URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pria kreatif di Salatiga ini barang bekas mampu disulap menjadi aneka miniatur sepeda motor, skuter dan moge alias motor gede seperti Harley Davidson yang unik.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pria Asal Salatiga Ini, Mampu Sulap Barang Bekas Menjadi Miniatur Mainan Berharga Jutaan Rupiah

Pria Asal Salatiga Ini, Mampu Sulap Barang Bekas Menjadi Miniatur Mainan Berharga Jutaan Rupiah

Pria Asal Salatiga Ini, Mampu Sulap Barang Bekas Menjadi Miniatur Mainan Berharga Jutaan Rupiah

featured-img

RASIKAFM. COM|SALATIGA – Berbekal kreativitas dari kegemarannya, Hartanto membuat aneka kerajinan miniatur. Barang bekas atau limbah aneka produk elektronik maupun lainya biasanya hanya dibuang dan tidak memiliki nilai ekonomis tinggi. di tangan seorang pria kreatif di Salatiga ini barang bekas mampu disulap menjadi aneka miniatur sepeda motor, skuter dan moge alias motor gede seperti Harley Davidson yang unik.

Setiap miniatur dibuat dengan detail dan penuh ketelitian. Seluruh ornamen yang ada pada miniatur dibuat lengkap, mulai dari mesin hingga perlengkapan yang lainnya. sehingga sekilas menyerupai bentuk asli dari kendaraan yang ditiru.

Selain miniatur sepeda motor, Hartanto juga membuat miniatur, pos ronda, gerobak pedagang, dispenser pom mini dan rumah kuno/jadul serta lainya.

Hatanto mengaku mengawali bisnis kerajinan miniatur berawal dari hobinya. Karya pria berusia 50 tahun ini kemudian banyak diminati para penghobinya. Ia pun memperoleh cuan setelah banyak peminat meminta karyanya.

“Sejak kecil sudah menyukai yang kecil kecil itu (Miniatur – red). Terus dulu melihat di youtube ada miniatur dari korek dan setelah itu terinspirasi kepingin membuat juga,”kata Hartanto saat ditemui rasikafm.com, di tokonya Jalan Jendral Sudirman No 154 Salatiga, Selasa (13/12/2022).

Hartanto mengungkapkan semakin lama ia juga ingin membuat miniatur yang lebih detail sehingga berganti dengan skala yang besar. “Skalanya 12 dan sekalian memanfaatkan limbah limbah yang ada,”ungkapnya.

Ketika ditanya konsep yang diusung, Hartanto menyampaikan soal konsep mengikuti permintaan pasar. “Cuma kemarin pas jalan jalan melihat rumah jadul antik kita foto dan kita buat dalam bentuk miniatur,”paparnya.

Miniatur yang kita buat lebih ke konsep handmade sehingga jika dilihat lebih detail dan jelas.

Hartanto membeberkan untuk proses pembuatanya tiga hari hingga satu minggu bahkan lebih.”Kalau untuk membuat grobak yang sudah ada MAL nya (Cetakan – red) lama pembuatanya paling 3 hari. Sedangkan miniatur sepeda motor bisa memakan waktu satu minggu. Namun kalau rumah rumah jadul bisa satu minggu lebih,”bebernya.

Dalam proses pembuatanya, Hartanto mengaku tingkat kesulitanya adalah mencari bahan baku dari limbah atau barang bekas. Bahkan ia sampai mencari di pasar loak yang ada di Salatiga.

“Untuk pemasaran saya mempromosikan di media sosial dan harga kira tawarkan mulai dari Rp 500 ribu hingga jutaan rupiah. Tergantung pemesan,”pungkasnya.

Hartanto saat diwawancarai stasiun televisi Swasta belum Lama ini (Arief Rasika)

 

BACA JUGA :

Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga mewisuda dua mahasiswa difabel pada Wisuda ke-12 yang digelar pada 24–25 Juli 2026 sebagai wujud komitmen menghadirkan pendidikan tinggi Islam yang inklusif. Kampus menegaskan kesetaraan akses pendidikan melalui penyediaan layanan ramah disabilitas, sejalan dengan program prioritas Kementerian Agama, sekaligus mewisuda total 1.299 lulusan pada periode tersebut.
Wisuda ke-12 UIN Salatiga, Dua Mahasiswa Difabel Sukses Raih Gelar Sarjana
Ribuan warga dan wisatawan memadati Alun-alun Salatiga, Jumat (24/7/2026), untuk mengikuti Kenduri Rakyat dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-1276 Kota Salatiga. DPRD Kota Salatiga menyediakan 7.000 porsi makanan dan minuman gratis serta satu gunungan raksasa sebagai wujud rasa syukur dan kebersamaan. Antusiasme masyarakat membuat ratusan stan kuliner habis diserbu hanya dalam hitungan menit
Ribuan Warga Salatiga Berebut 7.000 Porsi Makanan Gratis dalam Acara Kenduri Rakyat HUT Salatiga
Rumah pasangan lansia Muhroji (73) dan Munarti (65) di Dusun Pledokan, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, akhirnya mendapat sambungan listrik pada Kamis (23/7/2026) setelah sekitar 20 tahun hidup tanpa aliran listrik. Penyambungan dilakukan menyusul koordinasi Pemerintah Kabupaten Semarang, Pemerintah Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, dan PLN, sehingga keluarga tersebut kini dapat menikmati penerangan listrik untuk kebutuhan sehari-hari dan mendukung proses belajar anak mereka.
Rumah Muhroji Sudah Terang Benderang, Buku Pelajaran Sang Anak Tak Lagi 'Belepotan' Minyak Goreng
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.54
Kejati Jateng dan Kejari Salatiga Lelang Barang Rampasan, Awan Prastyo Imbau Masyarakat Waspadai Penipuan
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah dan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok menggelar pertemuan strategis di Semarang untuk memperkuat kerja sama pendidikan, kebudayaan, dan hubungan persahabatan Indonesia–Tiongkok. Pertemuan yang dihadiri Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Gus Rozin beserta sejumlah pimpinan perguruan tinggi membahas penyediaan pengajar Bahasa Mandarin, peluang beasiswa, kemudahan visa, serta pengembangan jejaring akademik sebagai upaya meningkatkan kolaborasi antar kedua negara.
PWNU Jawa Tengah Perkuat Kerja Sama Strategis dengan Konsulat Jenderal Tiongkok, Fokus pada Pendidikan, Beasiswa, dan Hubungan Bilateral
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang bersama PT Jasamarga Jogja Bawen menyempurnakan jalur kanalisasi sepeda motor di Exit Tol Bawen dengan mengubah bentuk pulau jalan menjadi lebih landai. Perbaikan yang dilakukan setelah evaluasi dan koordinasi dengan PT Trans Marga Jateng ini bertujuan meningkatkan keselamatan, kenyamanan, serta memudahkan pengendara sepeda motor bergabung ke lajur utama.
Pulau Jalan Exit Tol Bawen Dibongkar, Kurangi Risiko Manuver Pengendara Motor
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga