URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Kenaikan harga beberapa komoditas bahan pangan seperti cabai dan bawang di beberapa daerah Jawa Tengah masih terjadi. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Tengah, Arif Sambodo mengatakan kenaikan biaya pembelian tersebut diakibatkan oleh salah satunya yaitu faktor produksi yang menurun.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Produksi Cabai Menurun Bikin Harga Naik, Disperindag Jateng: Stok Masih Cukup

Produksi Cabai Menurun Bikin Harga Naik, Disperindag Jateng: Stok Masih Cukup

Produksi Cabai Menurun Bikin Harga Naik, Disperindag Jateng: Stok Masih Cukup

featured-img

SEMARANG – Kenaikan harga beberapa komoditas bahan pangan seperti cabai dan bawang di beberapa daerah Jawa Tengah masih terjadi. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Tengah, Arif Sambodo mengatakan kenaikan biaya pembelian tersebut diakibatkan oleh salah satunya yaitu faktor produksi yang menurun.

Ia menyampaikan, harga naik turunnya cabai sudah biasa terjadi. Apalagi musim yang saat ini tidak sesuai yang membuat produktifitas petani dalam menanam cabai mulai berkurang. Meskipun demikian, Arif memastikan untuk stok di Jawa Tengah sendiri masih dinilai cukup banyak di pasaran.

“Tapi stok masih cukup. Kalau dilihat di pasar cabai banyak, tapi kasihan tidak laku. Kalau cabai memang biasa harganya itu rollercoster (naik-turun) tapi idealnya akan pulih lagi karena ini kan sedang produktifitasnya menurun kemudian juga musim yang tidak sesuai sehingga penurunan produksi,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (16/6/2022).

“Kenaikan cabai dikarenakan masih dalam musim, ya masih musim tapi insyaallah ini sudah mulai membaik, biasanya pergerakannya cepat nanti. Ini yang sangat mahal kan cabai rawit merah, itu sebenarnya cabai rawit merah cabai yang mudah sekali untuk di tanam,”jelasnya.

Untuk bahan yang lain, seperti bawang sendiri sudah mengalam penurunan harga. Seperti bawang putih sudah turun menjadi Rp.18 ribu perkilogram. Untuk jenis kating sudah Rp.26 ribu perkilogram. Tetapi untuk bawang merah sendiri, memang masih dalam masa tanam sehingga memang agak sulit dipasaran.

“Sudah sesuai harga, bawang merah saat ini masih musim tanam jadi memang agak langka di pasar atau modal. Tapi sebentar lagi sudah mungkin masuk panen,” katanya.

Meski ada kenaikan harga cabai dan bawang, pihaknya tidak akan melakukan operasi pasar seperti minyak goreng yang terjadi sebelumnya. Hal itu dinilai lantaran bahan tersebut mudah mengalami kebusukan dan tidak bisa disimpan dengan waktu yang lama.

“Tidak ada operasi pasar karena barang ini mudah busuk jadi mau operasi agak susah karena tidak bisa disimpan lama. Dan juga cabai itu kan sifatnya tidak pokok banget ya. Itu sifatnya komplementer. Karena dari dulu ga pernah ada operasi cabai, yang ada hanya beras, minyak goreng, gula yang memang pokok betul untuk masyarakat,” jelasnya.

Disisi lain dirinya mengajak kepada masyarakat untuk tidak merasa panik dan bisa melakukan penanam cabai dirumah masing-masing.

“Tidak perlu panik karena memang sudah menjadi pergerakan harganya naik turun ya inikan sifatnya musiman. Kemudian saya himbau kalau bisa tanam sendiri yang khususnya rawit merah itu silahkan segera dilakukan. Rawit merah kan memang untuk memberikan taste yang agar biar agak pedes banget itukan sebenarnya. Jadi ga butuh banyak untuk keluarga sebenarnya,” ucapnya.

Sementara itu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Semarang, Nurkholis menyebut dirinya masih menunggu langkah kebijakan dari pemerintah Provinsi dan Pusat. Hal itu menurutnya berkaitan dengan import bahan bawang dan serta cabe yang saat ini harga masih melonjak naik di pasaran.

“Kalau ke pusat berkaitan dengan import katakanlah ada langkah-langkah untuk pusat perlu importnya di tingkatkan,” terangnya

Nurkholis menyebut harga cabe serta bawang putih dan merah masih belum stabil. Harga tersebut terpantau sejak dua Minggu kemarin. Namun untuk harga selain dari jumlah tersebut terpantau sudah normal.

Untuk harga cabe saja, kata dia saat ini paling tinggi pada kisaran harga Rp 80 ribu perkilograk. Kemudian untuk bawang merah saat ini berada pada kisaran harga Rp 60 ribu perkilogram begitupun untuk harga bawang putih pada kisaran harga Rp 35 ribu perkilogram.

“Bawang putih, merah, cabai terutama mengalami kenaikan signifikan, dan yang lainya stabil di angka yang normal. Untuk telur dan daging sekarang sudah stabil dibandingkan kemarin,” bebernya.

Sebagai langkah antisipasi, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan peninjauan ke lapangan untuk mengetahui terkait naiknya cabe dan bawang. Namun ia merasa persoalan dilapangan terkait dengan distribusi masih lancar, begitupun persoalan transportasi juga masih aman.

“Termasuk untuk distribusi masih lancar lancar saja, mungkin berkaitan dengan produksi,” ujarnya

Selain itu ia menambahkan dampak dari naiknya harga lantaran sejumlah petani mengalami penurunan produksi karena masalah cuaca yang begitu extreme. Namun untuk stok sejumlah komoditas di kota Semarang pun kini masih aman.

“Jadi kami yang dilapangan tersedia, tapi barangnya cuman mengalami kenaikan. Jadi kenaikan terjadi di petani, dan ini perlu di telusuri juga yang membidangi di pertanian. Termasuk juga di wilayah produksi. Misalnya, bawang ada di daerah Tegal, Pekalongan dan lainnya,” imbuhnya.

BACA JUGA :

Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat aktif memeriksa data kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), termasuk desil yang tercatat, di Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026). Warga dapat menyanggah data yang tidak sesuai melalui laman kementerian agar penyaluran bantuan dan program pemberdayaan lebih tepat sasaran.
Warga Diminta Aktif Cek Data Desil dan Sanggah Data DTSEN
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved