KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Petugas Damkar Kabupaten Semarang Evakuasi Ular Sanca Kembang Sepanjang 3,5 Meter di Bringin

Petugas Damkar Kabupaten Semarang Evakuasi Ular Sanca Kembang Sepanjang 3,5 Meter di Bringin

Petugas Damkar Kabupaten Semarang Evakuasi Ular Sanca Kembang Sepanjang 3,5 Meter di Bringin

Petugas Damkar Regu B Posko Bringin mengevakuasi ular sanca kembang sepanjang 3,5 meter di atap rumah warga Desa Padaan, Bringin, Sabtu (7/12/2024) malam. Foto: Satpol PP dan Damkar Kab. Semarang

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Petugas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Semarang berhasil mengevakuasi seekor ular sanca kembang sepanjang 3,5 meter di atap rumah Suprapto, warga Dusun Karangguli, Desa Padaan, Kecamatan Pabelan, pada Sabtu (7/12/2024) malam.

Menurut Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Semarang, Anang Sukoco, laporan terkait keberadaan ular tersebut diterima dari masyarakat. Regu B dari Posko Bringin langsung bergerak ke lokasi untuk mengevakuasi hewan melata tersebut.

“Alhamdulillah, ular berhasil kita amankan. Ular itu diduga masuk setelah makan telur ayam yang ada di rumah tersebut,” ujar Anang saat dikonfirmasi di kantornya, Senin (9/12/2024) sore.

Ia menjelaskan bahwa perubahan musim menjadi salah satu faktor penyebab ular keluar mencari makan. Kebetulan, di rumah warga tersebut terdapat ayam dan telur yang menjadi incaran ular.

“Ular tersebut telah diamankan di Posko Bringin dan kita sudah koordinasi dengan komunitas pecinta hewan untuk tindak lanjutnya,” jelasnya.

Anang juga mengimbau masyarakat untuk tidak gegabah menangani ular tanpa pengetahuan dan pelatihan khusus.

“Jika warga melihat ular, lebih baik melapor ke petugas karena penanganan ular memerlukan keahlian khusus. Kami memiliki enam posko, termasuk posko terpadu di Bawen, yang siap merespons laporan warga dengan cepat,” tambahnya.

Masyarakat diminta tetap waspada, terutama di musim peralihan seperti saat ini, ketika ular cenderung lebih aktif mencari makan dan tempat berlindung. Untuk pengaduan, warga dapat menghubungi posko Satpol PP dan Damkar Kabupaten Semarang yang terdekat. (win)

Kabar Terkini

POPULER

Pemetaan Zona Kerentanan Gerakan Tanah (ZKGT) menjadi salah satu upaya memperkuat mitigasi bencana di Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga. Hal itu dibahas dalam Forum Konsultasi Publik di Hotel Aston Semarang, Senin (28/9/2026), untuk menyamakan pemahaman serta mendorong pemanfaatan data dalam perencanaan pembangunan dan kesiapsiagaan masyarakat.
Peta Zona Gerakan Tanah Kabupaten Semarang-Salatiga Dibahas, Mitigasi Jadi Perhatian
Trans Banyumas Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Trans Banyumas: Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
[pekok2]