial MYN (21), warga Kabupaten Purworejo, meninggal dunia setelah tenggelam di dam Sungai Kalimojo, Dusun Manggisan, Desa Tegalwaton, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Senin (3/8/2026) sore. Korban diduga tenggelam usai melompat ke sungai saat bermain bersama rekannya, kemudian dievakuasi oleh warga, polisi, PMI, dan relawan sebelum dibawa ke rumah sakit.
Berenang di Sungai Kalimojo Tengaran, Remaja asal Purworejo Tenggelam
Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Salatiga menerjunkan 30 anggotanya untuk mendukung pelaksanaan TMMD Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Ketua PPI Kota Salatiga Aditya Ramadhan menyebut kolaborasi bersama TNI dan masyarakat ini menjadi bentuk pengabdian sekaligus pengalaman perdana yang diharapkan memperkuat semangat gotong royong.
Terjun Langsung Bantu TMMD, PPI Salatiga bantu Kegiatan Kemasyarakatan
Gus Rozin Tegaskan 5 Pilar Strategis NU Dari Kemandirian Jam’iyah hingga Peran Global
Gus Rozin Tegaskan 5 Pilar Strategis NU: Dari Kemandirian Jam’iyah hingga Peran Global
Proyek wisata Jateng Valley di Kelurahan Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, hingga kini belum kembali dilanjutkan setelah terhenti sejak pandemi COVID-19. Kondisi tersebut disampaikan warga dan pemerintah kelurahan, Senin (3/8/2026), yang berharap pembangunan segera diteruskan agar kawasan kembali hidup, membuka lapangan kerja, dan menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.
Mangkraknya Jateng Valley, Warga Menanti Proyek Wisata Kembali Hidup
Sebanyak 250 siswa sekolah dasar dari Solo Raya, Sleman, dan Bantul mengikuti psikotes gratis pemetaan bakat dan minat di Aula Lantai 2 Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Minggu (2/8/2026). Kegiatan kolaborasi Beehive Tumbuh Ngremboko Salatiga, Masyarakat Vokasi (Mavi), dan Takmir Masjid Raya Sheikh Zayed Solo ini bertujuan membantu orang tua mengenali potensi, karakter, dan minat anak sebagai dasar pendampingan serta pengembangan pendidikan yang lebih tepat.
250 Anak Antusias ikuti Psikotes Gratis di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo
Pemerintah Kota Salatiga memberikan penghargaan kepada pemenang Lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) 2026 dalam apel pagi di Kantor Pemerintah Kota Salatiga, Senin (3/8/2026). Penghargaan diserahkan Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, sebagai apresiasi atas inovasi yang mampu menjawab persoalan masyarakat, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong budaya inovasi yang berkelanjutan.
Pemkot Salatiga Anugerahi Pemenang Krenova 2026, Inovasi harus Jawab Persoalan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Pemerintah Kabupaten Semarang meluncurkan tiga proyek perubahan, yakni Pangan Berdikari, Sadewa, dan Gada Krisna di Balai Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Selasa (28/7/2026). Bupati Ngesti Nugraha menyatakan program tersebut dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana, serta mencegah penyalahgunaan narkoba melalui kolaborasi lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat berbasis desa.
Tiga Program Perubahan Diluncurkan, Pemkab Semarang Perkuat Ketahanan Pangan, Mitigasi Bencana hingga Perang Melawan Narkoba
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved