URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Jemaat Gereja membuat pohon natal dari limbah botol plastik di Gereja Katolik Santo Paulus Miki Salatiga. Pohon natal setinggi kurang lebih lima meter tersebut dibuat dari 5000 limbah botol plastik untuk menyambut Natal 2022.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Peduli Lingkungan, Jemaat Gereja Paulus Miki Salatiga Membuat Pohon Natal Dari 5000 Limbah Botol Plastik Bekas

Peduli Lingkungan, Jemaat Gereja Paulus Miki Salatiga Membuat Pohon Natal Dari 5000 Limbah Botol Plastik Bekas

Peduli Lingkungan, Jemaat Gereja Paulus Miki Salatiga Membuat Pohon Natal Dari 5000 Limbah Botol Plastik Bekas

featured-img

RASIKAFM.COM|SALATIGA – Jemaat Gereja membuat pohon natal dari limbah botol plastik di Gereja Katolik Santo Paulus Miki Salatiga. Pohon natal setinggi kurang lebih lima meter tersebut dibuat dari 5000 limbah botol plastik untuk menyambut Natal 2022.

Romo Benediktus Mbemba Budo Bedi, MSF menyampaikan, makna pohon natal ini dibuat dari botol plastik bekas yakni untuk mengajak semua orang yang melihat untuk membangun kepekaan dan kepedulian terhadap lingkungan hidup.

“Ini terkait dengan krisis lingkungan hidup yang sebenarnya inspirasinya itu ajakan dari Paus kami, paus Paus Fransiskus didalam dokumennya berjudul Laudato Si, pujilah bagimu ajakan konkrit dari Paus untuk melindungi, merawat rumah kita bersama bumi ini,”ungkapnya.

Romo Benediktus menambahkan, maka natal yang kami maknai ini dimana kristus yang lahir ditengah alam dalam kesederhanaannya itu mau mengajak kita semua untuk mencintai bumi ini.

“Kalau kita tidak mencintai bumi ini, kasihan generasi yang akan datang,”tuturnya.

Sementara Tim Pelayanan bidang Hubungan antar Agama dan Kepercayaan (HAK), Alexander Joko Sulistyo menambahkan, pembuatan pohon natal dari botol plastik ini melibatkan warga RW 04 Kalitaman.

“Secara bersama sama warga Kalitaman dari lintas agama yang ikut peduli peringatan kelahiran Tuhan Yesus ini, pada tanggal 25 Desember nanti. Mereka sangat peduli dan membantu membuat pohon natal dari botol plastik ini,”tambahnya.

Untuk pembuatan pohon natal dibuat bersama dengan warga yang tentunya tidak semua beragama Nasrani adalah wujud toleransi yang masih terjaga di Kota Salatiga.

“Kebersamaan kami dalam merangakai pohon natal yg berasal dari botol bekas tersebut tersebut juga sarana kami untuk saling bergotong royong untuk menjaga kebergaman bangsa dan toleransi umat beragama,”papar Alex.

Dibuatanya pohon natal dari botol plastik ini salah satu progam Gereja Katolik Santo Paulus Miki terkait pemanfaatan limbah yang harapanya kami menjadi salah satu penggiat peduli lingkungan.

“Prosesnya dari mengumpulkan sampai membuatnya selama dua minggu,”jelas Alex.

Romo Budo Bedi saat diwawancarai wartawan

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Smokyara di Jombor, Tuntang, Kabupaten Semarang, menawarkan kuliner bebek dengan teknik pengasapan hingga 15 jam tanpa direbus atau dipresto. Restoran milik Eko Setiawan ini juga menyajikan ayam dan ikan asap yang dimarinasi sebelum diasap menggunakan panas dan asap tidak langsung. Menu bebeknya kini diminati hingga 50 ekor per hari.
Pertama di Salatiga, Smokyara Hadir dengan Menu Bebek Asap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seorang pria berinisial M (59), penghuni kos di Kampung Sawo, Bugel, Sidorejo, Kota Salatiga, ditemukan meninggal dunia pada Rabu (26/8/2026) malam. Polisi dan tim medis melakukan pemeriksaan serta olah TKP setelah menerima laporan melalui Call Center 110. Pemeriksaan awal tidak menemukan tanda penganiayaan maupun kekerasan pada tubuh korban.
Murni Sakit, Penghuni Kos Ditemukan Meninggal. Saksi akui Cium Bau Busuk
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Sebanyak 95 lulusan LPK Serbaindo dilepas dalam Wisuda ke-14 di Hotel Laras Asri, Salatiga, Rabu (26/8/2026). Pada kesempatan itu, Serbaindo Group bersama Kemendes PDT meluncurkan program beasiswa pendidikan dan kerja ke Jepang yang menargetkan 45.000 peserta hingga 2030, khususnya untuk memenuhi kebutuhan tenaga caregiver.
Gelar Wisuda ke 14, Serbaindo Group Gandeng Kemendes PDT Buka Program 45.000 Beasiswa ke Jepang

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon