URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

Kota Ungaran, Kabupaten Semarang memiliki beberapa tempat yang telah ditetapkan sebagai situs cagar budaya. Salah satunya adalah gedung SMPN 1 Ungaran, yang terletak di Jalan Diponegoro Nomor 197, Ungaran Timur.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Peralatan Sekolah Zaman Belanda Tersimpan Rapi di Sekolah Ini

Peralatan Sekolah Zaman Belanda Tersimpan Rapi di Sekolah Ini

Peralatan Sekolah Zaman Belanda Tersimpan Rapi di Sekolah Ini

featured-img

UNGARAN – Kota Ungaran, Kabupaten Semarang memiliki beberapa tempat yang telah ditetapkan sebagai situs cagar budaya. Salah satunya adalah gedung SMPN 1 Ungaran, yang terletak di Jalan Diponegoro Nomor 197, Ungaran Timur.

Bukan hanya gedungnya saja yang bersejarah, namun juga beberapa peralatan sekolah mulai dari zaman kolonial Belanda hingga masa kemerdekaan juga terdapat di dalamnya. Hingga akhirnya lahirlah museum sekolah di lembaga pendidikan tersebut.

Tatik Arlinawati, Kepala SMPN 1 Ungaran menceritakan ide awal pembuatan museum sekolah itu dimulai pada tahun 2021.

“Tahun kemarin (2021), gedung ini mendapatkan jatah revitalisasi dari Kementerian PUPR, kebetulan Pak Basuki Hadimuljono (Menteri PUPR) alumni sini. Sehingga mulai gedung A sampai E, kemudian gedung P dan L serta kantin dicat semua dan ditata,” ujarnya saat ditemui di SMPN 1 Ungaran, Senin (29/8/2022).

Setelah proses revitalisasi selesai, kata Tatik, pihaknya bersama Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Semarang berdiskusi bagaimana jika barang-barang bersejarah yang ada di sekolah tersebut dilestarikan.

“Banyak alat-alat sekolah seperti jangka, penggaris, meja tukang, meja guru, buku raport, mesin stensil, sepeda ontel hingga alat permainan ada di sini. Akhirnya kami bersama TACB diskusi dengan salah seorang dosen UKSW yang membuat museum Gatot Soebroto, sehingga lahirlah museum ini,” jelasnya.

Pihaknya juga mempersilakan jika ada masyarakat umum yang memiliki benda-benda pendidikan yang bersejarah untuk menitipkannya di museum SMPN 1 Ungaran.

“Barangkali nenek atau kakeknya masih memiliki alat-alat sekolah zaman dulu, daripada lari ke rongsokan alangkah lebih baik jika dititipkan di sini sebagai sarana pembelajaran. Nanti akan kami lengkapi dengan literasi sesuai sumbernya,” bebernya.

Sementara Ketua TACB Kabupaten Semarang Tri Subekso menyambut baik atas peresmian museum sekolah tersebut. Menurutnya, perjalanan sejarah dari waktu ke waktu SMPN 1 Ungaran juga penting untuk diketahui masyarakat.

“Masyarakat harus tahu sejarah gedung ini. Sejak awal dibangun tahun 1911, kemudian difungsikan sebagai sekolah persiapan Kweekschool (guru), kantor Veld Politie (Polisi Lapangan), sekolah kehutanan, Sekolah Guru Bantu (SGB) hingga akhirnya resmi jadi SMPN 1 Ungaran pada tahun 1959,” terangnya.

Dikatakan Tri, sebenarnya gagasan pembuatan museum ini sudah disiapkan tahun 2021 lalu usai revitalisasi setelah sebelumnya ditetapkan sebagai situs cagar budaya pada bulan Maret 2021. Artinya secara hukum dan undang-undang bangunan tersebut dilindungi. Setelah berdiskusi bagaimana jika dibuat museum, ternyata gayung bersambut. Hingga akhirnya berkoordinasi dengan praktisi museum dan diresmikan pada 27 Agustus 2022 kemarin.

“Ini pencapaian luar biasa, direvitalisasi dan dimanfaatkan sebagai museum. Harapan kami, bisa terus dirawat oleh warga sekolah sebab merupakan bagian di dalamnya,” tandasnya. (win)

BACA JUGA :

Ribuan jamaah thariqah dari berbagai daerah menghadiri Silaturahmi Nasional Annitho Aswaja di Wisma Perdamaian Semarang, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan yang dihadiri ulama, habaib, dan tokoh pemerintahan ini digelar untuk memperkuat ukhuwah, konsolidasi organisasi, serta meneguhkan komitmen kebangsaan melalui zikir, tausiyah, baiat kubro, dan pemberdayaan umat.
Habib Luthfi Tegaskan Komitmen Jaga NKRI dalam Silatnas Perdana Annitho Aswaja di Semarang
Ribuan Jamaah Hadiri Silaturrahmi Nasional Perdana Annitho Aswaja di Semarang
Ribuan Jamaah Hadiri Silaturrahmi Nasional Perdana Annitho Aswaja di Semarang
Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bondan Marutohening bersama Komisi C, Dishub, dan DPU melakukan sidak ke ruas jalan rusak di Desa Wringinputih, Kecamatan Bergas, akibat tingginya aktivitas truk tambang pengangkut material proyek Bendungan Jragung, Kamis. Dalam inspeksi tersebut, DPRD meminta PT Mahidara Artha Sangkara segera memperbaiki jalan dan mematuhi ketentuan pengelolaan lingkungan agar kerusakan serta gangguan debu tidak terus merugikan warga.
DPRD Sidak Jalan Rusak di Wringinputih Bergas, Perusahaan Janji Perbaiki Pekan Ini
Kelurahan Blotongan dan Kauman Kidul di Salatiga terus mengembangkan potensi wilayah melalui wisata kuliner, religi, dan agrowisata berbasis digital. Lurah Blotongan Chomsatun memperkenalkan inovasi layanan daring serta aplikasi Sate Blotongan, sementara Lurah Kauman Kidul Nur Ichwan mendorong pengembangan Agrowisata Sitalang dan River Tubing saat menerima kunjungan kerja Wali Kota Robby Hernawan untuk menyelaraskan program pembangunan daerah.
Blotongan Salatiga Kampung Kuliner Sate Kambing, Terus Kembangkan Pelayanan Berbasis Digital
Menteri HAM RI Natalius Pigai menyatakan pemerintah tengah menyiapkan Undang-Undang Neuro Rights guna melindungi privasi, kebebasan, dan martabat manusia dari dampak perkembangan teknologi serta kecerdasan buatan. Pernyataan itu disampaikan usai Festival HAM di Universitas Kristen Satya Wacana, Kamis (11/6/2026), saat pembahasan RUU disebut telah memasuki tahap akhir harmonisasi lintas kementerian dan lembaga.
Hadir di UKSW, Pigai Sebut Pemerintah sedang Siapkan UU Neuro Rights, Lindungi Pikiran Manusia dari Ancaman AI
Sebanyak 215 jemaah haji asal Kota Salatiga yang tergabung dalam Kloter 24 tiba dengan selamat di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Kamis (11/6/2026) malam. Pemerintah Kota Salatiga menyiapkan armada bus dan pengawalan kepolisian untuk proses penjemputan hingga kepulangan jemaah ke daerah asal.
215 Jemaah Haji asal Salatiga Tiba di Pemkot dengan Selamat, Kamis Malam

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Polres Salatiga memusnahkan 74 knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis hasil razia cipta kondisi dan penertiban lalu lintas periode 16–31 Mei 2026 di depan Pendopo Polres Salatiga. Kapolres Salatiga AKBP Ade Papa Rihi menegaskan langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketertiban, mengurangi kebisingan, serta meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat di jalan raya.
Razia Seminggu, 74 Knalpot Tidak Sesuai Teknis Ditindak Jajaran Satlantas Salatiga
Harga Ayam Hidup Anjlok hingga Rp11
Harga Ayam Hidup Anjlok hingga Rp11.000 per Kg, Pinsar Sebut Overproduksi dan Dominasi Middleman Jadi Penyebab
Ribuan Jamaah Hadiri Silaturrahmi Nasional Perdana Annitho Aswaja di Semarang
Ribuan Jamaah Hadiri Silaturrahmi Nasional Perdana Annitho Aswaja di Semarang

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved