KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Pemprov Jateng Mulai Distribusikan 1.500 Vaksin Ternak Guna Hadapi Idul Adha

Pemprov Jateng Mulai Distribusikan 1.500 Vaksin Ternak Guna Hadapi Idul Adha

Pemprov Jateng Mulai Distribusikan 1.500 Vaksin Ternak Guna Hadapi Idul Adha

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mengatakan, guna menghadapi Idul Adha Pemprov Jateng mendiatribusikan 1.500 dosis vaksin Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) ke seluruh Jawa Tengah.

SEMARANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah menyiapkan ribuan vaksin yang akan diperuntukan khusus kepada hewan mengingat saat ini telah mendekati Hari Raya Idul Adha.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mengatakan 1.500 dosis vaksin Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) di Jawa Tengah sudah didistribusikan ke seluruh Jawa Tengah. Saat ini, Pemerintah sedang mengejar proses vaksinasi terhadap hewan ternak sampai akhir Juni 2022.

Untuk itu ia tetap berharap 45 ribu dosis vaksin agar juga segera diturunkan oleh Pemerintah Pusat untuk diedarkan ke masyarakat atau peternak. Meski demikian, Wagub meminta masyarakat supaya tetap waspada.

“PMK masih perlu diwaspadai. Meskipun saat ini sudah turun 1.500 (dosis) vaksin sudah dibagi di 35 Kota atau abupaten. Kita sekarang baru ngejar yang 45 ribu (dosis). Supaya bisa kita vaksinkan menghadapi Idul Adha,” ujar Taj Yasin, di Semarang, Kamis (23/6/2022).

Disisi lain, Taj Yasin menyayangkan adanya temuan pembuangan kambing mati di Kabupaten Semarang. Menurutnya, bukan seperti itu cara memperlakukan ternak yang mati. Oleh karena itu dirinya mengingatkan kepada masyarakat agar tidak melakukan hal serupa.

“Saya sangat menyayangkan pembuangan bangkai kambing di kabupaten Semarang. Harusnya tidak seperti itu. Kalau ada yang sakit harus dikubur,” tegas dia.

Menjelang Idul Adha, Taj Yasin mengimbau masyarakat agar membeli hewan qurban di tempat yang direkomendasikan oleh Pemerintah. Dia mengaku sudah melakukan pantauan di beberapa titik meski menurutnya tempat penjualan hewan qurban juga sudah bagus.

“(Tempat penjualan) Hewan sudah kita tinjau. Untuk penjualan kami berharap (masyarakat) bisa cari tempat penjualan yang sudah direkomendasikan Disnakkeswan (Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan),” paparnya.

Sebagai informasi, jumlah hewan ternak yang terduga mengalami gejala PMK berdasar data Disnakeswan Jateng sejumlah 23.487 ekor. Dari jumlah tersebut, sebanyak 300 ekor dinyatakan positif. Sebanyak 20.254 ekor telah mendapatkan pengobatan. Dari prosedur itu 4.949 ekor dinyatakan membaik, sisa kasus 18.163, dipotong 259 ekor dan mati 116 ekor.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendorong peningkatan kesejahteraan anggota Linmas melalui perluasan kesempatan kerja sebagai tenaga keamanan dan kebersihan. Hal itu disampaikan saat Apel Besar Aslinmas dan Abpedmas se-Jawa Tengah di Stadion Pandanaran Wujil, Kabupaten Semarang, Rabu (30/9/2026), yang diikuti lebih dari 7.000 anggota Linmas.
Saat Peserta Apel Aslinmas Berebut Ajak Foto KDM dan Sherly Tjoanda
Toyota Land Cruiser LC 300 menjadi salah satu kendaraan yang menarik perhatian pengunjung GIIAS Semarang 2026 di Muladi Dome Universitas Diponegoro, Rabu (30/9/2026). SUV premium tersebut diperkenalkan kepada masyarakat Jawa Tengah dengan menawarkan perpaduan desain gagah, kabin mewah, performa kuat, serta kemampuan off-road.
Land Cruiser LC 300 Mencuri Perhatian di GIIAS Semarang 2026
Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
[pekok2]