URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

Papera Hadir, Gali Potensi dan Permasalahan Pasar di Salatiga, Ajak Masyarakat Kembali Berbelanja di Pasar Tradisional

Papera Hadir, Gali Potensi dan Permasalahan Pasar di Salatiga, Ajak Masyarakat Kembali Berbelanja di Pasar Tradisional

Papera Hadir, Gali Potensi dan Permasalahan Pasar di Salatiga, Ajak Masyarakat Kembali Berbelanja di Pasar Tradisional

Ketua umum Pedagang Pejuang Indonesia Raya (PAPERA, Don Muzakir saat menyambangi Pasar Raya Salatiga Selasa (30/5/2023).
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA - Dalam rangka mengajak kembali masyarakat untuk berbelanja di pasar tradisional, Pedagang Pejuang Indonesia Raya (PAPERA) melakukan kunjungan langsung ke pasar Raya Salatiga.

Dalam kunjungan itu, relawan Papera melakukan dialog dengan para pedagang. Tujuannya untuk menggali potensi dan permasalahan yang dialami para pedagang.

Ketua umum Papera Don Muzakir menyebut kegiatan ini sebagai bentuk perhatian Papera terhadap para pedagang. Yaitu dengan membuat video dan konten agar masyarakat kembali berbelanja di pasar tradisional.

“Setiap ke pasar kita ada ngopi, disitulah kita buat konten video. Kita mengajak kelas menengah ke atas, ayo kembali belanja ke pasar. Seperti tadi ada kue yang enak segala macam,” terangnya Selasa (30/5/2023).

Kegiatan sambang pasar tradisional merupakan agenda rutin Papera sebelum melakukan pelantikan pengurus. Tujuannya untuk memastikan calon ketua Papera Kota Salatiga dikenal oleh para pedagang.

Selain itu, kedatangan Papera ke pasar tradisional sekaligus untuk melihat permasalahan yang dialami para pedagang di pasar. Setelah berbincang dengan para pedagang, kata Don Muzakir, ada beberapa permasalahan.

“Banyak persoalan yang belum terpecahkan. Misalnya tadi, bayar sewa los perhari. Saya baru menemukan bayar sewa los perhari. Biasanya bayar sewa pertahun, atau perbulan,” ungkap dia.

Seusai kunjungan Papera Kota Salatiga resmi terbentuk. Sayap Partai Gerindra yang fokus pada pemberdayaan pedagang ini diketuai Nur Chayati.
Pelantikan dilakukan oleh Ketua Umum DPP Papera Don Muzakir.

Nur Chayati dalam sambutannya menyampaikan bahwa sudah saatnya pedagang sejahtera dan bisa berjualan dengan rasa aman serta nyaman. “Untuk itu, Indonesia harus dipimpin sosok yang tegas, mengayomi, dan mengerti persoalan pedagang. Pilihan kita jelas, yaitu harus memenangkan Prabowo Subianto,” ungkapnya, Selasa (30/5/2023).

Dia juga menyampaikan, bagi anggota Papera atau Partai Gerindra, bisa makan gratis di rumah makan miliknya yang berada di daerah Bawen. “Silakan makan gratis, jika anda semua pendukung pak Prabowo, tunjukkan komitmen dengan memenangkan di Pemilu 2024. Makan gratis cukup tunjukkan KTA,” kata Nur.

Sementara Ketua DPC Partai Gerindra Salatiga Yuliyanto menyampaikan Papera adalah organisasi yang bertujuan mewadahi pedagang. “Organisasi ini isinya adalah pedagang semua, mulai dari pedagang pasar, pedagang keliling, dan juga PKL,” paparnya.

“Karena berisi pedagang, maka mengetahui selukbeluk atau permasalahan pedagang. Mulai mungkin dari lokasi yang cocok dan diizinkan, retribusi, dan penanganan oleh aparat. Kita akan memberi pendampingan untuk pedagang,” kata Yuliyanto.

Ketua Umum DPP Papera Don Muzakir mengungkapkan pengurus harus mengetahui gejolak yang dialami pedagang. “Karena itu, mereka harus rutin bergaul dan menyatu dengan pedagang. Apalagi memang ini adalah alat perjuangan pedagangan,” ungkapnya.

Muzakir mengatakan, Papera juga mengajak masyarakat untuk getol berbelanja di pasar tradisional. “Masyarakat jangan takut ke pasar, di pasar itu ada interaksi, ada tawar menawar, ini adalah seni berbelanja di pasar,” ujarnya.

Ketua umum Papera Don Muzakir saat diwawancarai Rasika

BACA JUGA :

Kampung Keluarga Berkualitas Manggar Lestari, Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, meraih juara pertama nasional pengelolaan Kampung KB 2026 dari Kemendukbangga/BKKBN. Prestasi tersebut diraih melalui keterlibatan masyarakat dalam pemberdayaan lansia, pendampingan anak dan balita, seni budaya, serta berbagai program untuk meningkatkan kualitas keluarga dan lingkungan.
Kampung KB Manggar Lestari Desa Lerep Juara Nasional, Bukan Sekadar Soal “Dua Anak Cukup”
BRI Kantor Cabang Salatiga menanggapi dugaan penyalahgunaan dana sekitar Rp40 miliar yang diduga melibatkan oknum pekerja dengan menghormati proses hukum di Polres Salatiga. Pada Rabu (12/8/2026), BRI menyatakan telah memproses PHK terhadap pekerja yang diduga terlibat fraud serta memperkuat pengawasan internal untuk menjaga kepercayaan nasabah.
Tanggapi Pemberitaan Dugaan Fraud Rp 40 Miliar, BRI Cabang Salatiga Tegaskan Hormati Proses Hukum
Sekitar 900 siswa SD hingga SMU di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, mengikuti lomba tari keprajuritan pada Selasa (11/8/2026) untuk memeriahkan HUT RI ke-81 dan TMMD Reguler ke-129 di Desa Cukil. Kegiatan yang diawali flashmob itu sekaligus menjadi upaya melestarikan tari keprajuritan yang menggambarkan perjuangan merebut kemerdekaan.
Meriah! Ratusan Siswa di Tengaran ikuti Lomba Tari Keprajuritan
Pemkab Semarang segera mencatat tanah hibah dari Kementerian Pertanian seluas sekitar 2,3 hektare sebagai aset daerah setelah dokumen administrasinya lengkap, Selasa (11/8/2026). Tanah eks Balai Penyuluhan Pertanian yang dihibahkan sejak 1991 tersebut diperkirakan bernilai Rp58 miliar. Pemkab Semarang juga menunggu proses sertifikasi tanah 14,8 hektare dari Badan Bank Tanah di Desa Branjang yang bernilai sekitar Rp60 miliar.
35 Tahun Mangkrak, Tanah Hibah Kementan untuk Pemkab Semarang Akhirnya Tuntas
Seorang pelajar kelas 10 SMK Bakti Nusantara berinisial KM (16) ditilang Satlantas Polres Salatiga karena mengendarai sepeda motor dengan knalpot tidak sesuai spesifikasi di pertigaan Cebongan, Selasa (11/8/2026). Polisi menilai suara knalpot brong mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Selain penindakan, Kasat Lantas AKP Henry Sulistyanta memberikan edukasi agar pelajar tidak menggunakan knalpot yang menimbulkan kebisingan.
Tertangkap Basah Gunakan Knalpot Brong di Pertigaan Cebongan, Siswa SMA di Salatiga Tertunduk Lesu
Ratusan siswa SMK Negeri 1 Salatiga menggelar aksi di lingkungan sekolah pada Senin untuk mempertanyakan perubahan rencana pembangunan fasilitas yang sebelumnya disepakati sebagai ruang ekspresi siswa. Aksi muncul setelah siswa mendapat informasi lahan tersebut akan digunakan untuk ruang praktik. Kepala sekolah menyebut persoalan terjadi akibat miskomunikasi dan memastikan ruang ekspresi tetap dibangun di lokasi berbeda, sementara sekolah menggelar audiensi untuk menjelaskan perubahan tersebut.
Merasa Kecewa dengan Sekolah, Ratusan Siswa SMK 1 Salatiga Gelar Aksi Demo

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Polres Semarang memastikan mayat yang ditemukan di dalam mobil Honda Jazz di wilayah Gubug, Kabupaten Grobogan, pada Jumat (7/8/2026), merupakan Chandra Waskito, pemilik konter Royal Phone di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa. Korban diduga tewas akibat tindak pidana pencurian dengan kekerasan. Polisi masih memburu pelaku serta mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti untuk mengungkap kronologi serta motif kejahatan.
Polisi Pastikan Mayat dalam Mobil di Grobogan Bos Royal Phone Ambarawa
BRI Kantor Cabang Salatiga menanggapi dugaan penyalahgunaan dana sekitar Rp40 miliar yang diduga melibatkan oknum pekerja dengan menghormati proses hukum di Polres Salatiga. Pada Rabu (12/8/2026), BRI menyatakan telah memproses PHK terhadap pekerja yang diduga terlibat fraud serta memperkuat pengawasan internal untuk menjaga kepercayaan nasabah.
Tanggapi Pemberitaan Dugaan Fraud Rp 40 Miliar, BRI Cabang Salatiga Tegaskan Hormati Proses Hukum

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved