RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Pelaku Perampokan Kabur dengan Uang 100 Juta, Dua Korban Terluka

Pelaku Perampokan Kabur dengan Uang 100 Juta, Dua Korban Terluka

Pelaku Perampokan Kabur dengan Uang 100 Juta, Dua Korban Terluka

Perampokan terjadi di Toko Pak Nasirun, Desa Kaliwungu, Kecamatan Kedungreja, Kabupaten Cilacap pada hari Senin, 27 Maret 2023.
Tangkapan Layar Video Warga
Tangkapan Layar saat terjadi perampokan di Toko Pak Nasirun di Dusun Pondok Wungu, RT05/RW05, Desa Kaliwunggu, Kecamatan Kedungreja, Kabupaten Cilacap. Senin, 27 Maret 2023 pukul 14.30

Pada hari Senin, 27 Maret 2023 pukul 14.30, terjadi perampokan di Toko Pak Nasirun di Dusun Pondok Wungu, RT05/RW05, Desa Kaliwungu, Kecamatan Kedungreja, Kabupaten Cilacap. Peristiwa ini menimpa dua orang korban, yaitu Nasirun dan Pak Gunawan.

Nasirun, yang berusia 45 tahun dan beralamat di Desa Kaliwunggu RT 05 RW 05 Kecamatan Kedungreja, mengalami luka tembak pada kaki kirinya.[irp posts=”58978″ ]

Sementara itu, Pak Gunawan yang berusia 41 tahun dan beralamat di Desa Kaliwunggu RT 05 RW 05 Kecamatan Kedungreja, mengalami luka tembak pada pahanya. Kedua korban segera dibawa ke Rumah Sakit Agisna Sidarja untuk mendapatkan perawatan medis.

Pelaku perampokan terdiri dari tiga orang yang menggunakan dua sepeda motor Honda Grand dan Honda Beat. Pelaku membawa senjata yang diperkirakan jenisnya adalah senjata sofgun. Setelah berhasil melakukan aksinya, para pelaku kabur dari lokasi kejadian.

Barang yang berhasil dirampas oleh para pelaku meliputi uang sebesar sekitar 100 juta rupiah, satu buah ponsel, dan satu unit CCTV.

Setelah kejadian tersebut, Babinsa melakukan himbauan kepada masyarakat agar lebih waspada dan hati-hati mengingat adanya aksi perampokan yang terjadi di sekitar wilayah tersebut.

BACA JUGA :

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Jejak Perangkat Elektronik Antar Polisi Ungkap Kasus Hilangnya Mozza, Terduga Pelaku Pembunuhan Ditangkap di Blora
Identitas kerangka manusia yang ditemukan di kawasan Jangli, Semarang, mulai mengerucut pada Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Gebugan, Bergas, yang dilaporkan hilang sejak Juni 2025. Keluarga mengenali sejumlah ciri, seperti gigi lengkap, gingsul, tambalan gigi, dan jepit rambut. Polisi masih menunggu pemeriksaan forensik dan pencocokan DNA.
Gingsul, Tambalan Gigi hingga Jepit Rambut: Ciri Kerangka Jangli Mengarah ke Mozza
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran