URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pemkab Semarang menegaskan iklim investasi tetap kondusif di tengah isu geopolitik pada April 2026 di Ungaran. Sekda Valeanto Soekendro menyebut minat investor masih tinggi, didukung langkah pemerintah menata ulang lahan baku sawah di zona industri agar seimbang antara kebutuhan investasi dan ketahanan pangan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pemkab Semarang Atur Strategi Tarik Minat Investor di Tengah Tak Menentunya Situasi Geopolitik Global

Pemkab Semarang Atur Strategi Tarik Minat Investor di Tengah Tak Menentunya Situasi Geopolitik Global

Pemkab Semarang Atur Strategi Tarik Minat Investor di Tengah Tak Menentunya Situasi Geopolitik Global

Sekda Kabupaten Semarang Valeanto Soekendro. Foto: win
Sekda Kabupaten Semarang Valeanto Soekendro. Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Pemerintah Kabupaten Semarang terus berupaya menjaga iklim investasi tetap kondusif di tengah dinamika global. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Semarang, Valeanto Soekendro, menegaskan bahwa kondisi geopolitik saat ini tidak memberikan dampak signifikan terhadap minat investor untuk menanamkan modal di daerah.

Menurutnya, optimisme tersebut juga diperkuat dengan langkah Presiden Prabowo Subianto yang melakukan kunjungan ke Korea Selatan dan menegaskan bahwa Indonesia masih menjadi salah satu destinasi investasi yang menjanjikan.

“Investor pada saat ini sebenarnya tidak terlalu terpengaruh oleh geopolitik dan sebagainya. Apalagi dengan pernyataan Presiden bahwa Indonesia masih menjadi tujuan investasi,” ujar Soekendro di Ungaran, Senin (20/4/2026).

Untuk mendukung masuknya investasi, Pemkab Semarang kini tengah melakukan sejumlah langkah strategis, salah satunya dengan mengkaji ulang kebijakan terkait lahan baku sawah yang telah ditetapkan oleh Kementerian ATR/BPN.

Dijelaskan, aturan mengenai lahan baku sawah mengharuskan pemerintah daerah untuk mempertahankan luas lahan tertentu sebagai bagian dari ketahanan pangan. Namun, dalam praktiknya, masih ditemukan lahan berstatus sawah yang berada di kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona industri maupun permukiman.

“Beberapa lokasi, khususnya di zona industri dan permukiman, masih masuk dalam kategori lahan baku sawah. Ini yang sedang kami upayakan untuk ditata ulang,” jelasnya.

Ia menambahkan, penataan ulang tersebut tidak dimaksudkan untuk mengurangi komitmen terhadap ketahanan pangan, melainkan untuk menyesuaikan tata ruang dengan kebutuhan pembangunan dan investasi yang terus berkembang. Dengan langkah ini, Pemkab Semarang berharap dapat memberikan kepastian bagi investor sekaligus menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan perlindungan lahan produktif.

“Kami ingin fasilitas bagi investor tetap berjalan, namun tetap selaras dengan regulasi dan kepentingan masyarakat luas,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengapresiasi Kepala SPPG Jati, Karanganyar, yang mencicipi menu MBG setelah tim dapur melaporkan aroma mencurigakan, Rabu (12/8/2026). Tindakan itu dilakukan untuk memastikan keamanan makanan sebelum didistribusikan. Pemprov Jateng menilai kejadian tersebut menjadi evaluasi untuk memperketat pengawasan kualitas program MBG.
Taj Yasin Apresiasi Kepala SPPG yang Cicipi Menu MBG Sebelum Dibagikan
Dugaan penyalahgunaan dana Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) mencuat dalam audiensi Gapoktan Ngudi Hasil Desa Pakopen dengan DPRD Kabupaten Semarang, Kamis (13/8/2026). Anggota kelompok mengaku menerima dana lebih kecil dari nilai kredit dalam akad, sementara kewajiban tetap berjalan. DPRD meminta Pemkab membentuk tim untuk memfasilitasi penyelesaian.
Dana Kredit Petani Pakopen Bandungan Diduga Diselewengkan, Kuasa Hukum: Ada Indikasi Korupsi
Kejaksaan Negeri Salatiga menyerahkan lima mobil hasil rampasan perkara penyalahgunaan BBM bersubsidi kepada pemenang lelang terbuka di KPKNL Semarang, Kamis (13/8/2026). Kendaraan tersebut sebelumnya dimodifikasi untuk mengangkut solar dalam jumlah besar dan menggunakan pelat nomor serta barcode BBM yang diduga telah diubah. Hasil lelang disetorkan kepada negara.
5 Mobil Pengangsu Solar Dilelang, Uangnya Masuk ke Kas Negara
Warga Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, menggelar kenduri dan makan bersama di atas jalan yang baru selesai dibeton saat penutupan TMMD Reguler ke-129, Kamis (13/8/2026). Tradisi tersebut menjadi ungkapan syukur atas pembangunan jalan sepanjang sekitar 1,2 kilometer yang menghubungkan Cukil dengan Kemetul dan memperpendek akses warga.
Luapkan Rasa Syukur, Warga Cukil Gelar Kenduri di Atas Jalan yang Baru Selesai Dicor
Kejaksaan Negeri Salatiga memperkuat sinergi dengan insan pers melalui kegiatan koordinasi di Joglo 3 Kejari Salatiga, Kamis (13/8/2026), untuk mendukung Program Kerja Intelijen 2026. Kejari mendorong media menyampaikan informasi penegakan hukum secara profesional, transparan, akurat, dan berimbang sekaligus meningkatkan kesadaran hukum masyarakat.
Gelar Konsolidasi Kejaksaan ajak Kopdar Perdana dengan Insan Media di Salatiga
Kampung Keluarga Berkualitas Manggar Lestari, Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, meraih juara pertama nasional pengelolaan Kampung KB 2026 dari Kemendukbangga/BKKBN. Prestasi tersebut diraih melalui keterlibatan masyarakat dalam pemberdayaan lansia, pendampingan anak dan balita, seni budaya, serta berbagai program untuk meningkatkan kualitas keluarga dan lingkungan.
Kampung KB Manggar Lestari Desa Lerep Juara Nasional, Bukan Sekadar Soal “Dua Anak Cukup”

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Satreskrim Polres Semarang mengungkap kasus perampokan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, melalui jejak salah satu tersangka saat menggunakan jasa ojek online dari Grobogan menuju Ambarawa. Polisi menelusuri pengemudi GoRide yang menerima satu unit handphone sebagai pembayaran hingga memperoleh identitas tersangka. Penyidik juga menyebut motif perkara berkaitan dengan persoalan ekonomi dan masih melengkapi berkas sebelum diserahkan kepada kejaksaan.
Terungkap Lewat Histori Ojol, Perampok Royal Phone Bayar Gojek Pakai HP Hasil Kejahatan
Tim gabungan kepolisian mengamankan dua terduga pelaku kasus dugaan perampokan yang menewaskan pemilik konter Royal Phone, Chandra Waskito, di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Penangkapan dilakukan di Kota Semarang dan Kabupaten Semarang pada Jumat (7/8/2026), kurang dari 48 jam setelah kejadian, setelah polisi mengembangkan penyelidikan dengan melibatkan Polda Jawa Tengah, Polres Semarang, dan Polres Grobogan untuk mengungkap peran serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Misteri Perampokan Royal Phone Ambarawa Terkuak, Polisi Ringkus Dua Terduga Pelaku

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved