URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

Mushola Ini Jadi Penyelamat Warga Saat Kebakaran di Kodam IV Diponegoro

Mushola Ini Jadi Penyelamat Warga Saat Kebakaran di Kodam IV Diponegoro

Mushola Ini Jadi Penyelamat Warga Saat Kebakaran di Kodam IV Diponegoro

featured-img
Mushola Baitul Jihad yang tak jauh dari lokasi kejadian masih berdiri kokoh dan bebas dari si jago merah menjadi penyelamat warga saat kebakarandi Kodam IV Diponegoro, RT 4 RT 5, Jatingaleh, Candisari, Kota Semarang, Rabu (7/7/2021).

RASIKAFM – Ada fenomena saat terjadi kebakaran di asrama Kodam IV Diponegoro, RT 4 RT 5, Jatingaleh, Candisari, Kota Semarang, Rabu (7/7/2021).

Musala Baitul Jihad yang tak jauh dari lokasi kejadian masih berdiri kokoh dan  bebas dari si jago merah. Padahal sembilan rumah dan harta warga di sisi Selatan musala, tak menyisakan apapun karena terbakar.

Hal itu membuat beberapa warga sujud syukur karena menilai kejadian tersebut adalah berkah dari yang maha kuasa.

Mereka menganggap musala sebagai benteng yang melindungi rumah di deretan utara tempat ibadah tersebut.

Keterangan Video:
Warga Memberikan Keterangan ke Media

“Tentu kami sangat bersyukur kalau ga ada musala rumah saya juga terbakar. Tempat ibadah ini adalah bangunan penyelamat rumah kami,” kata Narco (25) di lokasi.

Dia mengatakan bahwa terdapat 12 rumah yang berada di sisi utara musala. Semisal tak ada musala yang kokoh dari kobaran api rumah warga lainnya akan ikut hangus terbakar.

“Ga ada musala nasib kami akan sama dengan para korban rumah hangus terbakar,” bebernya.

Diketahui atap musala Baitul Jihad tak ikut tersambar api lantaran bangunan ibadah itu terutama di bagian atap terbuat dari galvalum.

Berbeda dari sembilan rumah yang terbakar atap terbuat dari seng dan kayu. Warga menyebut, andai atap musala masih menggunakan kayu nasibnya akan sama dengan deretan rumah lainnya.

Narco melanjutkan, musala itu baru saja selesai direnovasi atapnya seminggu lalu. Musala hingga kini juga masih dalam perbaikan di bagian dinding dan lantai.

“Ga bayangin kalo musala ga direnovasi rumah deretan utara ikut abis. Apalagi angin juga kencang saat kebakaran sore tadi,” bebernya.

Sementara itu, Warga Doni (56) mengatakan, api mulai berkobar dari rumah nomor 5 milik almarhum Tugiyo.

Dia menambahkan, saat kebakaran rumah tersebut sedang ditinggal oleh penghuninya yakni anak almarhum.

“Saya sempat ketemu anak almarhum katanya mau keluar sebentar. 15 menit kemudian terjadi kebakaran,” paparnya.

Komandan peleton (Danton) 3 Damkar Kota Semarang, Wahyudi menjelaskan, kendala pemadaman yakni akses Jalan yang sulit tak bisa dilalui mobil Damkar.

Untuk mengatasinya, pihaknya mengular lebih banyak slang air untuk menjangkau lokasi kebakaran.

“Ya tadi ada beberapa personil kena asap pekat karena bahan bangunan dari kayu dan seng,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, keterangan dari ketua RT api muncul dari rumah nomor 5 deretan selatan. Rumah kondisi kosong sehingga ketika api muncul tak diketahui pemiliknya.

“Entah dari kompor, kipas angin yang menyala atau lainnya kurang tahu,” bebernya.

Dia menyebut, ada sembilan bangunan rumah yang terbakar. Untuk total kerugian belum dapat ditaksir.

“Tak ada korban jiwa dan kami selesaikan proses pemadaman tadi pukul 19.00,” jelasnya.

Tim Inafis Polrestabes Semarang terjun ke lokasi untuk mengetahui penyebab kebakaran. Sementara Personil TNI dari pihak Kodam IV Diponegoro hingga jajaran tingkat Koramil terjun ke lokasi.

Para korban kebakaran sementara mengungsi di bangunan TK Kartika yang tak jauh dari lokasi kebakaran. Terdapat dua warga yang terdampak kebakaran tengah menjalani isolasi mandiri di salah satu hotel.

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5.000 Persen, Industri Jadi Motor Pertumbuhan

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved