URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian

Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian

Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian

Sekda Kabupaten Semarang Valeanto Sukendro. Foto: win
Sekda Kabupaten Semarang Valeanto Sukendro. Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Rencana pengembangan energi panas bumi (geothermal) di kawasan Gunung Ungaran untuk keperluan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) kembali mendapat angin segar. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) memastikan rencana tersebut masih dalam tahap kajian dan belum masuk pada tahap pelaksanaan di lapangan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Semarang, Valeanto Sukendro, mengatakan pihaknya masih menunggu informasi dan hasil kajian lebih lanjut terkait geotermal di Gunung Ungaran.

“Di Gunung Ungaran masih dalam kajian. Kita belum sosialisasikan kepada warga karena masih diteliti ulang tentang potensinya,” kata Sukendro saat dikonfirmasi di Ungaran, Kamis (20/8/2026).

Sebelumnya, potensi geothermal Gunung Ungaran pernah diperkirakan mencapai sekitar 55 megawatt (MW). Namun, menurut Sukendro, angka tersebut masih perlu dikaji kembali untuk memastikan potensi geothermal yang dapat dikembangkan. Meski demikian, Pemkab Semarang memastikan pengembangan geothermal tidak serta-merta akan mengganggu aktivitas seluruh masyarakat di sekitar Gunung Ungaran.

“Kegiatan hanya dilakukan pada titik-titik tertentu yang menjadi lokasi pengembangan, radiusnya sekitar 100 meter kalau tidak salah, dan beberapa titik,” jelasnya.

Menurutnya, jika pengembangan geothermal berjalan, manfaat yang diharapkan tidak hanya berupa pemenuhan kebutuhan energi listrik, tetapi juga mendorong kemajuan wilayah.

“Yang jelas daerahnya maju. Kebutuhan energi listrik terpenuhi. Itu yang paling jelas,” katanya.

Ia juga menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan terhadap rencana pengembangan geothermal tersebut. Pemerintah, kata dia, akan melihat aspek keamanan dan dampaknya terhadap masyarakat sebelum kegiatan dilaksanakan.

“Belajar di Dieng. Aman di Dieng, kan?” ujarnya.

Selain Gunung Ungaran, pengembangan panas bumi di kawasan Gunung Telomoyo juga terus berjalan. Sukendro mengatakan proyek yang dikerjakan PT Geo Dipa Energi (Persero) saat ini telah memasuki tahap penyusunan dokumen lingkungan serta proses pembebasan lahan.

“Yang Geo Dipa Telomoyo sudah tahapnya sekarang penyusunan dokumen lingkungan dan pembebasan lahan geothermal,” ungkapnya.

Sukendro menambahkan, pengembangan panas bumi di Gunung Ungaran maupun Telomoyo tidak akan dilakukan secara sembarangan. Terlebih, di sekitar kawasan Gunung Ungaran terdapat objek wisata dan cagar budaya Candi Gedongsongo. Ia memastikan keberadaan Candi Gedongsongo tidak akan terdampak oleh kegiatan pengembangan geothermal.

“Tidak. Itu ada treatment tersendiri,” tegasnya.

Sukendro menyebut pengembangan panas bumi pada prinsipnya diarahkan untuk mendukung kebutuhan energi sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Seluruh proses tetap harus memperhatikan aspek lingkungan, keamanan, serta aktivitas warga di sekitar lokasi pengembangan,” tandasnya.

Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran ini sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat untuk mempercepat pemanfaatan energi panas bumi sebagai sumber energi baru dan terbarukan. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebelumnya menyatakan WKP Gunung Ungaran yang sempat dikelola PT PLN (Persero) akan ditawarkan kembali melalui mekanisme lelang. Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi menyebut langkah tersebut merupakan arahan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (win)

BACA JUGA :

Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela
Artis nasional Anang Hermansyah dan Ashanty mengunjungi Kota Salatiga pada Selasa (18/8/2026) malam untuk menjajaki pemanfaatan sejumlah lokasi sebagai tempat pengambilan gambar film. Didampingi Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, rombongan juga menikmati suasana kota sekaligus mengenal potensi budaya, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif setempat.
Kenakan Blangkon Pecis dan Syal Motif Khas Salatiga, Artis Anang dan Ashanty Keliling Kota
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Semarang telah menjangkau 697.318 warga atau sekitar 63 persen dari total sasaran hingga 13 Agustus 2026. Pemeriksaan yang berlangsung di 26 Puskesmas tersebut setara 116,6 persen dari target tahunan dan mencakup bayi, anak, remaja, dewasa, hingga lansia.
Lampaui Target, Cek Kesehatan Gratis di Kabupaten Semarang Jangkau 697 Ribu Warga
Dinsos Kabupaten Semarang Salurkan 15 Kaki Palsu, Enam Penerima Tambahan Disiapkan
Dinsos Kabupaten Semarang Salurkan 15 Kaki Palsu, Enam Penerima Tambahan Disiapkan
Musim kemarau menyebabkan tanaman padi berusia sekitar 20 hari setelah semai di Dusun Pluwang, Desa Wringin Putih, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, mati akibat pasokan irigasi tidak mencukupi. Kondisi ini membuat petani penggarap mengalami kerugian jutaan rupiah setelah sebelumnya menghadapi gagal panen akibat serangan hama tikus pada musim tanam sebelumnya.
Kemarau Bikin Sawah Mengering, Petani Wringin Putih Tekor Jutaan Rupiah
Mahasiswa KKN-T IDBU 54 UNDIP menjalankan program pemberdayaan masyarakat selama 45 hari di Tanjung Anom, Kabupaten Pekalongan. Kegiatan tersebut meliputi pemanfaatan sampah plastik menjadi ecobrick, pengolahan bunga telang, digitalisasi Bank Sampah Bunga Tanjung Lestari, budidaya ikan nilem, edukasi kesehatan, serta sosialisasi keamanan digital untuk meningkatkan kemandirian dan potensi lokal warga.
45 Hari KKN-T IDBU 54 UNDIP: Dari Ecobrick hingga Digitalisasi Website BSU Tanjung Anom

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Ratusan siswa SMK Negeri 1 Salatiga menggelar aksi di lingkungan sekolah pada Senin untuk mempertanyakan perubahan rencana pembangunan fasilitas yang sebelumnya disepakati sebagai ruang ekspresi siswa. Aksi muncul setelah siswa mendapat informasi lahan tersebut akan digunakan untuk ruang praktik. Kepala sekolah menyebut persoalan terjadi akibat miskomunikasi dan memastikan ruang ekspresi tetap dibangun di lokasi berbeda, sementara sekolah menggelar audiensi untuk menjelaskan perubahan tersebut.
Merasa Kecewa dengan Sekolah, Ratusan Siswa SMK 1 Salatiga Gelar Aksi Demo
Satlantas Polres Salatiga memastikan penerbitan SIM baru maupun perpanjangan dilakukan transparan sesuai prosedur di Satpas, Jumat (14/8/2026). Pemohon wajib mengikuti tahapan administrasi, kesehatan, psikologi, serta ujian bagi SIM baru. Polisi mengimbau masyarakat mengurus langsung tanpa calo, dengan biaya PNBP SIM A baru Rp120.000 dan SIM C baru Rp100.000.
SATPAS Salatiga Pastikan Penerbitan SIM Baru Transparan Sesuai Prosedur
Kejaksaan Negeri Salatiga menyerahkan lima mobil hasil rampasan perkara penyalahgunaan BBM bersubsidi kepada pemenang lelang terbuka di KPKNL Semarang, Kamis (13/8/2026). Kendaraan tersebut sebelumnya dimodifikasi untuk mengangkut solar dalam jumlah besar dan menggunakan pelat nomor serta barcode BBM yang diduga telah diubah. Hasil lelang disetorkan kepada negara.
5 Mobil Pengangsu Solar Dilelang, Uangnya Masuk ke Kas Negara