KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Pemkab Semarang Atur Strategi Tarik Minat Investor di Tengah Tak Menentunya Situasi Geopolitik Global

Pemkab Semarang Atur Strategi Tarik Minat Investor di Tengah Tak Menentunya Situasi Geopolitik Global

Pemkab Semarang Atur Strategi Tarik Minat Investor di Tengah Tak Menentunya Situasi Geopolitik Global

Sekda Kabupaten Semarang Valeanto Soekendro. Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Pemerintah Kabupaten Semarang terus berupaya menjaga iklim investasi tetap kondusif di tengah dinamika global. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Semarang, Valeanto Soekendro, menegaskan bahwa kondisi geopolitik saat ini tidak memberikan dampak signifikan terhadap minat investor untuk menanamkan modal di daerah.

Menurutnya, optimisme tersebut juga diperkuat dengan langkah Presiden Prabowo Subianto yang melakukan kunjungan ke Korea Selatan dan menegaskan bahwa Indonesia masih menjadi salah satu destinasi investasi yang menjanjikan.

“Investor pada saat ini sebenarnya tidak terlalu terpengaruh oleh geopolitik dan sebagainya. Apalagi dengan pernyataan Presiden bahwa Indonesia masih menjadi tujuan investasi,” ujar Soekendro di Ungaran, Senin (20/4/2026).

Untuk mendukung masuknya investasi, Pemkab Semarang kini tengah melakukan sejumlah langkah strategis, salah satunya dengan mengkaji ulang kebijakan terkait lahan baku sawah yang telah ditetapkan oleh Kementerian ATR/BPN.

Dijelaskan, aturan mengenai lahan baku sawah mengharuskan pemerintah daerah untuk mempertahankan luas lahan tertentu sebagai bagian dari ketahanan pangan. Namun, dalam praktiknya, masih ditemukan lahan berstatus sawah yang berada di kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona industri maupun permukiman.

“Beberapa lokasi, khususnya di zona industri dan permukiman, masih masuk dalam kategori lahan baku sawah. Ini yang sedang kami upayakan untuk ditata ulang,” jelasnya.

Ia menambahkan, penataan ulang tersebut tidak dimaksudkan untuk mengurangi komitmen terhadap ketahanan pangan, melainkan untuk menyesuaikan tata ruang dengan kebutuhan pembangunan dan investasi yang terus berkembang. Dengan langkah ini, Pemkab Semarang berharap dapat memberikan kepastian bagi investor sekaligus menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan perlindungan lahan produktif.

“Kami ingin fasilitas bagi investor tetap berjalan, namun tetap selaras dengan regulasi dan kepentingan masyarakat luas,” pungkasnya. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

IMG-20250513-WA0020
Komunitas Zeusa USA, Tambah Tua Semakin Digdaya
Tuan Rumah 12 Cabor Porprov XVII, Salatiga Bidik Prestasi, Targetkan 51 Emas
Tuan Rumah 12 Cabor Porprov XVII, Salatiga Bidik Prestasi, Targetkan 51 Emas
Tiga Rumah Warga di Tingkir Lor Sabtu Sore Hangus Terbakar, Kerugian 1 Milyar
Tiga Rumah Warga di Tingkir Lor Sabtu Sore Ludes Terbakar, Kerugian 1 Milyar
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Jateng Gelar Tebus Murah 6 Ton Beras dan 600 Kg Cabai
[pekok2]