KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Partai Non-Parlemen di Salatiga Berkumpul Bentuk Koalisi, Akankah Berhasil?

Partai Non-Parlemen di Salatiga Berkumpul Bentuk Koalisi, Akankah Berhasil?

Partai Non-Parlemen di Salatiga Berkumpul Bentuk Koalisi, Akankah Berhasil?

Menjelang Pilkada Kota Salatiga, partai non parlemen yang tidak memiliki kursi di DPRD Kota Salatiga mulai mengambil sikap dengan berkumpul dan membentuk koalisi untuk menentukan dukungan terhadap bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Salatiga.
Foto dok IST
Suasana pertemuan para ketua partai non parlemen di Utan Coffe Tingkir

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Menjelang kontestasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) partai yang tidak memiliki kursi di DPRD Kota Salatiga atau partai non parlemen mulai mengambil sikap.

Mereka berkumpul bersama untuk berkoalisi dan menentukan dukungan terhadap bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Salatiga ke depan.

Perwakilan dari Partai Perindo, Dewi Chandra mengatakan, mereka sengaja berkumpul untuk berdiskusi dan menyamakan visi dan misi untuk mengarah mendukung calon Wali Kota Salatiga. Meski begitu, sampai saat ini belum ada calon yang resmi didukung.

“Meskipun kami kecil-kecil, kalau digabungkan juga akan menjadi besar dan kuat. Kalau kami berharap wali kota dan wali kota Salatiga ke depan bisa memajukan Kota Salatiga dan kembali menciptakan Kota Salatiga menjadi kota bertoleran,” kata Dewi di Utan Coffe, Kutowinangun Kidul, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga, Jawa Tengah (Jateng), Jumat (12/7/2024).

Dalam kesempatan itu, hadir juga bakal calon Wali Kota Salatiga Thomas Suyanto. Mereka bertanya soal keseriusan Thomas maju sebagai calon wali kota.

Mengingat saat ini kontestasi politik Kota Salatiga semakin menghangat dengan munculnya beberapa sosok yang bakal maju sebagai Wali Kota Salatiga.

Thomas mengaku, tujuan menghadiri pertemuan itu hanya untuk menjalin komunikasi dengan partai non parlemen.

Thomas mengakui dia sudah berupaya semaksimal mungkin bertemu dengan partai politik dan para pimpinannya. Berbagai hal juga telah dipersiapkan sebagai ikhtiar menjadi kepala daerah.

Lobi dengan sejumlah bakal calon wali kota lainnya juga telah dilaksanakan. Termasuk membuat komposisi cawali-cawawali. “Kita telah berupaya. Namun semuanya kembali pada garis tangan dirinya,” ujar Thomas.

Kabar Terkini

POPULER

DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026), menampilkan keragaman budaya sekaligus semangat toleransi masyarakat. Wali Kota Semarang Agustina mengapresiasi keterlibatan masyarakat lintas agama dalam kegiatan tersebut. Lebih dari 1.000 peserta dari 38 kontingen mengikuti pawai sepanjang sekitar 2,5 kilometer dari Balai Kota menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Mandra "Sidoel" ikut Pawai Pembukaan MTQ di Semarang