RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

PT Jasamarga Jogja Solo Sukses Laksanakan Pengerjaan Erection Girder Underpass Ngasem Tol Jogja-Solo di Hari Pertama

PT Jasamarga Jogja Solo Sukses Laksanakan Pengerjaan Erection Girder Underpass Ngasem Tol Jogja-Solo di Hari Pertama

PT Jasamarga Jogja Solo Sukses Laksanakan Pengerjaan Erection Girder Underpass Ngasem Tol Jogja-Solo di Hari Pertama

Foto: Dok Jasa Marga
Instalasi balok jembatan yang menghubungkan tol Solo Jogja dengan Tol Trans Jawa di underpass Ngasem ini ditargetkan dilaksanakan selama empat hari berturut/turut mulai 30 Oktober hingga 2 November 2023 mendatang.

PT Jasamarga Jogja Solo (JMJ) selaku anak usaha dari PT Jasa Marga (Persero) Tbk yang mengelola proyek Jalan Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulon Progo, melaksanakan pekerjaan Erection Girder (instalasi balok jembatan) Under Pass Ngasem (STA 0+500) yang nantinya menjadi jembatan pertama penghubung Jalan Tol Jogja-Solo dan Jalan Tol Trans-Jawa. Kegiatan instalasi balok jembatan ini ditargetkan untuk dilaksanakan selama 4 (empat) hari berturut-turut yaitu pada periode 30 Oktober s.d 2 November 2023, pukul 22.00 s.d 04.00 WIB.

Direktur Utama PT JMJ Suchandra Hutabarat mengatakan Jembatan Ngasem merupakan titik awal dari Jalan Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulon Progo yang sekaligus menjadi penghubung jalan tol ini menuju Jalan Tol Trans-Jawa.

“Jumlah balok jembatan yang akan diinstalasi adalah sebanyak 12 buah dengan berat 80 ton dan panjang 40,8 meter. Erection ini dilaksanakan pada bentang antara dua pilar jembatan (Pier) yang berlokasi diatas pertigaan exit tol Colomadu, setelah sebelumnya dilakukan pekerjaan stressing girder (balok jembatan) selama sepekan terakhir. Proses Erection Girder memiliki banyak aspek teknis yang perlu diperhatikan berdasarkan kriteria kualitas, waktu, biaya, metode dan resiko,” jelas Suchandra.

Selain itu, guna meminimalisir dampak terhadap lalu lintas di pertigaan Exit Tol Colomadu tersebut, PT JMJ bersama pihak Kepolisian memberlakukan rekayasa arus lalu lintas pada saat pelaksanaan pekerjaan Erection girder, salah satunya yaitu untuk kendaraan dari dan menuju arah Tugu Kartasura atau arah Boyolali diimbau untuk mencari jalur alternatif melalui Jalan Sawit untuk keluar di Simpang Tiga Pengging, Simpang Tiga Randusari atau Simpang empat Tegal Wire.

Penerapan teknik dan pemenuhan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) juga menjadi perhatian utama PT JMJ. Kondisi tanah dasar yang menjadi pijakan/ tumpuan crane telah dipastikan kuat untuk menahan beban yang ada. Demikian pula kondisi alat dan sarana penunjang lainnya serta petugas dan operator alat berat juga telah dipastikan berada dalam kondisi baik. Koordinasi yang intens terus dilaksanakan selain rapat rutin menjelang pekerjaan antara PT JMJ dan stakeholder terkait yaitu pihak Kepolisian (Ditlantas Polda Jateng , Satlantas Boyolali, Satlantas Delanggu, Satlantas Kartasura, Satlantas Sukoharjo), Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN) selaku pengelola Jalan Tol Solo-Ngawi, Penyedia Jasa Konstruksi (kontraktor) untuk paket 1.1 PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan Konsultan Supervisi yang terlibat.

Suchandra juga menambahkan bahwa pengerjaan Erection Girder di Persimpangan Exit Tol Colomadu ini sesuai dengan target yaitu dilaksanakan sebelum libur panjang dalam rangka Hari Raya Natal 2023 & Tahun Baru 2024.

“Pelaksanaan Erection Girder di waktu yang tepat ini sangat diperlukan karena berpengaruh terhadap jadwal pengerjaan proyek lainnya yang juga harus diselesaikan tepat waktu. Proses pemasangan harus sesuai dengan syarat dan ketentuan K3, baik bagi pengguna jalan tol nantinya maupun para pekerja proyek. Sehingga harus diperhitungkan secara matang agar tidak terjadi kesalahan” tutupnya.

Foto: Dok. /IST

Dengan suksesnya pelaksanaan Erection Girder pada hari pertama tersebut merupakan salah satu sinyal positif terhadap penyelesaian konstruksi di Tahap 1. Pembangunan Jalan Tol Jogja-Solo terbagi menjadi 3 tahap yaitu tahap I sepanjang 49,25 Km (Kartasura-Maguwoharjo dan Trihanggo – Junction Sleman), tahap II 2 sepanjang 38,574 (Junction Sleman – YIA Kulon Progo), tahap 3 sepanjang 8,75 Km (Maguwoharjo – Trihanggo). Jalan tol dengan total panjang 96,57 Km ini memiliki masa konsesi selama 40 tahun dan merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk mendukung program pemerintah dalam pemerataan infrastruktur di Indonesia. Proyek ini juga dibangun untuk meningkatkan kelancaran distribusi barang dan jasa (logistik), pengembangan industri dan pariwisata serta meningkatkan konektivitas di Pulau Jawa. (hrs)

BACA JUGA :

Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan
Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran