KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Penganiayaan Berujung Maut di Hotel Asia Semarang Terungkap, Polisi: Motifnya Cemburu

Penganiayaan Berujung Maut di Hotel Asia Semarang Terungkap, Polisi: Motifnya Cemburu

Penganiayaan Berujung Maut di Hotel Asia Semarang Terungkap, Polisi: Motifnya Cemburu

SEMARANG – Kasus penganiayaan berujung maut di Hotel Oewa Asia yang berada di Jalan Kolonel Sugiono nomor 12, Kelurahan Dadapsari, Kecamatan Semarang Utara, Kamis (20/10/2022) dini hari terungkap.

Pelaku bernama Moh Najib (28) menyerahkan diri kepada kepolisian setelah mendapat kabar bahwa korban bernama Anggriawan alias Kacang (34) meninggal dunia akibat ulahnya.[irp posts=”44151″ name=”Penganiayaan Berujung Maut di Hotel Asia Semarang”]

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan, motif dari pelaku nekat melakukan kekerasan karena sakit hati wanita simpanannya bernama Tasya Rizal Saputri dilecehkan denga membuat bekas kecupan merah di dadanya.

Aksi kekerasan ini bermula saat pelaku dan kekasihnya bermalam di lokasi kejadian pada Rabu (19/10/202). Keduanya kemudian melakukan hubungan layaknya suami istri dalam kondisi lampu dimatikan.

Namun saat lampu dinyalakan, pelaku kemudian melihat bekas tanda merah layaknya dicium oleh orang lain di bagian dada wanitanya.

“Motifnya cemburu, sakit hari. Jadi Najib ini tanya ke teman wanitanya kenapa ada tanda khusus di bagian tubuhnya. Lalu dijelaskan ini adalah hadiah dari orang lain,” ujar Irwan saat rilis kasus di Mapolrestabes Semarang, Kamis (20/10/2022

Pelaku yang tengah mabuk itu pun langsung naik pitam ketika mendengarkan penjelasan kekasihnya. Warga, Bandarharjo Semarang Utara ini lantas meminta Tasya menghubungi korban dan diminta untuk datang ke kamar hotelnya.

“Saat itu pelaku dalam keadaan mabuk. Setelah korban datang, kemudian pelaku melalukan penusukan dengan pisau lipat ke pipi, kepala, perut dan korban,” paparnya

Korban dengan kondisi berdarah darah kemudian dilarikan ke RSUP dr Kariadi oleh dua orang rekan pelaku. Sementara pelaku melarikan diri ke arah Demak.

“Korban meninggal dunia di rumah sakit dengan mengalami luka parah di bagian perut dan kepala,” katanya.

Sementara itu, pelaku mengaku emosi saat melihat ada tanda ‘cupang’ di dada korban. Pria 4 anak itu mengatakan, kamar yang ia pesan diatasnamakan temannya yang bernama Nurul.

“Saya sudah nikah, anak saya 4. Pacaran sudah 5 bulan. Saya nyuruh teman saya, saya ketakutan lalu saya minta temen saya antarkan ke rumah sakit,” bebernya

Di sisi lain, kekasih pelaku, Tasya menjelaskan, saat itu korban juga membawa celurit. Wanita yang berprofesi sebagai pemandu karaoke itu meminta korban untuk menjelaskan hubunganya dengan pelaku.

“Tanda merah itu ada dua hari sebelum kejadian. Korban tamuku. Saya minta dia jelasin (ke pelaku),” kata Tasya.

Saat ini pelaku dan barang bukti sudah diamankan oleh kepolisian. Sedangkan Tasya masih dalam pendalaman kepolisian apakah terlibat dalam penganiayaan berujung maut tersebut.

Atas perbuatannya, tersangka Najib dijerat dengan Pasal 338 KUHPidana tentang pembunuhan dan terancam penjara paling lama 15 tahun.

Kabar Terkini

POPULER

Pemetaan Zona Kerentanan Gerakan Tanah (ZKGT) menjadi salah satu upaya memperkuat mitigasi bencana di Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga. Hal itu dibahas dalam Forum Konsultasi Publik di Hotel Aston Semarang, Senin (28/9/2026), untuk menyamakan pemahaman serta mendorong pemanfaatan data dalam perencanaan pembangunan dan kesiapsiagaan masyarakat.
Peta Zona Gerakan Tanah Kabupaten Semarang-Salatiga Dibahas, Mitigasi Jadi Perhatian
Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
[pekok2]