RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Meski Sepi Peminat, Puskesmas Sidorejo Lor Salatiga Sosialisasikan Cek Kesehatan Gratis

Meski Sepi Peminat, Puskesmas Sidorejo Lor Salatiga Sosialisasikan Cek Kesehatan Gratis

Meski Sepi Peminat, Puskesmas Sidorejo Lor Salatiga Sosialisasikan Cek Kesehatan Gratis

Program Cek Kesehatan Gratis (PKG) yang dimulai sejak Senin (10/2/2025) di Puskesmas Sidorejo Lor, Kota Salatiga, masih sepi peminat dengan hanya enam warga yang memanfaatkannya dalam tiga hari pertama. Petugas Promosi Kesehatan Puskesmas Sidorejo Lor, Roro Arum, menyebut bahwa mayoritas peserta adalah warga usia dewasa dan lansia.
Foto Arief Rasika
Petugas Puskesmas Sidorejo Lor, Kota Salatiga saat melakukan sosialisasi terkait program Cek Kesehatan Gratis (PKG) kepada pasien rawat jalan

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Kehadiran Program Cek Kesehatan Gratis (PKG) yang dimulai sejak Senin (10/2/2025) ternyata masih sepi peminat.

Salah satunya yang terjadi di Puskesmas Sidorejo Lor, Kota Salatiga, Jawa Tengah (Jateng). Selama tiga hari pemberlakuan program CKG, baru ada enam warga yang memanfaatkan program tersebut.

Hal itu diungkapkan Roro Arum, Petugas Promosi Kesehatan Puskesmas Sidorejo Lor.Dia menyebut, sampai dengan Rabu (12/2/2025) baru ada enam warga yang sudah memanfaatkan program CKG. Jumlahnya hanya satu sampai dengan dua pasien per hari.

“Memang untuk animo masyarakat yang datang masih kebanyakan usia dewasa dan lansia. Untuk setiap hari ada satu sampai dua pasien,” terang Roro Kamis (13/2/2025).

Untuk meningkatkan warga agar memanfaatkan program tersebut, kata Roro, pihaknya semakin gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Mulai dari sosialisasi secara langsung, melalui media sosial, dan juga menggerakkan kader kesehatan di kecamatan hingga kelurahan.

“Setelah kita lakukan sosialisasi, cukup banyak warga yang tanya soal pendaftarannya gimana?, bagaimana tindakannya?, pakai aplikasi atau pakai WhatsApp?, gitu,” bebernya.

Dijelaskan, untuk mendapatkan program CKG warga bisa mendaftarkan diri lewat aplikasi Satu Sehat Mobile atau melalui WhatsApp Kemenkes pada nomor 081110500567. Selain itu, bagi warga pedesaan bisa juga langsung ke puskesmas terdekat.

“Pemeriksaannya seperti pemeriksaan umum, ada cek gula darah, tinggi badan, telinga, mata, itu untuk dewasa dan lansia. Kemudian ada juga untuk anak-anak yang pengecekan berbeda dari dewasa dan lansia,” jelas Roro.

Dikatakan, program PKG ini bisa juga dinikmati warga luar Salatiga yang kebetulan sedang bersekolah ataupun bekerja di Salatiga. Sebab program ini tidak terbatas harus warga yang berdomisili di dekat puskesmas.

“Cakupannya seluruh Indonesia, jika memang dekatnya puskesmas kami bisa cek kesehatan di puskesmas kami,” tandas Roro.

Menurut Roro, dengan Program CGK saat ulang tahun bisa menghemat pengeluaran hingga Rp1 juta. Salah satu warga yang memanfaatkan program tersebut, Ngatini mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut.

“Sangat terbantu, karena saya pengen sehat dan mengetahui kondisi kesehatan saya. Apalagi saya sudah umur 70 tahun,” kata Ngatini warga Kalisombo, Kecamatan Sidorejo.

Diakuinya, dirinya tau ada program CKG saat ulang tahun dari anaknya. Kemudian anaknya mendaftarkan dirinya untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan. Dirinya sebelumnya juga pernah melakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh.

“Pernah cek kesehatan, tapi sudah lama banget. Program ini sangat membantu,” katanya.

Diakuinya, dirinya mendapatkan pemeriksaan kesehatan mulai dari telinga, mata, tinggi dan berat badan, dan juga cek darah. Hasil dari pemeriksaan itu bagus, sehingga dirinya merasa lebih tenang.

Eka Febriono, 34, mengaku, sangat terbantu sekali adanya PKG ini. Meskipun dirinya tidak ada keluhan kesehatan, namun dia ingin mengetahui kondisi kesehatannya. Terlebih dirinya baru pertama kali melakukan cek kesehatan secara menyeluruh.

“Tahu dari Tiktok, ada informasi kalau cek kesehatan gratis. Nah saya tertarik dan mendaftar untuk cek kesehatan,” kata Eka.

Dia berharap, pemeriksaan kesehatan bisa dilakukan secara rutin setahun sekali. Sehingga masyarakat bisa mendeteksi dini jika ada persoalan penyakit.

– VidioRoro saat diwawancara Rasika FM
– Suasana saat sosialisasi PKG

BACA JUGA :

BPJS Kesehatan memperkuat standar pelayanan publik melalui Customer eXcellence 126 atau CX126 yang mengukur kualitas layanan di 126 kantor cabang. Program ini menekankan pelayanan yang mudah, cepat, setara, dan solutif dengan melibatkan pengalaman peserta. Hasil penilaian diharapkan menjadi acuan perbaikan berkelanjutan agar kualitas layanan JKN lebih konsisten di seluruh Indonesia.
BPJS Kesehatan Uji Kualitas Pelayanan Lewat CX126: Peserta JKN Tak Cuma Butuh Cepat, Tapi Juga Kepastian
Sebanyak 31 sapi di Kota Salatiga terkonfirmasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sepanjang Januari hingga 4 September 2026. Dispangtan Salatiga menyebut lalu lintas sapi dari luar daerah menjadi faktor utama penyebaran penyakit. Dari jumlah tersebut, 30 sapi telah sembuh dan satu dipotong paksa, sementara saat ini tidak ada kasus aktif.
31 Sapi di Salatiga Terjangkit PMK, Dinas Pantau Lalu Lintas Ternak
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Semarang telah menjangkau 697.318 warga atau sekitar 63 persen dari total sasaran hingga 13 Agustus 2026. Pemeriksaan yang berlangsung di 26 Puskesmas tersebut setara 116,6 persen dari target tahunan dan mencakup bayi, anak, remaja, dewasa, hingga lansia.
Lampaui Target, Cek Kesehatan Gratis di Kabupaten Semarang Jangkau 697 Ribu Warga
JKN Tembus 98 Persen, BPJS Kesehatan Ungaran Perkuat Mutu Layanan dan Pastikan Pasien Tetap Terlayani
JKN Tembus 98 Persen, BPJS Kesehatan Ungaran Perkuat Mutu Layanan dan Pastikan Pasien Tetap Terlayani
BPJS Kesehatan Cabang Ungaran Apresiasi Komitmen PT Gratia Husada Farma Dukung PIPMP JKN
BPJS Kesehatan Cabang Ungaran Apresiasi Komitmen PT Gratia Husada Farma Dukung PIPMP JKN
Komisi A DPRD Salatiga Soroti Tunggakan Biaya Pasien RSUD hingga Milyaran
Komisi A DPRD Salatiga Soroti Tunggakan Biaya Pasien RSUD hingga Milyaran

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Tim Penilai Blackspot Therapy Polda Jawa Tengah melakukan survei dan penilaian Jalur Penyelamat di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, Selasa (1/9/2026), untuk memetakan potensi kerawanan kecelakaan. Tim memeriksa kondisi jalan, rambu, marka, fasilitas keselamatan, dan lingkungan sekitar sebagai dasar penyusunan rekomendasi penanganan.
Tim Polda Jateng Cek Jalur Penyelamat JLS Salatiga, Amati Situasi Lalin Penyebab Laka

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved

Lebar: px

Tinggi: px