KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Meski Kerap di Razia, Namun Pengguna Knalpot Brong di Salatiga Masih Cukup Tinggi

Meski Kerap di Razia, Namun Pengguna Knalpot Brong di Salatiga Masih Cukup Tinggi

Meski Kerap di Razia, Namun Pengguna Knalpot Brong di Salatiga Masih Cukup Tinggi

Kasatlantas Salatiga AKP Betty Nugroho

RASIKAFM.COM | SALATIGA - Pengendara sepeda motor dengan menggunakan knalpot tidak sesuai standar atau brong di Kota Salatiga masih tinggi. Hal itu terbukti dengan razia yang digelar jajaran Satlantas Polres Salatiga.

Kasatlantas Polres Salatiga AKP Betty Nugroho menyebut pada akhir pekan pihaknya melakukan razia knalpot brong. Hasilnya rata-rata 30-an motor dengan knalpot brong terjaring.

“Terutama di malam Minggu, knalpot brong. Setiap malam Minggu kami dapat diangka 25 sampai 35 (knalpot brong). Itu hanya di Kota Salatiga. Kita belum menyasar di perbatasan,” ungkap Betty belum lama ini.

Diakuinya, karena Kota Salatiga menjadi jalan lintas dari beberapa daerah, banyak juga pengendara dari daerah lain yang terjaring razia di Kota Salatiga. Kepada pengguna knalpot brong, kata Betty, pihaknya melakukan tilang dengan manual.

Dikatakan, razia knalpot brong itu dilakukan karena pihaknya mendapatkan keluhan dari masyarakat terkait kebisingan yang meresahkan masyarakat.

“Kita sering mendapatkan aduan dari masyarakat terkait knalpot brong. Sangat menggangu,” jelas dia.

Selain melakukan tilang manual untuk pengendara motor dengan knalpot brong, kata Betty, tilang manual juga dengan menyasar beberapa pelanggar lalulintas. Tujuannya untuk melengkapi pelanggaran yang tidak terjangkau tilang Etle.

“Yang menjadi prioritas (tilang manual) over dimensi over load (odol) dan knalpot brong. Kemudian anak dibawah umur, bonceng tiga, dan masih memakai handphone,” bebernya.

Kabar Terkini

POPULER

Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026), menampilkan keragaman budaya sekaligus semangat toleransi masyarakat. Wali Kota Semarang Agustina mengapresiasi keterlibatan masyarakat lintas agama dalam kegiatan tersebut. Lebih dari 1.000 peserta dari 38 kontingen mengikuti pawai sepanjang sekitar 2,5 kilometer dari Balai Kota menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Mandra "Sidoel" ikut Pawai Pembukaan MTQ di Semarang